Tak Cuma Pemerintahan Jokowi, Semua Elemen Wajib Bersinergi Cari Solusi Polusi

Suara Liberte | Suara.com

Kamis, 31 Agustus 2023 | 13:43 WIB
Tak Cuma Pemerintahan Jokowi, Semua Elemen Wajib Bersinergi Cari Solusi Polusi
Polusi udara Jakarta (instagram/@hebohdotcom)

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mendorong pemerintah, swasta, komunitas dan masyarakat untuk bekerja sama untuk menemukan solusi terbaik melalui upaya mitigasi yang tepat guna mengatasi dampak polusi udara.

Ini menyusul sejumlah kasus yang sedang terjadi, khususnya dalam wilayah dari DKI Jakarta. Menurutnya penyebab hal ini terjadi bukanlah semata-mata hanya karena volumen kendaraan maupun kawasan industri, namun lebih dari itu.

“Perkiraan musim kemarau yang masih panjang, memerlukan persiapan dan kerja sama yang baik untuk mengatasi dampaknya, seperti peningkatan kasus infeksi saluran pernafasan atas (ISPA). Jangan saling melempar tanggung jawab dalam penanganannya. Segera cari solusi terbaik,” katanya dalam sambutannya pada diskusi daring bertema Mitigasi Kenaikan Kasus ISPA, dilansir pada Kamis (30/8).

Diskusi yang dimoderatori Anggiasari Puji Aryatie (Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR) itu menghadirkan dokter Ari Dwi Aryani (Deputi Direksi Bidang Kebijakan Penjaminan Manfaat, BPJS Kesehatan), dokter Imran Pambudi (Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Kemenkes) dan Tjandra Yoga Aditama (Guru Besar, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia-Direktur WHO Asia Tenggara periode 2018-2020) sebagai narasumber.

Selain itu, hadir pula Adang Bachtiar (Dewan Pakar/Ketua Majelis Pertimbangan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia/IAKMI) dan Siswantini Suryandari (Award Winning Journalist Bidang Kesehatan) sebagai penanggap.

Menurut Lestari Moerdijat yang akrab disapa Rerie, kasus ISPA yang meningkat secara signifikan harus mendapat perhatian yang serius. Kasus ISPA mulai meningkat sejak Maret 2023, sempat menurun dan melonjak lagi pada Juli 2023.

Bahkan, ujar Rerie mengutip catatan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kondisi polusi udara saat ini menyebabkan ISPA pada anak tinggi.

Diakui Rerie, yang juga Legislator NasDem dari Dapil Jawa Tengah II (Demak, Kudus, Jepara) itu, pemerintah sudah melakukan pencegahan dengan berupaya mengurangi sumber-sumber polutan yang ada saat ini.

Meski begitu, tambah anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, upaya itu membutuhkan kerja sama yang baik semua pihak untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Sedangkan Ari Dwi Aryani mengakui pembiayaan penyakit saluran pernafasan mulai rebound pada Agustus 2023 dan cenderung meningkat dengan penderita terbanyak pada kelompok usia 0-5 tahun.

Menyikapi kondisi itu, tambah Ari, BPJS memberikan kemudahan dalam pelayanan kesehatan, agar tidak terjadi waktu tunggu yang panjang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Ari berharap aplikasi layanan kesehatan seperti mobile JKN, dapat dimanfaatkan masyarakat luas.

Selain itu, tegas Ari, pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif juga tetap mendapatkan perhatian dengan menanamkan prinsip yang sehat tetap dijaga tetap sehat melalui skrining riwayat kesehatannya.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Kemenkes, Imran Pambudi berpendapat dalam penanganan polusi di Tanah Air, sebagai salah satu penyebab ISPA, bisa mencontoh Tiongkok dalam mengatasi polusi yang terjadi pada 2013, saat menjadi tuan rumah Olympiade.

Menurut Imran, dalam kurun waktu tujuh tahun Tiongkok mampu mengatasi polusi. Sementara di Amerika Serikat, polusi baru bisa diatasi dalam waktu 24 tahun.

Upaya Cina mengatasi polisi, ujar Imran memang cukup agresif. Pemerintah negeri tirai bambu itu memasang 5.000 alat monitor kualitas udara di tiga wilayah dan hasil pantauannya disebarluaskan kepada masyarakat.

Menurut Imran, Cina menerapkan sejumlah strategi dalam menekan kadar polusi udara, yaitu mengendalikan emisi gas buang industri dan kendaraan, serta pengendalian debu. Selain itu, Cina juga melakukan penanganan risiko dan dampak kesehatan akibat polusi, serta mengedukasi masyarakat terkait tanggap darurat atasi polusi.

Saat ini, ungkap Imran, pihaknya berupaya mengukur kualitas udara secara real time dengan menempatkan 674 alat pemantau kualitas udara di sejumlah puskesmas di kawasan Jabodetabek.

Bila tercatat kualitas udara buruk di wilayah tertentu, tambahnya, akan didatangi mobile air polution sample untuk mengetahui penyebab polusinya.

Dalam menyikapi kondisi polusi di Jabodetabek saat ini, menurut Imran, masyarakat perlu memantau kualitas udara melalui aplikasi pencatat yang tersedia secara periodik.

Selain itu masyarakat juga diharapkan memakai masker bila ke luar ruangan dan memanfaatkan air puriffier bila di dalam ruangan.

Imran menilai pentingnya edukasi masyarakat melalui kampanye di berbagai media untuk mendorong peningkatan kewaspadaan masyarakat. Di sisi lain, juga mendorong pemerintah daerah untuk konsisten meningkatkan kualitas udara di wilayahnya masing-masing.

Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Tjandra Yoga Aditama mengungkapkan pihaknya sudah memperingatkan ancaman polusi di Tanah Air sejak Juni lalu.

