Pegiat media sosial Jhon Sitorus menyoroti Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang mengatakan Kota Solo terpilih menjadi tuan rumah babak semifinal dan final Piala Dunia U-17 2023 yang akan digelar di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, pada November mendatang.
Hal tersebut ditanggapi Jhon Sitorus melalui akun Twitter pribadinya. Dalam cuitannya, Jhon Sitorus menilai bahwa pilihan PSSI tersebut merupakan pilihan yang tepat.
Ia menyebutkan bahwa Stadion Manahan Solo merupakan venue yang paling siap untuk Piala Dunia 2023.
"Pilihan yang tepat. Stadion Manahan Solo memang stadion yang paling siap untuk menggelar piala dunia," ucap Jhon Sitorus dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @Miduk17, Selasa (25/7).
Jhon Sitorus mengatakan bahwa stadion tersebut memiliki kesiapan yang matang yakni mulai dari aksesnya sampai rumput stadionnya yang sudah kelas FIFA.
"Aksesnya bisa dari segala arah, stadion kelas FIFA, rumputnya kelas FIFA bukan standar kabupaten, ramah difabel dan kuliner yang banyak. Kota Solo, Jawa Tengah emang keren," tandasnya.
Sementara itu, Erick Thohir juga menyebutkan terkait alasan Solo yang jadi tempat semifinal maupun final kejuaraan Piala Dunia U-17 2023.
"Solo akan menjadi tempat semifinal dan final Kejuaraan Piala Dunia U-17, karena kota ini bersejarah, PON pertama digelar ada di sini. Siapa tahu sepak bolanya juga buat sejarah," kata Erick Thohir, dalam acara meninjau seleksi pemain Timnas U-17, di Stadion Sriwedari Solo, Minggu (23/7).
Tapi, kata Erick Thohir, tentu Indonesia ingin berprestasi di Piala Dunia U-17, namun hal tersebut jangan dijadikan beban.
"Biarkan pemain yang mengeluarkan seluruh kemampuannya seperti kemarin Timnas SEA Games, mereka yang mau dan mereka membuktikan jadi anak muda Indonesia. Kalau dibimbing dan diberi kesempatan dan mereka bangkit, Insya Allah ada jalan," kata dia.
Erick Thohir yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu, mengatakan, seleksi pemain Timnas U-17 sudah berjalan di tujuh kota yang hadir di Jakarta, Bandung, Palembang, Bali, dan Solo, ada yang di Kalimantan dan Banjarmasin seleksi berjalan lancar dan dipastikan tidak ada pemain titipan.
"Karena kita ingin memberikan sebesar-besarnya kepada talenta yang ada di Indonesia dan kita serius mempersiapkan tidak hanya untuk U-17 tahun ini, tetapi juga untuk U-20 pada 2025," kata Erick yang didampingi Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka.
Karena, lanjut Erick, tidak mungkin membentuk tim yang tangguh dengan program yang terus pendek-pendek saja. Keseriusan ini, bisa diumumkan pihaknya sudah menandatangani dengan Frank Wormuth asal Jerman, yang akan menjadi pelatih pendamping, Indra Syafri, juga sangat menyambut untuk terus bekerja sama.
Pelatih dari Jerman tersebut mendampingi Timnas U-17 pada bulan Agustus ini, di Jakarta lalu akan mendampingi full nanti di Jerman. Ia juga akan menampingi secara penuh di Piala Dunia U-17.
Pelatih memiliki latar belakang bagus. Ia pernah menjadi instruktur pelatih Federasi Sepak Bola Jerman selama 10 tahun, pelatih tim nasional U-20 Jerman selama 6 tahun dan tiga tahun terakhir di liga satu Belanda.
"Jadi ini, hal yang positif ketika Indonesia mengembangkan sepak bola, juga bekerja sama dengan banyak pihak dari negara lain yang percaya sepak bola Indonesia bisa bangkit dan tentu tadi disampaikan FIFA juga akan hadir di akhir bulan ini, untuk mengecek lagi seluruh persiapan fasilitas stadion yang diusulkan untuk U-17," jelasnya.
Menurut dia, memang khususnya untuk Kota Solo ini, dulu sudah siap digunakan Piala Dunia U-20 tetapi FIFA tetap akan mengecek ulang.