- Warga RT 11 RW 07 Gandaria Utara mengembangkan program pengolahan sampah Smart Geprek untuk meningkatkan nilai ekonomi limbah rumah tangga.
- Program ini menggunakan mesin berbasis dinamo dan gearbox guna mempercepat proses penghancuran sampah plastik serta pengomposan limbah dapur.
- Inovasi tersebut ditargetkan segera terealisasi melalui kolaborasi dengan pihak pengepul, instansi lingkungan hidup, serta sekolah-sekolah di wilayah sekitar.
Suara.com - Setelah viral karena membangun sistem keamanan canggih secara swadaya, warga Gang Haji Jeni 2 RT 11 RW 07, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kini menyiapkan inovasi baru.
Kali ini, yang mereka bidik bukan lagi soal keamanan, melainkan sampah plastik dan limbah dapur.
Di gang yang sebelumnya ramai diperbincangkan karena memiliki pagar akses kartu, CCTV, GPS tracker, panic button hingga command center mandiri itu, warga kini tengah mengembangkan program pengelolaan sampah berbasis teknologi sederhana bernama “Smart Geprek”.
Program tersebut digagas untuk mengubah sampah rumah tangga menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi.
"Kami mau ubah menjadi sesuatu yang mengasyikkan agar ketika orang itu buang sampah, minimal nanti kami ubah menjadi berkah, menjadi cuan," ujar Ketua RT setempat, Imam Basori, Rabu (27/5/2026).
Smart Geprek merupakan mesin penghancur sampah plastik seperti botol dan tutup botol yang bekerja menggunakan sistem dinamo dan gearbox.
Mesin itu disiapkan untuk menggantikan cara manual yang selama ini digunakan warga atau pengepul kecil.
"Kalau seumpama manual kan kadang digeprek pakai tenaga manusia. Jadi, kami nanti menggunakan sistem dinamo yang teknologinya pakai seperti itu," jelas Imam.

Tak hanya fokus pada sampah plastik, warga juga mulai mengembangkan sistem pengolahan limbah dapur agar proses pengomposan bisa berlangsung jauh lebih cepat.
Selama ini, proses pengomposan konvensional membutuhkan waktu hingga hampir satu bulan. Warga Gang Haji Jeni ingin memangkas proses tersebut menjadi hanya satu hari.
"Jadi, kami ingin nanti sampai pengeringan bisa dikelola sampai satu hari bisa kami manfaatkan," kata Imam.
Program itu nantinya tidak hanya berjalan di lingkungan warga setempat. Pengurus RT berencana menggandeng pengepul, instansi lingkungan hidup, hingga sekolah-sekolah di sekitar kawasan Gandaria Utara untuk ikut terlibat dalam edukasi pengelolaan sampah.
Menurut Imam, sejumlah komponen mesin seperti dinamo dan gearbox kini sudah mulai dipesan dan proses pembuatan Smart Geprek ditargetkan segera berjalan.
"Insyaallah, dalam waktu cepat ini kami akan lakukan untuk pembuatan," katanya.