Donald Trump Bisa 'Dimakzulkan' Gegara Jeffrey Epstein?

M Nurhadi Suara.Com
Senin, 09 Februari 2026 | 07:55 WIB
Donald Trump Bisa 'Dimakzulkan' Gegara Jeffrey Epstein?
Donald dan Melania Trump bersama (mantan) Pangeran Andrew, Jeffrey Epstein, dan Ghislaine Maxwell di Klub Mar-a-Lago milik Trump di Florida pada tahun 2000. (Dagens ETC)
Baca 10 detik
  • Kebocoran dokumen terkait Jeffrey Epstein pada Januari 2026 menyudutkan posisi politik Donald Trump menjelang Pemilu Sela 2026.
  • Trump diduga menggunakan manuver luar negeri agresif seperti penculikan Maduro untuk mengalihkan isu domestik Epstein.
  • Keterlibatan Peter Mendelson di Inggris juga terguncang akibat dokumen Epstein, menguji moralitas elit Barat.

Suara.com - Politik Amerika Serikat kembali diguncang oleh bayang-bayang masa lalu yang kelam. Nama Jeffrey Epstein, pemodal AS yang dikenal memiliki jejaring elit global namun berakhir sebagai narapidana perdagangan manusia dan predator seksual, kini menjadi duri dalam daging bagi pemerintahan Donald Trump di tahun 2026.

Meskipun Epstein telah dinyatakan tewas bunuh diri dalam tahanan pada 2019, misteri di balik koneksinya terus membesar. Investigasi terbaru mengungkap keterlibatan figur-figur paling berkuasa di dunia, termasuk sang Presiden AS saat ini.

Janji kampanye Trump pada Pemilu 2024 untuk membuka tabir gelap Epstein akhirnya menemui titik balik yang menyudutkan dirinya sendiri. Berikut adalah rangkaian peristiwa yang memicu krisis ini:

Kebocoran Album Foto (Juli 2025): Wall Street Journal memicu kegaduhan dengan memublikasikan album ucapan selamat ulang tahun ke-50 Epstein dari tahun 2003, yang di dalamnya memuat nama sejumlah tokoh dunia, termasuk Trump.

Bola Liar Gugatan Hukum: Upaya Trump menggugat media tersebut justru menjadi bumerang. Pada September 2025, Komisi Pengawasan DPR AS merilis album tersebut secara resmi ke publik.

UU Transparansi Arsip Epstein (November 2025): Terjepit oleh desakan internal Partai Republik dan oposisi, Trump terpaksa menandatangani regulasi yang memberi wewenang penuh kepada Kejaksaan Agung AS untuk membuka seluruh dokumen rahasia terkait Epstein.

Dokumen-dokumen sensitif ini mulai mengalir ke publik pada Januari 2026, bertepatan dengan eskalasi ketegangan global yang dipicu oleh AS.

Pengalihan Isu: Analogi "Wag the Dog"

Sejumlah analis politik internasional menilai adanya pola yang identik antara rilisnya dokumen Epstein dengan manuver luar negeri Trump yang agresif. Sidney Morning Herald menyebut langkah Trump sebagai skenario nyata dari film "Wag the Dog"—sebuah upaya menciptakan krisis di luar negeri demi menutupi skandal di dalam negeri.

Baca Juga: Dokumen Jeffrey Epstein Dibuka, Nama Donald Trump dan Bill Clinton Muncul

Beberapa tindakan "aneh" yang dilakukan Trump belakangan ini meliputi:

  • Penculikan Nicolas Maduro: Operasi penangkapan Presiden Venezuela dengan dalih narkoterorisme, padahal Maduro dinilai bukan ancaman nyata bagi keamanan AS.
  • Provokasi Greenland: Menghidupkan kembali isu klaim wilayah atas Greenland yang memicu ketegangan diplomatik dengan Denmark dan Eropa.
  • Gebrakan di Teluk Persia: Mengerahkan armada tempur untuk menggertak Iran, yang membuat dunia berada di ambang kecemasan akan pecahnya perang besar di Timur Tengah.

Strategi ini mengingatkan publik pada langkah Bill Clinton di tahun 1998, yang membombardir Afghanistan dan Sudan untuk mengalihkan perhatian dari skandal Monica Lewinsky saat menghadapi proses pemakzulan.

Jeffrey Epstein dengan Motor Legendaris Yamaha DT180 (US Departement of Justice)
Jeffrey Epstein dengan Motor Legendaris Yamaha DT180 (US Departement of Justice)

Menurut Jafar M Sidik dalam artikelnya di Antara, kasus Epstein bukan sekadar persoalan hukum, melainkan ujian moralitas bagi kepemimpinan di negara-negara Barat.

Di Inggris, pemerintahan Perdana Menteri Keir Starmer ikut goyang setelah Peter Mendelson—koleganya yang terseret dalam dokumen Epstein—terbukti membocorkan rahasia negara.

Sementara itu, tokoh seperti Bill Gates dan Bill Clinton telah menyampaikan penyesalan terbuka atas asosiasi masa lalu mereka dengan Epstein.

Bagi Trump, jejak persahabatannya dengan sang predator seks sebelum tahun 2004 kini menjadi senjata ampuh bagi lawan politiknya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI