Geger Agenda LGBT se-Asia Tenggara Kopdar di Jakarta, Ini Kata MUI

Suara Liberte | Suara.com

Rabu, 12 Juli 2023 | 16:06 WIB
Geger Agenda LGBT se-Asia Tenggara Kopdar di Jakarta, Ini Kata MUI
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis. (Suara.com/Bagaskara)

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Ukhuwah dan Dakwah Muhammad Cholil Nafis mendesak pemerintah agar tidak mengizinkan pertemuan yang direncanakan komunitas LGBT itu di Jakarta. 

Ia mengatakan, kewenangan MUI untuk menolak memang tidak ada tetapi MUI berhak menyampaikan larangan melalui lisan.

"Dengan kerangka nahi mungkar, jadi kalau punya kewenangan kita harus mengubahnya dengan tangan, dengan kewenangan tangan kita karena MUI tidak punya kewenangan maka level kedua kemungkaran kita dengan lisan, dengan omongan," kata Cholil Nafis dalam pernyataannya dikutip Liberte Suara, Rabu (12/7/2023).

Cholil Nafis mengaku telah menyatakan pengecaman atas aktivis LGBT dari sejumlah negara di Asia Tenggara yang bersiap untuk kopi darat (kopdar) di Jakarta melalui Twitter.

"Makanya saya mentuit, saya menyampaikan. Begitu juga pimpinan-pimpinan yang lain menyampaikan tentu kepada pihak terkait yang berwenang untuk menggagalkan, berwenang untuk memberi izin yaitu pemerintah dan aparat untuk tidak mengizinkan agar menolak," ujarnya.

Menurut MUI, perbuatan kaum LGBT dengan berbagai bentuk dan wujudnya harus ditindak tegas. Apalagi mereka terang-terangan menyampanyekan perilaku menyimpang itu.

LGBT, ujarnya, tidak akan pernah cocok dengan norma-norma yang terkandung dalam Pancasila.

"Karena ini bertentangan dengan normal Pancasila kita, Ketuhanan yang Maha Esa itu. Tidak ada, sependek pengetahuan saya, agama-agama yang memperbolehkan LGBT itu tidak ada," tutur Cholil Nafis.

LGBT juga tidak pernah ada dalam budaya bangsa Indonesia. Termasuk Islam yang jelas telah difatwakan oleh MUI sebagai perilaku yang menyimpang atau memiliki kelainan.

"Begitu juga ketika kita bicara soal budaya kita. Itu belum ada sebelumnya budaya budaya kita yang memperbolehkan," ujarnya.

"Kalau Islam itu udah jelas, kami memfatwakan tahun 2014 berkenaan dengan LGBT ini bahkan bisa lebih bahaya daripada perizinahan dan buktinya sudah ada yang digambarkan dalam Al-Qur'an tentang kaum Luth nanti yang diberi azab bukan yang pelaku saja tapi orang di sekitarnya," ungkap dia.

"Maka kami melakukan nahi munkar begini untuk menyelamatkan bangsa Indonesia dengan norma Pancasila tidak sesuai, norma agama tidak sesuai, norma budaya tidak sesuai, ini sudah kita menyebutnya dalam fatwa itu adalah penyimpangan atau kelainan," jelas ketua MUI itu.

Cholil Nafis mengaku, kaum LGBT lebih baik dibina dan disadarkan akan perbuatannya yang telah menyimpang ketimbang memberangusnya.

"Oleh karena itu, saya sepakat bukan diberangus tapi disayangi mereka," imbuhnya.

"Mereka tidak sadar kalau itu adalah penyimpangan. Sayangi mereka sampai ada kesadaran. Kalau nanti sudah ada kesadaran bahwa ini adalah penyimpangan, kita bina mereka, luruskan mereka kepada jalan yang memang benar," pungkas Cholil Nafis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Yakin Dokter Tak Akan Sanggup Obati LGBT, Edi Hermanto: 99% Obatnya Itu Hanya Al Quran

Yakin Dokter Tak Akan Sanggup Obati LGBT, Edi Hermanto: 99% Obatnya Itu Hanya Al Quran

| Rabu, 12 Juli 2023 | 15:54 WIB

Tak Aman karena Banyak Ancaman, Pertemuan Aktivis LGBT ASEAN di Jakarta Dipindah ke Lokasi Lain

Tak Aman karena Banyak Ancaman, Pertemuan Aktivis LGBT ASEAN di Jakarta Dipindah ke Lokasi Lain

News | Rabu, 12 Juli 2023 | 15:22 WIB

Waduh! Bukti Rekam Jejak Anies Baswedan Ternyata Pernah Bersinggungan sama Kampanye LGBT

Waduh! Bukti Rekam Jejak Anies Baswedan Ternyata Pernah Bersinggungan sama Kampanye LGBT

| Rabu, 12 Juli 2023 | 13:53 WIB

Terkini

8 Fakta Serangan Donald Trump ke Paus Leo XIV yang Tak Henti-Henti

8 Fakta Serangan Donald Trump ke Paus Leo XIV yang Tak Henti-Henti

News | Kamis, 16 April 2026 | 09:29 WIB

Cek Fakta: Benarkah Aktor Roger Danuarta Kecelakaan Motor?

Cek Fakta: Benarkah Aktor Roger Danuarta Kecelakaan Motor?

Entertainment | Kamis, 16 April 2026 | 09:28 WIB

Adu Gacor Striker Lokal Super League: Eksel Runtukahu Bersaing Ketat dengan Ezra Walian

Adu Gacor Striker Lokal Super League: Eksel Runtukahu Bersaing Ketat dengan Ezra Walian

Bola | Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB

Harga Emas Antam Longsor Lagi Jadi Rp 2.888.000/Gram, Cek Daftarnya

Harga Emas Antam Longsor Lagi Jadi Rp 2.888.000/Gram, Cek Daftarnya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB

Akses Selat Hormuz Bakal Dibuka, Harga Minyak Dunia Melemah

Akses Selat Hormuz Bakal Dibuka, Harga Minyak Dunia Melemah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB

IHSG Lompat Tinggi Lagi ke Level 7.663 di Kamis Pagi

IHSG Lompat Tinggi Lagi ke Level 7.663 di Kamis Pagi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:17 WIB

Emiten Bandel Tak Mau Buyback saat Delisting, Ini Kata BEI

Emiten Bandel Tak Mau Buyback saat Delisting, Ini Kata BEI

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:15 WIB

Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen

Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen

News | Kamis, 16 April 2026 | 09:14 WIB

Kasus Korupsi Tambang Rp500 Miliar, Eks Kadistamben Kutai Kartanegara Ditahan

Kasus Korupsi Tambang Rp500 Miliar, Eks Kadistamben Kutai Kartanegara Ditahan

Kaltim | Kamis, 16 April 2026 | 09:10 WIB

Gandeng TikTok, Kemnaker Siapkan Talenta Digital untuk Perluas Kesempatan Kerja

Gandeng TikTok, Kemnaker Siapkan Talenta Digital untuk Perluas Kesempatan Kerja

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:00 WIB