Ketua Umum Ganjarian Spartan, Mohamad Guntur Romli menyoroti manuver politik kontroversial yang dilakukan oleh Elite PDI Perjuangan (PDIP) Budiman Sudjatmiko di Pilpres 2024.
Dirinya tak keheranan saat melihat sosok politikus tersebut secara mengejutkan mendukung sosok dari Prabowo Subianto. Padahal kelompok yang menaunginya seperti diketahui telah mencalonkan sosok dari Ganjar Pranowo.
Ini jelas menjadi polemik dan perhatian masyarakat khusunya dari kedua belah pihak termasuk dari Guntur. Ia membaca ada strategi tertentu yang sedang coba dijalankan oleh Budiman.
Terlebih aktivis tersebut tak menyatakan mundur dari partai wong cilik yang menaunginya meski telah mendukung sosok dari Prabowo. Guntur mengatakan setidaknya ada tiga strategi, dilansir pada Senin (21/8).
1. Dia ikut skenario PS untuk "adu-domba" di kubu GP
2. BS mau playing victim kalau dipecat PDIP
3. BS oportunis main dua kaki, kalau GP menang dia bisa balik ke PDIP, kalau PS yang menang dia tetap di PS & pergi dart PDIP, seenaknya sendiri
Budiman Sudjatmiko sendiri telah buka suara terkait dengan dukungannya terhadap Prabowo. Ia mengatakan alasannya mendukung menteri pertahanan tersebut adalah karena menurutnya tanah air membutuhkan pemimpin yang penuh dengan strategi guna menghadapi tantangan global.
Soal konsekuensi atas arah dukungannya sendiri, ia mengaku sudah siap mendapatkan sanksi dari PDIP. Namun ia mengaku sedih jika efeknya merupakan pemecatan dari PDIP.
Baca Juga: BKSAP Tinjau Monumen Reog dan Museum Peradaban di Ponorogo