Politikus Golkar, Andi Sinulingga menyoroti Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto yang membantah jika DPP PDI Perjuangan (PDIP) memberi instruksi kepada Plt Wali Kota Bekasi untuk membatalkan izin penggunaan Stadion Patriot Candrabhaga untuk acara PKS yang menghadirkan Anies Baswedan.
Hal itu ditanggapi Andi Sinulingga melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, loyalis Anies Baswedan ini menyinggung soal Plt Wali Kota Bekasi yang merupakan kader berlogo banteng itu.
Andi Sinulingga juga mengungkapkan fakta kalau Plt Wali Kota Bekasi itu rupanya kepala daerah yang bukan dipilih langsung oleh warga.
"Ooohhh, Plt Wali Kota Bekasi itu kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ketua DPC PDIP Kota Bekasi. Bukan Walikota yang di pilih warga kota Bekasi rupanya dia," ujar Andi Sinulingga dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @AndiSinulingga, Senin (31/7).
Andi Sinulingga pun menyebut terkait Plt Wali Kota Bekasi yang bukan dipilih langsung warga menjadi ada bedanya dengan kepala daerah yang dipilih langsung oleh warga.
"Itulah bedanya jika kepala daerah di drop dari atas dgn kepala daerah yg di pilih langsung oleh warga," tandasnya.
Sementara itu, usai mengeluarkan keputusannya yakni mencabut izin penggunaan Stadion Patriot Candrabhaga untuk acara Senam Bareng Rakyat yang bakal dihadiri Anies Baswedan, Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Tri Adhianto pun meminta maaf.
Adapun diketahui, Pemkot Bekasi sudah memberi izin pemakaian stadion untuk acara itu melalui surat yang ditandatangani Tri pada Rabu, 26 Juli 2023. Pemkot Bekasi dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) selaku penyelenggara pun sama-sama telah mengetahui bahwa pada Sabtu malam bakal ada pertandingan Liga 1 di Stadion Patriot Candrabhaga.
Akan tetapi, izin tersebut tiba-tiba dicabut sepihak dengan alasan adanya pertandingan sepak bola. Karena hal itu, Tri dalam keterangannya mengaku kurang teliti akan hal tersebut yang ternyata justru bentrok acara senam bareng dengan pertandingan Liga 1 antara Bhayangkara FC melawan PSM Makassar.
Terpisah, pihak dari PDIP yang membantah jika DPP PDIP memberikan intruksi akan hal tersebut, Hasto Krisiyanto seraya memberikan contoh jika pDIP ingin mengadakan kegiatan.
Pihaknya, kata Hasto,membangun komunikasi yang baik dan menjalani seluruh prosedur administrasi dengan lengkap. Sehingga, kata dia, acara bisa berjalan tanpa penghadangan.
"Karena sejak pertama kali PDIP ini ada, kami mengalami pengalaman buruk bagaimana penghadangan-penghadangan secara politik itu," kata Hasto dikutip dari Tempo.
Hasto mengatakan dari pengalaman penghadangan politik yang pernah dialami PDIP dahulu maka kata Hasto, pihaknya selalu mengingatkan kadernya untuk tidak menghalangi pihak lain di dalam melakukan dialog terlebih dengan rakyat.