Studi: Stres Merusak Kualitas Sperma

Ririn Indriani Suara.Com
Jum'at, 30 Mei 2014 | 20:37 WIB
Studi: Stres Merusak Kualitas Sperma
Ilustrasi lelaki sedang mengalami stres, depresi atau masalah besar. (sumber: Visualphotos)

Suara.com - Studi terkini menemukan bahwa stres psikologis berbahaya bagi kualitas sperma dan air mani (semen), serta mempengaruhi konsentrasi, penampilan dan kemampuan sperma untuk membuahi sel telur.

"Lelaki yang merasa stres lebih mungkin untuk memiliki konsentrasi sperma yang lebih rendah saat ejakulasi. Sperma mereka lebih mungkin untuk menjadi cacat atau memiliki gangguan motilitas," jelas Pam Factor-Litvak, seorang profesor epidemiologi di Columbia University's Mailman School of Public Health, seperti dilansir dari Times of India.

Perlu diketahui, stres dapat memicu pelepasan hormon steroid yang disebut glukokortikoid. Hormon ini bisa menumpulkan kadar testosteron dan produksi sperma.

Kemungkinan lain adalah stres oksidatif yang telah terbukti mempengaruhi kualitas sperma dan kesuburan.

"Stres telah lama diidentifikasi memiliki pengaruh pada kesehatan. Penelitian kami menunjukkan bahwa kesehatan reproduksi laki-laki juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya," tambah Teresa Janevic, asisten profesor di Rutgers University School of Public Health.

Untuk memahami hal ini, peneliti mempelajari 193 laki-laki usia 38-49 tahun, yang terdaftar dalam studi lingkungan dan reproduksi di Kaiser Foundation Health Plan di Oakland, California, antara tahun 2005 dan 2008.

Orang-orang menyelesaikan tes untuk mengukur pekerjaan dan stres yang dialami dalam kehidupannya pada skala subyektif (bagaimana mereka merasa secara keseluruhan) dan skala obyektif (stres akibat peristiwa yang dialami dalam kehidupannya).

Diukur secara subyektif atau obyektif, stres akibat persoalan hidup menyebabkan kualitas semen menurun.

Stres kerja bukanlah sebuah faktor, namun para peneliti mengatakan masih dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi sejak lelaki mengalami ketegangan akibat pekerjaannya yang menyebabkan kadar testosteronnya berkurang.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa lelaki pengangguran memiliki sperma berkualitas lebih rendah dibandingkan laki-laki yang bekerja terlepas dari bagaimana stres yang dialaminya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI