- Bank Indonesia menghentikan publikasi mingguan data aliran modal asing demi meningkatkan akuntabilitas dan reliabilitas data.
- Informasi aliran modal asing saham dan SBN kini dapat diakses melalui website BEI dan Kemenkeu secara terpisah.
- BI tetap berkoordinasi dengan Pemerintah mengoptimalkan kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) tidak merilis data aliran modal asing setiap pekan. Padahal sebelumnya, BI terus mengungumkan jumlah aliran modal asing.
Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny, mengatakan keputusan ini dilakukan untuk meningkatkan akuntabilitas dan reliabitas data.
"Selanjutnya, sebagai upaya meningkatkan akuntabilitas dan reliabilitas data, perkembangan aliran modal asing untuk saham dan SBN masing-masing dapat diakses melalui website Bursa Efek Indonesiadan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko – Kementerian Keuangan Indonesia," jelasnya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Dia menambahkan, adapun data perkembangan kepemilikan SRBI dapat diakses melalui website Bank Indonesia.
Di sisi lain, imbas hasil atau yield SBN 10 tahun yang diterbitkan pemerintah naik Jumat lalu ke 6,37 persen dari 6,30 persen pada hari sebelumnya.
"Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia," terang Ramdan.
Dalam hal ini, setiap pekannya BI merilis laporan perkembangan nilai tukar rupiah, imbal hasil SBN serta surta utang pemerintah AS atau US Treasury (UST), sekaligus aliran modal asing.
Data aliran modal asing yang setiap pekan disajikan oleh BI biasanya mencakup aliran modal asing masuk atau keluar ke pasar SBN, saham maupun SRBI. Data mengenai credit default swap (CDS) juga ditampilkan.
Baca Juga: Belanja di Korsel Masih Bisa Bayar Pakai QRIS Hingga April 2026