Berkunjung ke Museum Layang-layang itu Asyik!

Esti Utami Suara.Com
Jum'at, 16 Mei 2014 | 18:02 WIB
Berkunjung ke Museum Layang-layang itu Asyik!
Museum Layang-layang Indonesia (Dok. Museum Layang-layang)

Suara.com - Dari luar, Museum Layang-layang yang terletak di Jalan H. Kamang, Pondok Labu, Jakarta Selatan ini sepertinya tak terlalu besar. Namun di balik pagar itu ternyata terdapat sebuah bangunan yang cukup luas dengan halaman yang asri.

Memasuki museum  mata saya langsung disuguhi ratusan layang-layang dalam berbagai bentuk dan ukuran. Bahkan lantai museum ini  juga dilukisi layang-layang.

Asep Irawan, pemandu yang mengantar saya berkeliling, mengisahkan Museum Layang-layang memiliki sekitar 500 koleksi layang-layang dari seluruh penjuru Nusantara maupun Mancanegara. Ada lang-lang machou dari Sumatera Barat, layang-layang pinisi dari Sulawesi Selatan, Doro keplok dari Jawa Tengah, hingga layang-layang terkecil dari China.

Asep menjelaskan, bahwa museum ini juga memiliki layang-layang berukuran raksasa yang dinamakan “Megaray”. Ukurannya 9x26 meter persegi yang dapat disewakan untuk kegiatan pameran.

Mengelilingi Museum Layang ini benar-benar menambah pengetahuan saya. Saya baru tahu, di banyak daerah layang-layang tak sekedar permainan, tetapi juga dipakai untuk berbagai acara kebudayaan. Di Bali, layang-layang menjadi alat persembahan untuk para dewa. SEdangkan di Kalimantan SElatan, mainan masa kanak-kanak ini menjadi bagian dari gelaran acara pernikahan.

Lain lagi di Banyuwangi, Jawa Timur di mana layang-layang menjadi cara untuk mengungkapkan syukur saat panen tiba. Sementara di Lampung, layang-layang menjadi alat untuk menangkap ikan. "Masih banyak manfaat lain layang-layang untuk berbagai daerah," jelas Asep.

Tak hanya menyaksikan koleksi ratusan layang-layang dari berbagai daerah, pengunjung, khususnya anak-anak  bisa membuat dan mendesain layang-layangnya sendiri. Mereka juga bisa memainkan dan menerbangkannya di halaman museum yang cukup luas.

Berkunjung ke Museum Layang-layang bukan melulu urusan layang-layang, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai kegiatan tambahan seperti membuat dan melukis keramik, melukis payung, melukis kaos, melukis wayang mini dan membatik dengan biaya tambahan sebesar Rp. 50.000.

Seluruh hasil karya dari kegiatan tambahan ini dapat dibawa pulang sebagai kenang-kenangan berkunjung ke Museum yang digagas Endang Ernawati, seorang perempuan yang sangat mencintai layang-layang. “Beliau penggemar Layang-layang dan barang antik, beliau juga dikenal sebagai pakar kecantikan yang menekuni dunia layang-layang sejak tahun 1985. Tujuannya ingin melestarikan khasanah budaya Indonesia melalui layang-layang," jelas Asep.

Jadi jika Anda belum punya rencana untuk liburan si kecil nanti, maka Museum Layang-layang bisa Anda masukkan ke dalam daftar. Banyak pelajaran bermanfaat yang bisa didapatkan di sini. Dan pilihan ini sangat ekonomis, karena hanya Anda perlu merogoh Rp. 10.000 untuk mengajak si kecil ke sini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI