Relawan Ganjar Pranowo, Chusnul Chotimah, mengomentari perihal persoalan Jakarta International Stadium (JIS) yang dikaitkan dengan politik.
Jakarta International Stadium atau JIS belakangan ramai diperbincangkan karena dijadikan sebagai calon kandidat venue ajang Piala Dunia U-17 2023 di mana Indonesia menjadi tuan rumahnya.
JIS disebut tidak memenuhi lapangan standar FIFA. Perbincangan itu juga kerap dikaitkan dengan politik lantaran JIS dibangun di era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Terkait hal itu, Chusnul menyayangkan persoalan JIS justru dikaitkan dengan politik padahal Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Erick Thohir itu baik yaitu agar Indonesia dinilai siap menjadi tuan rumah.
“Niat Pak Jokowi dan Pak Erick Thohir itu baik, agar saat FIFA nanti datang negara kita dinilai siap, semua stadion yang terpilih lolos standar FIFA,” ujar Chusnul, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @ch_chotimah2 pada Senin (10/7/2023).
Sayangnya, pendukung Anies mengaitkannya ke politik serta berbuat tidak baik ke Presiden Jokowi dan Erick Thohir. “Tapi pendukung Anies malah bawa ke politik, caci maki presiden bahkan fitnah pak Erick,” sambung Chusnul.
Pegiat media sosial ini kemudian menyoroti permasalahan akses masuk JIS dan baru-baru ini Buro Happold mengakui tidak mendesain JIS.
“Awalnya cuma akses masuk sekarang malah tidak diakui Buro happold yang sejak awal dibawa-bawa mereka untuk menyerang pemerintah,” tutur Chusnul.
Sementara itu, Politikus PKS Mardani Ali Sera mengaku mendapat pesan dari Anies soal JIS. Anies mengatakan bahwa JIS bukan lah miliknya melainkan milik bangsa Indonesia.
Baca Juga: Perbedaan LRT, MRT, dan KRL dari Kecepatan, Kapasitas hingga Harga Tiket
Oleh karena itu, seandainya pemerintah ingin merenovasi JIS untuk tujuan kebaikan di masa mendatang, maka Anies mempersilahkannya.
“Mas Anies Baswedan bilang JIS bukan miliknya, tapi milik bangsa Indonesia karya anak bangsa. Jika mau direnovasi monggo,” ujar Mardani melalui akun Twitter pada Kamis (6/7/2023).
Namun, mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta agar tidak terburu-buru dan menghakimi bahwa JIS tidak memenuhi standar FIFA. “Namun ojo kesusu & menghakimi, biarkan FIFA yg menilai. Setorkan aja 6 stadion RI, lalu cek apa rekomendasinya, jika harus ada perbaikan maka ikuti saja,” sambungnya.