Beredar video berjudul "PDIP PANIK TOTAL!! GANJAR PUAN KELUAR DARI DAFTAR CAPRES 2024" yang diunggah oleh akun YouTube Jejak Politik pada Senin (17/7/2023).
Narasi judul video itu mengarahkan penonton agar percaya bahwa dua sosok yang digadang bakal maju jadi calon presiden (capres) pada Pilpres 2024 mendatang yakni Ganjar Pranowo dan Puan Maharani keluar dari daftar Capres 2024.
Video itu pun didukung dengan gambar thumbnail bahwa Puan Maharani tampak bersalaman dengan Ganjar Pranowo serta ada pula Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto.
Selain itu, video itu lengkap disertai tulisan "ISTANA NEGARA KETAR KETIR. GANJAR DAN PUAN KELUAR DAFTAR. PRABOWO PANIK TOTAL YENI WAHID BUKA SUARA SIAP DAMPINGI ANIES DI 2024".
Penjelasan :
Berdasarkan penelusuran video tersebut secara keseluruhan yang berdurasi 8 menit, tidak ditemukan informasi terkait adanya kepanikan dari PDIP kalau Ganjar Pranowo dan Puan Maharani keluar dari daftar Capres 2024.
Selain itu juga tak ditemukan fakta bahwa Istana tampak ketar-ketir hingga Prabowo Subianto yang panik total kalau sosok yang disebut bakal jadi cawapresnya justru siap mendampingi Anies Baswedan menuju Pilpres 2024.
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada bukti atau berita kredibel yang menyatakan bahwa Anies Baswedan melakukan hal demikian.
Adapun dalam video tersebut, seperti dikutip dari Turnbackhoax.id, hanya menarasikan artikel karya Hefty Suud di laman Jatim.tribunnews.com berjudul "Puan Maharani dan Yenny Wahid, Masuk Daftar Cawapres Anies Baswedan, Putri Gus Dur: Mahal" yang diunggah pada 8 Juli 2023.
Baca Juga: Briptu Tiara Nissa Zulbida, Anggota Polri yang Diwisuda Presiden Erdogan di Turki
Artikel tersebut membahas tentang sosok cawapres Anies Baswedan adalah perempuan, di antaranya yang dimungkinkan akan menjadi cawapres Anies Baswedan dalam pilpres 2024 adalah Yenny Wahid dan Puan Maharani.
Kesimpulan :
Video dengan judul "PDIP PANIK TOTAL!! GANJAR PUAN KELUAR DARI DAFTAR CAPRES 2024" yang diunggah oleh akun YouTube Jejak Politik pada Senin (17/7/2023) memiliki konten yang menyesatkan atau hoax.