"Saya gak yakin apa yang diucapkan sama dengan kenyqtaan...saya lebih yakin ini hanya strategi menarik pemilih bahwa dia bukan penerus jokowi, bukan boneka jokowi...100 persen bablas ra coyo...," tuturnya dikutip Suara Liberte dari akun Twitter-nya @gabrobasal, Senin (31/7).
Sementara itu, diketahui bahwa Ganjar Pranowo mengungkapkan hal tersebut ketika ada pernyataan soal hasil survei lembaga Australia, Utting Research, yang menunjukkan hanya 18 persen responden ingin kandidat capres melanjutkan program pemerintahan Jokowi.
"Kecuali kalau ada yang tak benar kita hentikan, kecuali ada yang tak pas, kita koreksi," kata Ganjar di Kuningan City, Jakarta, Sabtu (29/7).
Ganjar Pranowo pun kembali menegaskan walau bakal ada yang dikoreksi, program pemerintahan Jokowi tak bisa serta merta dihentikan.