Apa yang Terjadi Jika Berat Badan Turun Hingga 80Kg?

Esti Utami Suara.Com
Kamis, 15 Mei 2014 | 21:03 WIB
Apa yang Terjadi Jika Berat Badan Turun Hingga 80Kg?
Ilustrasi (Foto: shutterstock)

Suara.com - Setelah mengikuti program selama 14 bulan, akhirnya berat badan saya turun 162 pon (sekitar 80 kilogram) atau hampir separuh dari bobot saya sebelumnya. Saya berhasil mengubah hidup saya, dengan komitmen ketat untuk makan sehat, olahraga secara teratur dan niat untuk memperbaiki diri sendiri.

Hasilnya, saya merasa jauh lebih nyaman dan lebih percaya diri. Dan manfaat utama di balik semua tranformasi ini, adalah saya merasa jauh lebih sehat. Tekanan darah saya normal, nyeri persendian juga makin jarang saya rasakan. Saya juga merasa makin bugar, sebugar ketika saya masih anak-anak.

Proses ini mengajarkan saya tentang kesabaran, kegigihan, dan cinta yang lebih besar untuk orang lain. Tapi yang lebih penting adalah cinta untuk diri saya sendiri. Dan, menerima dan mencintai setiap bagian dari diri saya, adalah hasil terbesar dari perjuangan melawan kegemukan ini.

Ada banyak waktu sepanjang program ini, di mana saya dipenuhi pemikiran bahwa saya akan gagal. Saya pernah akan menyerah, tapi beruntung saya tidak melakukan itu. Kini saya melihat diri saya secara berbeda, dan saya juga merasa dilihat secara berbeda. Transformasi ini telah memberi saya perspektif berbeda akan sesuatu yang setiap orang berhak tahu dan layak mendapatkannya.

Yang tersulit dari proses ini, adalah ketidakpastian akan hasilnya. Saya pernah diet sebelumnya tapi gagal, dan saya khawatir ini akan terulang lagi. Sebuah tantangan besar, untuk meyakinkan diri bahwa kali ini akan berbeda. Menilik ulang proses ini, saya melihat ada banyak momen yang membawa saya ke kondisi saat ini. Ada saatnya orang memandang rendah apa yang saya lakukan, tapi banyak juga yang menyemangati saya.

Terus-menerus menanamkan untuk melakukan lebih dan menolak yang biasa-biasa saja adalah hal yang sulit. Tetapi semua ini membawa saya pada pencapaian yang tak terduga ini. Saya tak berpretensi, proses ini telah lengkap. Tapi saya telah menancapkan sebuah hidup baru yang memberi saya harapan. Saya memilih menerima masa lalu saya, dan melihat ke depan untuk melanjutkan hidup saya. (askmen.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI