Rusia Prediksi UEA Keluar dari OPEC Akan Bawa Berkah untuk Harga Minyak Dunia

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 30 April 2026 | 10:23 WIB
Rusia Prediksi UEA Keluar dari OPEC Akan Bawa Berkah untuk Harga Minyak Dunia
Harga minyak dunia (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Uni Emirat Arab resmi keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei 2026 mendatang.

  • Rusia memperingatkan potensi kelebihan pasokan minyak yang memicu penurunan harga pasar global secara signifikan.

  • Kebebasan produksi tanpa koordinasi menjadi ancaman utama bagi stabilitas nilai jual minyak mentah dunia.

Suara.com - Keputusan Uni Emirat Arab meninggalkan keanggotaan OPEC memicu kekhawatiran serius terhadap stabilitas harga minyak dunia di masa depan.

Langkah berani Abu Dhabi ini diprediksi bakal mengakhiri era koordinasi produksi ketat yang selama ini menjaga keseimbangan pasar energi.

Dikutip dari Reuters, Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov menilai keluarnya salah satu produsen raksasa tersebut merupakan sinyal berakhirnya kendali kolektif terhadap volume produksi.

Harga minyak dunia tembus 118 dolar AS per barrel. Akankah harga BBM ikut melonjak? [Suara.com/Rochmat]
Harga minyak dunia tembus 118 dolar AS per barrel. Akankah harga BBM ikut melonjak? [Suara.com/Rochmat]

Tanpa ikatan organisasi negara-negara tersebut berpeluang membanjiri pasar dengan memompa minyak hingga batas maksimal kapasitas mereka.

Situasi ini menjadi ancaman nyata bagi negara-negara produsen yang selama ini menggantungkan pendapatan pada harga minyak tinggi.

“Hari ini kita mendengar bahwa salah satu negara, Uni Emirat Arab, meninggalkan OPEC,” kata Siluanov.

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya kekhawatiran internal dalam aliansi OPEC+ terhadap ketidakteraturan kebijakan produksi di masa mendatang.

Ilustrasi Uni Emirat Arab putuskan keluar dari OPEC di tengah ketegangan Perang Iran dan kenaikan harga minyak dunia [SUARA.COM/Hdi-dibuat dengan bantuan AI]
Ilustrasi Uni Emirat Arab putuskan keluar dari OPEC di tengah ketegangan Perang Iran dan kenaikan harga minyak dunia [SUARA.COM/Hdi-dibuat dengan bantuan AI]

Siluanov menegaskan bahwa kebebasan produksi oleh mantan anggota akan berdampak langsung pada nilai jual komoditas tersebut di bursa internasional.

“Apa artinya ini? Artinya negara tersebut dapat memproduksi minyak sebanyak yang memungkinkan kapasitas produksinya dan melepaskannya ke pasar," lanjut dia.

baca juga

Jika langkah ini diikuti oleh produsen lain secara tidak terencana maka penurunan harga menjadi konsekuensi yang tidak terhindarkan.

"Jika negara-negara OPEC menjalankan kebijakan mereka secara tidak terkoordinasi (setelah keluarnya UEA) dan memproduksi minyak sebanyak kapasitas produksi mereka dan sebanyak yang mereka inginkan, harga akan turun sesuai dengan itu," ujarnya.

Meskipun ancaman penurunan harga nyata Rusia melihat saat ini nilai minyak masih tertahan oleh faktor konflik di Timur Tengah.

Blokade di Selat Hormuz menjadi satu-satunya variabel kuat yang mencegah anjloknya harga akibat sentimen keluarnya Uni Emirat Arab.

Prediksi buruk mengenai kelebihan pasokan kemungkinan besar baru akan terealisasi saat jalur distribusi utama tersebut kembali normal.

Rusia sendiri memilih tetap bertahan dalam format OPEC+ guna menjaga pengaruhnya di tengah krisis energi global yang kian dinamis.

Uni Emirat Arab secara resmi menyatakan akan meninggalkan keanggotaan OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei 2026 mendatang.

Keputusan strategis ini diambil di tengah ketegangan perang di Iran yang sedang mengguncang fundamental pasar energi dunia.

Alasan utama hengkangnya UEA adalah fokus pada percepatan investasi domestik serta visi jangka panjang untuk memaksimalkan potensi produksi energi secara mandiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

UEA Keluar OPEC: Sinyal Kiamat 'Energi' atau Harga Minyak Dunia Turun?

UEA Keluar OPEC: Sinyal Kiamat 'Energi' atau Harga Minyak Dunia Turun?

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:10 WIB

UEA Keluar OPEC, Siap Gelontorkan Pasokan Minyak ke Pasar Dunia Tanpa Kuota!

UEA Keluar OPEC, Siap Gelontorkan Pasokan Minyak ke Pasar Dunia Tanpa Kuota!

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 12:08 WIB

Dampak Uni Emirat Arab Keluar dari OPEC, Dunia Makin Krisis Pasokan Minyak Mentah?

Dampak Uni Emirat Arab Keluar dari OPEC, Dunia Makin Krisis Pasokan Minyak Mentah?

News | Rabu, 29 April 2026 | 10:09 WIB

Terkini

Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya

Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya

Foto | Kamis, 30 Juli 2026 | 06:00 WIB

50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan

50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan

Jawa Tengah | Kamis, 30 Juli 2026 | 05:51 WIB

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

×