Array

5 Mitos Soal Gaji

Esti Utami Suara.Com
Senin, 28 April 2014 | 14:55 WIB
5 Mitos Soal Gaji
Ilustrasi pekerja yang tahu akan kemampuannya lebih dihargai (Foto: shutterstock)

Suara.com - Seberapa besar seorang pekerja layak dibayar? Memang tak ada batasan yang jelas untuk ukuran yang satu ini. Tapi
negosiasi gaji adalah bagian penting bagi perjalanan karir dan penghasilan seseorang. Kesalahan dalam menegosiasikan janji bisa menjadi jebakan yang membuat seorang pekerja terus menerus berada di kelas pemula dan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan gaji yang layak.

Beberapa mitos tentang  gaji sengaja diciptakan para pemberi kerja, agar calon pekerjanya mau menerima upah yang ditawarkan.   Berikut kebenaran di balik lima mitos tentang gaji yang layak diterima oleh seorang pekerja.

1. Gaji awal hanya untuk pemula
Banyak yang berpendapat gaji awal hanya untuk sementara. Tapi pada kenyataannya, kenaikan gaji dan bonus yang didapat selalu dihitung berdasarkan prosentase gaji pokok. Dengan kata lain, jika seorang pekerja menerima gaji yang kecil, maka kenaikan gaji dan bonus yang didapat juga akan kecil.  Itu sebabnya, Anda perlu berjuang untuk mendapatkan gaji yang bagus sejak awal.

2. Pemberi kerja tak mau menggaji besar
Jika ini terjadi jangan serta merta mundur dari gaji yang layak dengan kemampuan Anda. Pencari kerja biasanya khawatir, permintaan gaji yang terlalu tinggi akan membuat pemberi kerja berpaling pada calon lain. Padahal sesungguhnya, pemberi kerja tidak akan keberatan mengeluarkan uang banyak untuk membayar kandidat yang mengerti kemampuan dan kualitas kerjanya.

3. Meminta gaji kecil akan meningkatkan kesempatan diterima
Banyak pencari kerja percaya meminta gaji serendah mungkin adalah cara aman untuk diterima. Padahal menjual murah kemampuan profesional Anda, justru akan mengancam kepercayaan diri Anda dan akan menurunkan kesempatan Anda untuk mendapatkan pekerjaan. Mitos ini juga akan menyebabkan banyak pekerja yang sudah berpengalaman selalu terjebak pada posisi pemula.

4. Janji lisan sama artinya dengan kontrak
Banyak pencari kerja, berpikir janji secara lisan hukumnya sama dengan kontrak. Mitos ini sangat berbahaya, karena ini menyangkut dengan keputusan besar dalam hidup Anda. Jangan putuskan sesuatu hanya berdasarkan asumsi, kecuali Anda sudah melihat kontraknya.

5. Semuanya bisa dinegosiasikan
Ini adalah mitos yang beredar luas. Yang pasti, ada tiga jenis tawaran pekerjaan yakni pemula, supervisor dan managerial. Gaji untuk pemula biasanya tetap, sedangkan gaji untuk level menengah biasanya lebih fleksibel. Pemberi kerja biasanya menetapkan kisaran tertentu yang bisa dibicarakan. Dan akhirnya untuk posisi managerial, negosiasi gaji adalah satu keharusan. Sesi ini menunjukkan kemampuan seseorang menilai ketrampilannya, dan banyak perusahaan tak keberatan membayar tinggi pemimpin yang punya visi dan percaya diri. (Sumber: askmen.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI