Seleksi timnas U-17 Indonesia sebagai persiapan Piala Dunia U-17 terus digenjot. Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali memantau seleksi tersebut di Kota Manado. Sebanyak 124 peserta terlihat bersemangat dan antusias mengikuti seleksi.
Mantan Menpora ini menegaskan tidak ada pemain titipan dan semua harus bersaing sehat untuk lolos seleksi nasional.
“Tidak ada kuota khusus perihal jumlah pemain yang akan direkrut. Tugas kalian adalah menunjukkan kemampuan terbaik saat seleksi. Tidak ada pemain titipan. Semua bersaing ketat untuk lolos masuk seleksi nasional, sebelum pemusatan latihan (TC) di Jerman nanti” ujar Amali, kemarin.
Proses seleksi dipimpin langsung oleh Indra Sjafri didampingi dua pemandu bakat dengan membagi para pemain menjadi beberapa tim. Adapun setiap tim diberikan waktu untuk bertanding satu sama lain dan menunjukkan kemampuan terbaiknya baik secara individu maupun kelompok.
Pandangan serupa dikemukakan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir. Erick memastikan mereka yang bakal masuk Timnas U-17 adalah bibit-bibit unggul yang benar-benar memiliki talenta.
“Semuanya harus sesuai kriteria," tutur Erick. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu mengakui seleksi kali ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo, PSSI mengubah konsep rekrutmen tim U-17 yang akan disiapkan untuk Piala Dunia U-17.
Untuk melahirkan pemain yang unggul, Erick memastikan proses seleksi ini berjalan objektif. Dia menekankan agar tidak boleh ada 'titipan' dalam seleksi pemain. Selain materi pemain, Erick benar-benar ingin memastikan kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia.