Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu menyoroti Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang mengisyaratkan bahwa partainya akan bergabung dengan PDI Perjuangan (PDIP) mendukung calon presiden (capres) dari PDIP Ganjar Pranowo.
Adapun Airlangga Hartarto mengungkapkan kondisi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) ikut dibahas oleh tim teknis Golkar dan PDIP.
Hal tersebut ditanggapi Said Didu melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Said Didu menyinggung hal tersebut hasil dari Airlangga Hartarto yang diperiksa oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).
Said Didu pun menyindir soal adanya arahan Istana.
"Apakah ini hasil setelah diperiksa 12 jam di Kejagung dan mendapatkan 'arahan' di Istana selama 3,5 jam," ujar Said Didu dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @msaid_didu, Jumat (28/7).
Lebih lanjut, Said Didu melontarkan pertanyaan terkait kerelaan para kader Golkar jika partainya itu 'dijual' lantaran demi menutupi kasus Ketumnya.
"Apakah kader @Golkar5 @PartaiGolkar rela partainya 'dijual' oleh Ketua Umumnya untuk menutupi kasus pribadi Ketua Umumnya?," tandasnya.
Sementara itu, pernyataan Airlangga Hartarto itu diungkapkan usai menerima kunjungan Ketua DPP PDIP Puan Maharani di kediamannya pada Kamis (27/7).
"KIB sangat cair, di PDIP sudah ada PPP, kemudian masih ada PAN, kita akan lihat secara keseluruhan," ungkap Airlangga Hartarto.
Sebagai informasi, ada tiga partai politik yang tergabung dalam KIB, yakni Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN).
KIB pun diktetahui belum mengumumkan bakal calon presiden (bacapres) maupun bakal calon wakil presiden (bacawapres) yang akan didukungnya.
Di samping itu, PPP yang merupakan parpol bagian dari KIB, memutuskan mendukung Ganjar Pranowo. Terkait hal itu, sikap KIB pun dipertanyakan apakah memang akan pindah haluan dengan medukung Ganjar Pranowo selaku capres PDIP.
Airlangga Hartarto pun menyampaikan bahwa perihal KIB akan pindah ke PDIP, hal tersebut menjadi pembahasan ke depannya.
Tambahan, telah disepakati dalam pertemuan Puan Maharani dengan Airlangga Hartarto sekaligus sejumlah elite politik masing-masing dia parpol itu, yakni pembentukan tim teknis untuk kedua partai tersebut menjelang Pemilu 2024.