Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syaiful Huda menceritakan pertemuan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dengan petinggi PDI Perjuangan Puan Maharani.
"Mbak Puan menyampaikan bahwa Gus Imin masuk kandidasi wapres dari lima yang disebutkan, yang sebelumnya 10 itu. Juga soal rencana pertemuan Gus Imin dengan Ibu Megawati," kata Huda dalam keterangannya, dikutip Liberte Suara, Jumat (28/7/2023).
Namun Huda menegaskan PKB belum tergoda dengan tawaran PDIP bahwa Gus Imin berpeluang mendampingi Ganjar Pranowo untuk pemilihan presiden (pilpres) 2024. PKB masih ingin bersama dengan Partai Gerindra.
"Tapi sekali lagi itu semuanya masih dalam kerangka PKB solid, PKB masih kerja keras bersama dengan Gerindra. Jadi opini menyangkut soal PKB sudah tergoda kira-kira belum," kata Huda.
"Posisinya, PKB terus menyolidkan kontrak politik yang sudah ditandatangani antara PKB dengan Gerindra Karena kami dengan Gerindra sama-sama butuh. Gerindra butuh untuk memenuhi 20% presidential treshold, PKB juga sama, dua-duanya membutuhkan baik pada konteks pemenuhan 20% presidential treshold maupun pada yang lain," jelas Huda, menambahkan.
Huda juga menambahkan keunggulan Ketua Umum Gerindra dan Gus Imin. Ia juga menceritakan mengapa Prabowo bisa kalah dalam pilpres 2019 sebelumnya.
"Saya menyebutnya, Pak Prabowo dengan Gus Imin itu dwitunggal, jadi sama-sama melengkapi dua periode pilpres, dua putara pilpres, mohon maaf Pak Prabowo kalah kan kalahnya ada di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dan Jawa Timur, Jawa Tengah adalah address Gus Imin, address-nya PKB, karena lumbung suara PKB cukup kuat di Jawa Timur dan Jawa Tengah," terangnya.
"Jadi kalau mempertimbangkan itu ya tentu kita akan lebih memilih yang sama-sama membutuhkan yaitu Gerindra dan PKB," pungkas Huda.
Baca Juga: Temui Semua Bakal Capres, Begini Respon Gibran Saat Manuvernya Dituding Mengacak-acak PDIP