Gara-gara JK Beber Modal Jadi Ketum Golkar Rp600 M, Partai Politik Disebut Gagal Mendemokrasikan Diri Sendiri

Suara Liberte | Suara.com

Selasa, 01 Agustus 2023 | 10:21 WIB
Gara-gara JK Beber Modal Jadi Ketum Golkar Rp600 M, Partai Politik Disebut Gagal Mendemokrasikan Diri Sendiri
Politisi Senior Partai Golkar Jusuf Kalla (Dok)

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi menilai partai politik (parpol) gagal memberi contoh berdemokrasi yang baik.

Padahal, kata Burhanudin, parpol merupakan instrumen penting demokrasi setelah reformasi politik secara masif pascareformasi tahun 1998. 

"Sayangnya partai politik sebagai instrumen penting demokrasi sering gagal mendemokrasikan dirinya sendiri termasuk dalam proses pemilihan ketua umum," katanya, dalam sebuah pernyataan, dikutip Liberte Suara, Selasa (1/8/2023).

"Harusnya kan mereka memberi contoh kalau betul bahwa demokrasi itu tumbuh di sistem kepartaian kita, harusnya partai politik yang paling demokratis," sambungnya.

Pengamat politik itu menyebut parpol seharusnya mendahulukan langkah-langkah demokratis alih-alih memakai uang untuk menggelar pemilihan ketua umum satu parpol. 

Burhanudin juga melihat tidak adanya transparansi dalam sistem keuangan partai. Lebih dari itu, adanya bantuan dari negara untuk parpol menjadi memiliki dampak terhadap kinerja sebuah parpol.

"Nah ini memang sangat kompleks ya masalahnya, pertama adalah sistem keuangan partai kita sangat tidak tansparan, kemudian subsidi negara untuk partai politik kita itu jauh dari cukup," ucap Burhanudin.

"Untuk dua hal, apa namanya fungsi mereka satu adalah political finance ya yaitu untuk kepentingan kampanye atau keuangan politik, yang kedua adalah untuk operasional finance untuk kebutuhan operasional. Dua-duanya sangat besar," pungkas dia.

Untuk diketahui, mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) membuat pernyataan soal modal yang dibutuhkan untuk menjadi seorang ketum Golkar yang mencapai Rp600 miliar.

"Karena Golkar itu suka ketuanya itu pimpinan negara, saya tertinggi waktu itu, ongkos hampir kecil sekali. Kalau sekarang Anda mau jadi Ketua Golkar jangan harap kalau Anda tidak punya modal 5-600 miliar," kata JK dalam sebuah paparan, dikutip Liberte Suara, Selasa (1/8/2023).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi, KPK, Kejaksaan Seharusnya Bisa Ikut Nongkrongi Proses Pemilihan Ketum Partai Imbas JK Beber Modal Rp600 M

Polisi, KPK, Kejaksaan Seharusnya Bisa Ikut Nongkrongi Proses Pemilihan Ketum Partai Imbas JK Beber Modal Rp600 M

| Selasa, 01 Agustus 2023 | 09:56 WIB

Kata JK Soal Butuh Modal 600 M buat Jadi Ketum Golkar, Pertanyaannya, Ini Pengalaman Pribadi?

Kata JK Soal Butuh Modal 600 M buat Jadi Ketum Golkar, Pertanyaannya, Ini Pengalaman Pribadi?

| Selasa, 01 Agustus 2023 | 08:38 WIB

CEK FAKTA: Terbukti Jadi Bekingan Panji Gumilang, Jusuf Kalla Diciduk Aparat

CEK FAKTA: Terbukti Jadi Bekingan Panji Gumilang, Jusuf Kalla Diciduk Aparat

| Rabu, 12 Juli 2023 | 10:45 WIB

Terkini

Amerika Serikat Kirim Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah, Tekan Iran Percepat Negosiasi Damai

Amerika Serikat Kirim Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah, Tekan Iran Percepat Negosiasi Damai

News | Sabtu, 25 April 2026 | 07:06 WIB

Italia Ganti Patung Yesus yang Dirusak Tentara Israel di Lebanon

Italia Ganti Patung Yesus yang Dirusak Tentara Israel di Lebanon

News | Sabtu, 25 April 2026 | 06:57 WIB

Terpopuler: 5 HP Snapdragon 8 Gen 5 Terbaik hingga Rekomendasi HP Motorola Kamera Bagus

Terpopuler: 5 HP Snapdragon 8 Gen 5 Terbaik hingga Rekomendasi HP Motorola Kamera Bagus

Tekno | Sabtu, 25 April 2026 | 06:50 WIB

Panen Hoki, 3 Shio Ini Diprediksi Bernasib Baik pada 25 April 2026

Panen Hoki, 3 Shio Ini Diprediksi Bernasib Baik pada 25 April 2026

Lifestyle | Sabtu, 25 April 2026 | 06:35 WIB

Pengadilan Kriminal Internasional Adili Rodrigo Duterte Atas Tuduhan Pembunuhan Massal di Filipina

Pengadilan Kriminal Internasional Adili Rodrigo Duterte Atas Tuduhan Pembunuhan Massal di Filipina

News | Sabtu, 25 April 2026 | 06:34 WIB

Mau Nonton Bioskop di Jember? Cek 4 Lokasi Paling Hits dan Nyaman Ini

Mau Nonton Bioskop di Jember? Cek 4 Lokasi Paling Hits dan Nyaman Ini

Your Say | Sabtu, 25 April 2026 | 06:15 WIB

Fadly Alberto Tetap Kejar Mimpi Pesepak Bola Profesional Meski Terancam Hukuman Berat Komdis PSSI

Fadly Alberto Tetap Kejar Mimpi Pesepak Bola Profesional Meski Terancam Hukuman Berat Komdis PSSI

Bola | Sabtu, 25 April 2026 | 06:05 WIB

Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan

Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan

News | Sabtu, 25 April 2026 | 00:02 WIB

Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti

Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti

News | Jum'at, 24 April 2026 | 23:59 WIB

YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil

YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil

News | Jum'at, 24 April 2026 | 23:55 WIB