Suara.com - Konflik antara Donald Trump dan Paus Leo XIV terus menjadi sorotan global. Serangan Trump yang berulang kali dilontarkan ke Paus membuat konflik ini berkembang menjadi isu besar.
Pernyataan demi pernyataan yang dilontarkan Trump terhadap Paus Leo semakin tajam dan personal, mulai dari menyebut Paus Leo lemah hingga mempertanyakan kapasitasnya sebagai pemimpin dunia.
Di sisi lain, respons Paus Leo yang tetap tenang justru membuat konflik ini semakin kontras dan menarik perhatian publik dunia.
Agar lebih memahami duduk perkara konflik yang menyita perhatian dunia ini, berikut 8 fakta di balik serangan Donald Trump ke Paus Leo XIV yang tak henti-henti seperti dikutip dari berbagai sumber.
1. Berawal dari Perbedaan Sikap soal Konflik Iran
Konflik ini dipicu oleh perbedaan pandangan terkait situasi geopolitik, khususnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Paus Leo XIV secara terbuka mengkritik retorika keras dan ancaman militer yang dilontarkan Trump.
Menurut Paus, pendekatan seperti itu hanya akan memperburuk keadaan dan memperpanjang penderitaan manusia. Ia menekankan bahwa jalan damai melalui dialog jauh lebih penting daripada kekuatan militer.
Namun, pandangan ini justru dianggap Trump sebagai sikap yang lemah dan tidak realistis dalam menghadapi ancaman global.
2. Trump Menyebut Paus Lemah dan Tidak Kompeten
Salah satu serangan paling keras dari Trump adalah ketika ia menyebut Paus Leo XIV sebagai sosok yang “lemah dalam menghadapi kejahatan”.
“Paus Leo lemah dalam menangani kejahatan, dan buruk dalam kebijakan luar negeri,” tulis Trump dikutip dari The Guardian (16/4/2026).
Trump juga mengkritik Paus karena dianggap terlalu terlibat dalam isu politik global. Ia menyarankan agar Paus fokus pada urusan gereja dan tidak mencampuri kebijakan negara.
Bahkan, Trump menuding Paus condong ke kelompok politik tertentu dan tidak netral. Situasi ini semakin memanas karena menyentuh isu sensitif terkait hubungan antara agama dan politik.
3. Klaim Kontroversial soal Terpilihnya Paus
Dalam pernyataan yang cukup mengejutkan, Trump mengklaim bahwa terpilihnya Paus Leo XIV tidak lepas dari pengaruh dirinya.