Menurut Tjandra Yoga, di kalangan ilmuwan global pun menyatakan bahwa polusi merupakan gangguan dan tantangan terbesar dunia. Karena dampak polusi tidak semata menimbulkan ISPA, tetapi juga bisa memicu penyakit lain seperti stroke, serangan jantung, kanker paru dan penyakit kronis lainnya.

Terpenting, tegas dia, dalam penanggulangan polusi harus dicari sumbernya dan segera atasi persoalannya. Intinya, tindakan penanggulangan harus disesuaikan dengan penyebabnya.

Dalam penanganan ISPA, Tjandra Yoga menyarankan pemberdayaan puskesmas untuk proses pencegahan dan pengobatan dampak polusi yang ringan.

Dewan Pakar/Ketua Majelis Pertimbangan IAKMI, Adang Bachtiar mengatakan dalam upaya menekan jumlah kasus ISPA membutuhkan kerja sama yang kuat dari berbagai sektor. Termasuk, pemahaman masyarakat terkait pentingnya kualitas udara yang baik bagi kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Jurnalis Media Indonesia Siswantini Suryandari menilai isu polusi bukan hanya masalah di Jabodetabek, tetapi sudah merupakan isu nasional dengan bermunculannya titik api di sejumlah daerah.

Akibatnya, tambah Siswantini, puluhan ribu orang terpapar ISPA, sehingga upaya mencegah dan menekan polusi harus mendapatkan dukungan politik dan sosial hingga kita segera mendapatkan langit biru kembali.

Di akhir diskusi, wartawan senior, Saur Hutabarat mencermati data BPJS Kesehatan yang menyebutkan kelompok terbesar terpapar ISPA adalah usia 0-5 tahun.

Menurut Saur, jika yang terpapar ISPA kelompok usia 0-5 tahun berarti kualitas udara di rumah pun terindikasi buruk.

“Jadi polusi sudah masuk rumah. Ini masalah besar. Tidak bisa lain harus ada dukungan kuat kebijakan negara untuk mengatasinya,” tegas Saur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

5 Tanaman Penangkal Polusi Udara, Bye Air Purifier!

5 Tanaman Penangkal Polusi Udara, Bye Air Purifier!

Your Say | Kamis, 31 Agustus 2023 | 10:10 WIB

Alert! Kasus ISPA di Jabodetabek Tembus 200 Ribu Per Bulan, Dokter Paru: Mengkhawatirkan!

Alert! Kasus ISPA di Jabodetabek Tembus 200 Ribu Per Bulan, Dokter Paru: Mengkhawatirkan!

Health | Kamis, 31 Agustus 2023 | 09:52 WIB

5 Pabrik Pencemar Udara Dekat Jakarta, Ada yang Sudah Ditutup!

5 Pabrik Pencemar Udara Dekat Jakarta, Ada yang Sudah Ditutup!

Bisnis | Kamis, 31 Agustus 2023 | 08:54 WIB

Terkini

Misteri Berdarah di Istana Joseon: Intrik Politik dalam The Red Palace

Misteri Berdarah di Istana Joseon: Intrik Politik dalam The Red Palace

Your Say | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:50 WIB

PBNU Tetapkan Jadwal Muktamar ke-35 Agustus 2026, NTB hingga Jatim 'Berebut' Jadi Tuan Rumah

PBNU Tetapkan Jadwal Muktamar ke-35 Agustus 2026, NTB hingga Jatim 'Berebut' Jadi Tuan Rumah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:48 WIB

Wali Kota Makassar Tegaskan SPMB 2026 Anti Curang, Sistem Canggih dan Transparan

Wali Kota Makassar Tegaskan SPMB 2026 Anti Curang, Sistem Canggih dan Transparan

Sulsel | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:48 WIB

Pengamat UMY Sebut Prabowo Rugi Besar Jika 'Pelihara' Homeless Media: Itu Membodohi Publik

Pengamat UMY Sebut Prabowo Rugi Besar Jika 'Pelihara' Homeless Media: Itu Membodohi Publik

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:47 WIB

Biaya Laundry 1 Pakaian Dalam Rudy Mas'ud Rp40 ribu, Warganet Kaget: Sempaknya Titan Kah?

Biaya Laundry 1 Pakaian Dalam Rudy Mas'ud Rp40 ribu, Warganet Kaget: Sempaknya Titan Kah?

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:46 WIB

OnePlus Ace 6 Ultra Resmi Rilis, Usung Dimensity 9500 dan Baterai Raksasa

OnePlus Ace 6 Ultra Resmi Rilis, Usung Dimensity 9500 dan Baterai Raksasa

Your Say | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:45 WIB

Modal Cerita Kosong, Mortal Kombat II Bukti Hollywood Salah Arah

Modal Cerita Kosong, Mortal Kombat II Bukti Hollywood Salah Arah

Your Say | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:45 WIB

Sembilan Tahun Sembunyi, Jejak Sang Penipu Mebel Terhenti di Kapas Krampung Surabaya

Sembilan Tahun Sembunyi, Jejak Sang Penipu Mebel Terhenti di Kapas Krampung Surabaya

Jatim | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:44 WIB

Talkshow di SMAN 9 Gowa, Ketum TP PKK Dorong Siswa Kembangkan Bakat dan Potensi Diri

Talkshow di SMAN 9 Gowa, Ketum TP PKK Dorong Siswa Kembangkan Bakat dan Potensi Diri

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:43 WIB

Promo PHD Spesial Mei 2026, Nikmati Double Box dan Pasta Hemat

Promo PHD Spesial Mei 2026, Nikmati Double Box dan Pasta Hemat

Sumut | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:42 WIB