Pegiat media sosial Yusuf Dumdum mengungkapkan bahwa kampanye sebar hoaks maupun fitnahan terhadap rival politik sudah tidak zaman lagi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
Hal tersebut diungkapkan Yusuf Dumdum dalam akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Yusuf Dumdum menyebut bahwa Pilpres 2024 sudah saatnya para calon presidn (capres) yang akan jadi Presiden 2024 beradu mulai dari gagasan, ide-ide, serta rekam jejaknya.
"Pemilu 2024 nanti sudah gak zaman kampanye sebar hoax dan fitnah kepada rival politik. Saatnya adu gagasan, ide dan rekam jejak. Pemilu 2014 dan 2019 sudah cukup menjadi pembelajaran bagi kita semua," ujar Yusuf Dumdum dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @yusuf_dumdum, Minggu (30/7).
Yusuf Dumdum pun menyinggung bahwa kontestasi sebelum-sebelumnya yang pernah muncul narasi jika tidak memilih satu sosok itu, maka sebabnya yakni terkait akhirat.
"Narasi 'apabila gak milih si A maka dajjal, kafir dan masuk neraka' sebaiknya dihilangkan jauh-jauh. Masyarakat tidak butuh semua itu," tandasnya.
Sementara itu, terkait cuitan dari Yusuf Dumdum tersebut, warganet pun memberikan reaksinya. Salah satunya yakni dari akun Twitter @royalgem***. Ia menyinggung sosok yang akan maju di Pilpres 2024.
"Kalau hoby bokep bukan hoax lho tapi fakta," ujarnya.
Menanggapi hal itu, Yusuf Dumdum pun langsun menyindir balik sosok capres lainnya yang diketahui kerap memeluk kalangan ibu-ibu saat melakukan blusukan.
"Mana ada kata Hoby? Coba tunjukin. Kalau yg hobby peluk wanita bukan mahram sih ada," ucapnya.
Di samping itu, warganet dengan akun @Allifi***, justru mengungkapkan bahwa dirinya lebih memilih sosok yang jadi presiden ialah dari kalangan artis. Alasannya, dari rekam jejak jelas dan terbuka.
"Wkwkw semua di sembah padahal hanya politik yang sebenarnya tak berpengaruh apa-apa ke yang pro atau kontra, kalau saya boleh memilih alangkah bagusnya Raffi Ahmad saja jadi presiden, rekam jejak yang jelas dan terbuka," imbuhnya.