Penggiat media sosial, Denny Siregar turut memberikan pendapatnya terkait dengan pertemuan antara Elite PDI Perjuangan (PDIP) Budiman Sudjatmiko dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
Dirinya memuji pertemuan yang diadakan antara dua sosok yang dahulunya pernah menjadi musuh satu dengan yang lainnya namun kini terlihat begitu mesra hingga berdiskusi dengan tenang.
Meski begitu, ia mengingatkan hal itu bukan berarti semuanya telah berakhir, Denny mengingatkan bahwa sejarah tidak boleh dilupakan begitu saja.
"Rekonsiliasi itu penting. Memaafkan itu penting. Tapi "tidak pernah melupakan" itu juga penting," tegasnya dilansir pada Kamis (20/7).
Denny mengatakan bawah sebuah bangsa yang maju terbentuk dari sejarah yang kuat. Dengan mengenal hal tersebut maka bangsa tersebut dapat mencegah hal serupa untuk terulang kembali di masa depan.
"Bangsa yang besar terbentuk dari sejarah. Dari masa lalu kita belajar bagaimana mencegah keburukan di masa depan dan mencegah yang terburuk berkuasa, itu keharusan," jelasnya.
Sebelumnya, Budiman Sudjatmiko telah mengadakan pertemuan dengan sosok dari Prabowo Subianto. ia berharap mereka berdua dapat bermanfaat bagi rakyat Indonesia dengan mengajak semua pihak untuk memperjuangkan persatuan dan keadilan bagi bangsa.
"Minimal dua sila itulah, 'Persatuan Indonesia' untuk 'Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia'. Saya pikir, saya akan mengenang masa-masa lalu saya dan Pak Prabowo, akan masa lalu Pak Prabowo dengan manis, ya. Apapun itu, kita berhutang kepada masa depan, bukan berhutang pada masa lalu," imbuhnya.
Baca Juga: Kubu Ganjar Tenang Soal Manuver Budiman Sudjatmiko: Dekati Temanmu dan Lebih Dekati Musuhmu