Pengamat Politik Rocky Gerung menjawab perihal dirinya yang akan dilaporkan karena kata-katanya dianggap menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Rocky mempersilahkan seandainya ada yang mau melaporkan dirinya ke pihak yang berwajib karena perkataan tersebut.
Menurutnya, ia hanya membaca psikologi Presiden Jokowi sebagai pemimpin yang akan segera lengser dari masa jabatannya.
“Saya selalu melihat psikologi Pak Jokowi. Kayak kemarin tuh saya agak keras di acara forum buruh lalu mulai dilaporin. Ya silahkan laporin. Toh saya terangkan itu sebagai deskripsi saya terhadap psikologi Jokowi,” ujar Rocky, dikutip Suara Liberte dari kanal YouTube pribadi pada Senin (31/7/2023).
Ahli ilmu filsafat ini menegaskan bahwa dirinya tidak sedang berusaha mencari perkara melainkan menunjukkan bahwa seorang pemimpin merusak mentalnya sendiri melalui perbuatannya.
“Jadi ini bukan soal cari gara-gara tapi kita mau lihat bagaimana seorang presiden mentalnya itu dia rusak sendiri justru di akhir kepemimpinannya. Itu sebetulnya intinya,” jelas Rocky.
Seperti diketahui, beredar video Rocky Gerung tengah menjadi pembicara dalam acara Aliansi Aksi Sejuta Buruh Siap Lawan Omnibus Law.
Rocky menyindir Presiden Jokowi yang bermanuver hanya untuk mempertahankan legasinya, bukan untuk kepentingan rakyat. Salah satu contohnya yaitu proyek pemindahan Ibu Kota Negara (IKN).
“Dia masih pergi ke China. Dia nawarin IKN. Dia masih mondar-mandir dari koalisi ke koalisi lain. Untuk mencari kejelasan nasibnya tuh. Dia memikirkan nasibnya sendiri. Dia nggak pikirin nasib kita,” ucapnya.
Baca Juga: Pinkan Mambo Akui MA Anak yang Berbeda: Sekarang Bandel
Mantan akademisi Universitas Indonesia (UI) itu bahkan menyebut Presiden Jokowi dengan ujaran-ujaran kasar.
“Itu bajingan yang tolol. Kalau dia bajingan yang pinter. Dia mau terima berdebat dengan Jumhur Hidayat. Tapi bajingan yang tolol itu sekaligus bajingan yang pengecut. Ajaib, bajingan tapi pengecut. Jadi teman-teman kita harus lantangkan ini,” sambungnya.