Universitas Padjadjaran (Unpad) kembali membuktikan pengabdiannya untuk masyarakat melalui kegiatan dari Kuliah Kerja Lapangan Mahasiswa (KKNM). Kali ini pihaknya mengusung program penguatan bahasa dan budaya Sunda di Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang.
Kegiatan ini rupanya tak sekedar hanya untuk menguatkan tradisi, namun juga upaya untuk mengejar ketertinggalan pengembangan budaya yang termakan oleh perkembangan zaman hingga kepentingan ekonomi.
Diketahui, Desa Citengah dikenal sebagai destinasi wisata alam yang cukup populer. Lewat pemandangan alam hingga pengembangan sarana dan prasarana dalam wilayah tersebut, Desa Citengah menjelma menjadi salah satu tempat wisata yang sukses menarik banyak perhatian masyarakat di Indonesia.
Namun dibalik pengembangan wisata alam yang masif ini, masyarakat desa mengkhawatirkan nilai-nilai budaya setempat yang mulai tergerus zaman. Inilah yang coba diatasi oleh jajaran akademisi dari Unpad.
Pihaknya menginisiasi program Sekolah Budaya di Desa Citengah. Sekolah Budaya ini direncanakan akan terus disokong selama tiga tahun dan akan mengemban misi pewarisan nilai-nilai budaya Sunda bagi masyarakat setempat yang mulai tergerus zaman.
Tak hanya itu, pagelaran budaya juga diadakan lewat kerjasama pihak universtias dan perangkat desa untuk menampilkan adat dan tradisi setempat. Mulai dari permainan-permainan anak hingga ditampilkan kembali seni Songah yang pernah ada di Desa Citengah. Acara ini diharapkan bisa menjadi booster untuk menunjukkan potensi budaya dari Desa Citengah.
"Sebenarnya jenis kesenian di Desa Citengah ini banyak, namun kali ini yang berusaha diangkat kembali adalah kesenian Songah, sejenis alat musik tradisional yang ditiup." kata Irzan. Dan Irzan pun berharap upaya menggali potensi budaya ini terus dilakukan tidak hanya sebatas kegiatan KKNM saja, "Ibarat sebuah upaya perintis, kegiatan pagelaran budaya ini semacam ini semoga terus diupayakan meski kegiatan KKN sudah berakhir," ucap Perwakilan Mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Irzan seperti yang dilansir pada Kamis (10/8).
Dosen Prodi Sastra Sunda Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran, Taufik Ampera yang juga merupakan pembina dari kegiatan itu turut memiliki pendapat yang sama. Pihaknya menegaskan bahwa program-program ini adalah wujud komitmen dari penguatan budaya yang dilakukan oleh Unpad.
"Desa Citengah dikenal sebagai destinasi wisata alam, namun sebenarnya menyimpan potensi budaya yang sangat besar," ujar Taufik.
"Sudah seharusnya potensi budaya ini diperkuat, masyarakat desa tidak hanya sebatas penerima pengaruh dari luar tetapi sebaliknya wisatawan sebaiknya dapat belajar dari masyarakat desa tentang bagaimana memelihara tradisi agar keindahan alam tetap lestari," pungkas Taufik.
Sementara itu, Aparat Desa Citengah Sunarya mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan bisa membawa generasi muda desanya untuk mulai mengenali dan melestarikan kebudayaan dari Desa Citengah. Pihaknya bersyukur atas kegiatan hingga program-program yang telah diinisiasi oleh Unpad.
"Terdapat kekhawatiran yang dapat dibuktikan dengan catatan statistik, bahwa di daerah destinasi wisata alam Desa Citengah ini anak-anak dan generasi muda telah asing dengan budayanya sendiri. Tergerus pengaruh dari luar," ungkap Sunarya.
"Dengan adanya kerja sama antara Desa Citengah dengan Unpad diharapkan terus berkesinambungan. Program yang sangat diharapkan adalah menggiatkan Sekolah Budaya," ujar Sunarya.
Sunarya berharap kegiatan penguatan kebudayaan di wilayahnya ini akan memicu gelombang akan memicu hal serupa di wilayah lain. Menurutnya budaya sejatinya harus menjadi esensi dalam pelestarian alam hingga pemanfaatannya untuk pariwisata.
"Budaya seharusnya dijadikan ruh untuk pelestarian alam, pemajuan pariwisata, dan menangkal pengaruh-pengaruh buruk dari luar. Jika tradisi budaya kuat, alam akan lestari. Jika alam lestari, pariwisata terus berkesinambungan. Jika pariwisata terus berkembang, diharapkan warga Desa Citengah ikut menikmati kesejahteraan. Maka, para pemangku kepentingan harus bekerja bersama dan memikirkan dengan tindakan nyata untuk melestarikan budaya, alam, dan tradisi," tegasnya.
Penulis: Indra Sarathan