Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mendesak Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun pimpinan Panji Gumilang jangan dijadikan bahan untuk politik menjelang pemilihan umum (pemilu) 2024.
"Saya pikir itu dari dulu selalu begitu ya, makanya saya katakan kenapa sih Al Zaytun ini setiap menjelang pemilu ribut," kata Moeldoko dalam keterangannya dikutip Liberte Suara, Kamis (13/7/2023).
Moeldoko berharap pesantren tidak dijadikan bahan untuk kampanye politik jelang pemilu meskipun entitas Al Zaytun masih berada dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Siapa saja bisa mendekati, ya kan begitu untuk kepentingan politik. Tapi harapan saya kan jangan pesantren dipolitisasi, itu yang nggak boleh,” ujar mantan Panglima TNI itu.
Ia mencontohkan, jika yang dipolitisasi itu adalah individunya, seperti Panji Gumilang, itu masih diwajarkan. Sebaliknya, jika sudah menyangkut institusi pendidikannya seperti pesantren sebaiknya jangan.
“Tapi jangan dipolitisasi, jadi ribut seperti ini nih Al Zaytun itu, setiap menjelang pemilu selalu ribut mulu, apa sih begitu loh,” pungkas Moeldoko..