Masyarakat Indonesia terus disuguhi dengan polemik akan revitalisasi dari Jakarta International Stadium (JIS). Aura politis yang mewarnai polemik tersebut sepertinya telah membuat geram sejumlah elemen masyarakat, khususnya pecinta sepak bola di Indonesia.
Dalam unggahan akun @MafiaWasit, masyarakat menyuarakan kegeraman mereka terhadap kisruh antara kubu petahana yang mendukung renovasi tersebut dengan kubu yang anti, yakni Tim Anies Baswedan. Mereka kesal sesuatu yang demi kebaikan bangsa malah dijadikan ajang mencari suara di Pilpres 2024.
Kekesalannya ini berujung pada pesimisnya mereka terhadap penggunaan stadion tersebut hingga beberapa mendorong bahwa piala dunia tak usah diadakan di DKI Jakarta. Ini demi kebaikan bersama dan stabilitas politik jelang pesta demokrasi.
"Udah lah, tutup aja kalau emang tuh Stadion digorat-geret kanan-kiri oleh Cebong, Kampret, Kadrun, babi, atau apalah itu. Ga perlu juga memaksakan Jakarta jadi tuan rumah Piala Dunia U17," ungkit akun @MafiaWasit, di Twitter, dikutip Senin (10/7/2023).
"Setuju. pakai stadion di luar Jakarta aja. capek liat polemik & politisasi. Pake yang kemaren buat pildun u20 aja, harusnya udah sesuai standard FIFA kalo memang bener renov nya," balas dari @Smile24And.
"Mending dijadikan kandang Babi. Udah skip aja nih stadion, masih ada dan banyak stadion yang butuh renovasi. JIS biarin mangkrak, jadi situs candi, biar rugi terus ntar pemprov DKI, biar tahu rasa," ungkap dari @Toleee19.
"Ngapain dipolitisir terus.. udah bagus Jakarta ada stadion baru.. mau sempit kek mau susah kek aksesnya kan emang urusan pembebasan lahan di Jakarta itu ga gampang," ungkap dari @wayangndeso77.
Sebelumnya, Buro Happold buka suara terkait dengan polemik JIS. Pihaknya mengatakan bahwa stadion tersebut dibangun berdasarkan panduannya namun rupanya ada beberapa hal yang ternyata berubah dari panduan orisinil perusahaan tersebut.
"Hasil tinjauan perusahaan mengidentifikasi beberapa aspek yang ternyata tidak sesuai dengan panduan konsep desain orisinal dari Buro Happold. Temuan ini telah disampaikan oleh Buro Happold dalam surat terpisah," tegas keterangan resminya baru-baru ini.
Terkait dengan politisasi JIS, Erick Thohir sebagai representasi pemerintah dan juga ketua dari lembaga tertinggi sepak bola tanah air membantah adanya hal tersebut. Ia mengatakan renovasi ini demi menyukseskan Piala Dunia U17 di Indonesia.
Namun hal berbeda diucapkan oleh pendukung dari Anies Baswedan. Meski jagoan mereka mempersilahkan renovasi tersebut, pihaknya ogah merestui renovasi yang menurutnya mereka sarat akan nuansa politis itu.