Pegiat media sosial Jhon Sitorus menyoroti Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang mengaku bakal menertibkan hutan kota di Jakarta Timur yang diduga sebagai tempat berkumpulnya kaum Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).
Hal tersebut ditanggapi Jhon Sitorus melalui akun Twitter pribadinya. Dalam cuitannya, Jhon Sitorus menyebut bahwa Heru Budi justru dapat warisan dari mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berupa pekerjaan rumah (PR) yang berat.
Jhon Sitorus mengatakan bahwa warisan itu salah satunya yakni terkait persoalan kaum LGBT.
"Heru Budi Hartono diwarisi PR berat saat memegang kendali DKI 1. Salah satunya adalah LGBT yang makin subur di era Abas hingga sekarang. Bahkan mudah menemukan kelompok-kelompok mereka diberbagai sudut Jakarta," ujar Jhon Sitorus dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @Miduk17, Kamis (27/7).
Lebih lanjut, Jhon Sitorus juga yakin bahwa Heru Budi bisa mengatasi PR berat itu demi DKI Jakarta yang lebih bermartabat.
"Saya yakin pak Heru bisa mengatasi warisan Abas ini agar Jakarta lebih bermartabat," tandasnya.
Sementara itu, Heru Budi menegaskan bakal menertibkan terkait persoalan itu. Heru Budi menyebut akan adanya koordinasi lebih lanjut.
"Ya nanti kita tertibkan, kan ada Satpol PP, nanti koordinasi," kata Heru di Kepulauan Seribu, Selasa (25/7).
Selain itu, Heru Budi pun meminta agar Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar melakukan tinjauan ke hutan kota. Adapun hal tersebut guna memastikan lokasi tersebut dijadikan sebagai tempat berkumpulnya kaum LGBT.
Dilansir dari CNN, Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar menyatakan di lokasi tersebut tak ada kaum LGBT.
"Enggak ada, enggak tahu saya," kata Anwar di Gedung DPRD DKI Jakarta.
Anwar mengaku telah memerintah Kasatpol PP Jakarta Timur, Budhy Novian agar para anggotanya menjaga seluruh fasilitas sosial dan fasilitas umum terutama hutan kota. Menurutnya, lokasi tersebut kini dijaga oleh Satpol PP selama 24 jam.
"Kan rawan hal yang tak diinginkan terjadi tapi kalau petugas enggak ada kan saya kira ya pasti akan terjadi kalau kita enggak jaga," tuturnya.
Kendati demikian, kata dia, yang bertanggungjawab untuk mengeksekusi hal tersebut yakni pihak kepolisian. Anwar mengaku telah memberikan sosialisasi setiap Selasa dan Jumat dengan turun ke lapangan guna meminimalisir kejadian yang tak diinginkan.
"Yang pertama itu tindakan tegas koordinasi dengan forkom. Kedua kita akan selalu monitor, monev (monitor dan evaluasi) minta laporan dari kecamatan setempat. Terutama dari para manpol-manpol (Red: Mantri Polisi atau Satpol PP) dari wilayah kecamatan apa yang anda lakukan setiap hari bila perlu ada dokumentasi," ujar Anwar.
Sebelumnya, Anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi PDIP Wa Ode Herlina menyebut kawasan hutan kota di Makassar, Jakarta Timur kerap dijadikan sebagai tempat berkumpulnya LGBT. Hal ini disampaikan Wa Ode saat membacakan kompilasi hasil kegiatan reses ke-2 tahun 2023 dalam rapat paripurna, Selasa (18/7).
"Dewan mengharapkan eksekutif melakukan pengawasan dan pengamanan terutama di area hutan kota dan taman kota mengingat sering terjadi tindak kriminalitas di hutan kota contohnya di hutan kota Jalan Perindustrian dan menjadi tempat berkumpulnya kaum Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT)," kata Wa Ode melalui keterangan tertulis.