Perlunya Pendidikan Seks Bagi Kaum Difabel

Esti Utami

Selasa, 22 April 2014 | 20:38 WIB
Perlunya Pendidikan Seks  Bagi Kaum Difabel
Ilustrasi. (shutterstock)

Suara.com - Danny Jarvis, seorang pelatih bola yang diakui. Ia menyenangkan, mandiri dan mencintai pekerjaannya. Ia juga penderita cerebral palsy yang membuatnya harus selalu duduk di atas kursi roda. Di usianya yang menginjak 32 tahun ia masih perjaka, satu hal yang tak lazim di Inggris. Hingga kesempatan itu menghampirinya saat ia berada di Amsterdam, Belanda.

Dan di pengalaman pertama itu, hati Jarvis diliputi dengan rasa khawatir, karena sebelumnya tak seorangpun mengajarinya tentang hal yang satu ini.

Kisah Jarvis ini, mengusik Jennie Williams, seorang managing director sebuah lembaga pengumpulan dana untuk kaum disable  di London, Inggris. Ia pun mulai mencari tahu tentang pendidikan seks bagi kaum difabel. Dan ia menemukan hanya sedikit sekali  tersedia pendidikan seks bagi kaum difabel. Belakangan memang ada program televisi dan film yang menerangkan bagaimana bercinta di atas kursi roda. Tetapi secara umum pendidikan seks bagi kaum disable masih terabaikan.

Laporan sebuah lembaga amal untuk kaum difabel, Leonard Cheshire, juga menyebut hampir 50 persen kaum difabel tidak mendapatkan pendidikan seks di sekolah mereka. Di sisi lain, mereka juga jarang terhubung dengan situasi sehari-hari di mana orang normal bisa belajar mengenai masalah ini. Kaum difabel juga kurang mendapat kesempatan untuk mengenal tubuh mereka sendiri.

Seperti yang dituturkan Jarvis, saat pertama kali mimpi basah ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ia juga merasa mendapat tekanan dari teman-temannya. Sementara sang ibu mengaku kesulitan untuk membahas hal ini. "Di sekolah ia mendapat anggapan, lawan jenis tak akan suka bercinta dengan seseorang yang duduk di atas kursi roda," ujarnya.

Menurut Williams kaum disable sering merasa terpinggirkan untuk urusan seks. "Banyak orang mengira mereka tidak memiliki gairah seks seperti halnya anak-anak," ujarnya. Padahal mereka juga memiliki dorongan itu, tetapi banyak yang tidak tahu apa seks itu.

Kenyataan ini membuat pendidikan seks bagi kaum difabel menjadi penting, terutama pada perempuan. Karena mereka bisa berisiko hamil. Pendidikan seks, tidak hanya bisa menghindarkan mereka dari kehamilan yang tak diinginkan, juga kemungkinan tertular penyakit menular seksual, serta kemungkinan menjadi korban pelecehan seksual. (The Guardian)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jangan Sungkan Membahas Seks dengan Anak-anak

Jangan Sungkan Membahas Seks dengan Anak-anak

Lifestyle | Jum'at, 11 April 2014 | 09:19 WIB

Menghadapi Pubertas Dini pada Anak

Menghadapi Pubertas Dini pada Anak

Lifestyle | Kamis, 06 Maret 2014 | 08:04 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×