- Puasa Tarwiyah merupakan ibadah sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam setiap tanggal 8 Dzulhijjah menjelang Idul Adha.
- Pelaksanaan puasa ini bertujuan meningkatkan ketaqwaan, memohon ampunan, serta meraih keberkahan di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
- Umat Muslim dapat membaca niat puasa pada malam hari atau siang hari selama belum membatalkan puasa tersebut.
Suara.com - Puasa Tarwiyah menjadi salah satu amalan sunnah yang banyak dikerjakan umat Islam menjelang Hari Raya Idul Adha. Ibadah ini dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah dan dipercaya memiliki banyak keutamaan, mulai dari menambah pahala hingga mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Karena itu, banyak umat Muslim mencari niat puasa Tarwiyah Arab, latin dan artinya agar ibadah yang dijalankan semakin sempurna dan sesuai tuntunan.
Apa Itu Puasa Tarwiyah?
Puasa Tarwiyah adalah puasa sunnah yang dilakukan pada 8 Dzulhijjah, sehari sebelum puasa Arafah. Puasa ini dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa amalan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah termasuk amalan yang sangat dicintai Allah SWT. Karena itu, puasa Tarwiyah menjadi salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan.
Niat Puasa Tarwiyah Arab, Latin dan Artinya
Berikut bacaan niat puasa Tarwiyah yang umum dibaca pada malam hari:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya:
“Aku berniat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Tarwiyah Jika Dibaca Siang Hari
Jika lupa berniat pada malam hari, sebagian ulama memperbolehkan niat puasa sunnah dibaca pada siang hari selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.