Koalisi Perubahan tetiba mendapati jalan mereka terhalang oleh sinyal adanya pengkhianat dari tiga mitra koalisi yang terdiri dari Partai Demokrat, Partai NasDem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Pilpres 2024.
Ini menyusul pernyataan kontroversi dari yang dilemparkan oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat Andi Arief dalam Twitter.
Politikus senior tersebut mengatakan bahwa pihaknya akan bersama dengan salah satu mitra koalisi yakni PKS. Ini menyusul ada pihak yang coba mengkhianati keduanya dalam koalisi Perubahan.
"Kami akan terus bersama PKS. Meski satu partai lain menghianati Koalisi," ucapnya seperti yang dilansir pada Rabu (23/8).
Sontak semua mata tertuju pada NasDem. Namun Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasdem, Taufik Basari mengatakan pihaknya tetap berkomitmen bersama mitra koalisinya dalam Koalisi Perubahan.
“Enggak ada (yang berkhianat). Jadi kalau Nasdem, kita sudah teruji komitemen kita ya. Itu tidak perlu kita sampaikan dengan kata-kata tapi cukup dilihat dari bukti,” katanya terkait hal ini.
Belum jelas apa yang sebenarnya terjadi, namun muncul kekhawatiran bahwa konflik ini bisa berujung kepada batalnya pencapresan dari Anies Baswedan di Pilpres 2024.