Aktivis sosial Rudi Valinka menyoroti Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meresmikan Sodetan Ciliwung yang berlokasi di Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur pada Senin (31/7/2023).
Hal tersebut ditanggapi Rudi Valinka melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Rudi Valinka menyebutkan bahwa proyek sodetan itu merupakan warisan dari pasangan Jokowi-Ahok saat memimpin DKI Jakarta.
Rudi Valinka pun menyinggung proyek tersebut yang dibuat mangkrak termasuk di era kepemimpinan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
"Project sodetan Ciliwung ini adalah legacy Jokowi - Ahok saat mereka jadi pemimpin DKI Jakarta ...dibuat Mangkrak selama 6 Tahun oleh gub Yohanies dengan alasan subyektif," ujar Rudi Valinka dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @kurawa, Senin (31/7).
Lebih lanjut, Rudi Valinka pun menyebut perihal Jokowi yang dianggap rakyat sebagai pemberi solusi terbaik.
"Sebuah kegembiraan khusus buat Jokowi karena dari sinilah beliau dianggap rakyat pemberi solusi terbaik," imbuhnya.
Terkait cuitan Rudi Valinka, warganet pun kerap membanjiri kolom komentasnya. Salah satunya yakni dari akun Twitter @probolaksono. Warganet itu menyinggung soal pembangunan yang harus berkelanjutan.
"Itulah kenapa pembangunan harus berkelanjutan. Yg kurang baik dievaluasi dan diperbaiki, yg sudah baik ya dilanjutkan. Bukan dihentikan karna dislike...," ujarnya.
Sementara itu, dalam peresmian Sodetan Ciliwung, Jokowi tampak didampingi oleh Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.
Dilansir dari Kompas, Jokowi mengungkapkan bahwa proyek sodetan Sungai Ciliwung-Kanal Banjir Timur (KBT) sempat mangkrak karena Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak menyelesaikan pembebasan lahan.
"Saat itu kegiatan pengeboran terhenti karena pembebasan tanahnya tidak diselesaikan oleh Pemprov DKI Jakarta," kata Jokowi seusai meresmikan proyek sodetan Ciliwung-KBT di Jatinegara, Jakarta, Senin (31/7/2023).
Jokowi tidak mengungkapkan di era gubernur siapa pembebasan lahan itu tidak dikerjakan sehingga proyeknya mangkrak. Namun, ia menekankan bahwa rampung tidaknya proyek ini sangat bergantung pada pembebasan lahan.
"Sekarang rampung dan sudah selesai. Oleh sebab itu, saya katakan pekerjaan ini bersama-sama Kementerian PUPR dan Pemprov DKI Jakarta," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.