Eks Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Prof Musni Umar menyoroti deklarasi cepat Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.
Menurut Musni Anies Baswedan dan NasDem sadar betul bahwa Jawa Timur merupakan kunci kemenangan sehingga butuh sosok yang bisa membuka peluang meraup suara di daerah tersebut. Salah satu sosok yang diperhitungkan untuk menjemput kemenangan tersebut adalah Cak Imin.
Musni melihat sosok Surya Paloh mencium gelagat tak nyaman PKB dan Muhaimin di Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR)/KIM. Situasi tersebut akhirnya dimanfaatkan Surya Paloh untuk menggoda Muhaimin berduet dengan Anies.
“Ketika posisi Gus Imin di Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya semakin tidak menentu seperti digambarkan Karni Ilyas dalam dialog dengan Anies dan Gus Imin di TV ONE dengan pepatah ‘digantung tanpa bertali’, terutama setelah Golkar, PAN dan lain-lain masuk menjadi anggota koalisi Prabowo dan mengubah nama Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya(KKIR)) menjadi Koalisi Indonesia Maju tanpa bermusyawarah dengan Gus Imin, maka momentum itu ditangkap Bang Surya Paloh, Ketua Umum NasDem,” ujar Musni dikutip dari akun twitter pribadinya, Sabtu (9/9/23).