Mereka Menyambut Ramadan dengan Bersuluk

Esti Utami

Kamis, 03 Juli 2014 | 17:39 WIB
Mereka Menyambut Ramadan dengan Bersuluk
Ritual Suluk di Daya Seuramoe Daraussalam, Braden, Peukanbada, Aceh Besar, Aceh, Selasa (1/70). (Antara/Ampelsa)

Suara.com - Belasan laki-laki dengan sorban yang menutupi kepalanya, duduk bersila di atas bangunan tinggi berukuran sekitar 4X10 meter. Mulut mereka terus menerus berdzikir.

Meski siang itu cuaca cukup panas, belasan laki-laki itu tetap khusyuk mengikuti "Suluk" di atas mushalla Dayah (pondok pesantren) Seramoe Darussalam Gampong (desa) Beuradeun, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar.

Menutup kepala dengan kain sorban merupakan salah satu syarat bagi peserta suluk yang diselenggarakan rutin pada setiap bulan suci Ramadan. Suluk adalah berdzikir terus-menerus, mengingat Allah, meninggalkan segala pikiran dan perbuatan duniawi hanya untuk mendekatkan diri dan meraih ridla Allah SWT.

Ritual Suluk atau dzikir ini merupakan pengajian dari Tarekat Naqsyabandiyah yang diajarkan di kaki bukit Gampong Beuradeun, dan biasa digelar di bulan Ramadan.

Para peserta Suluk di Dayah Seramoe Darussalam itu umumnya laki-laki dewasa, bahkan beberapa di antaranya sudah berusia lanjut.

"Para peserta Suluk bukan dari kalangan santri, tapi masyarakat umum terutama mereka yang berdomisili di sekitar dayah. Suluk ini kami selenggarakan selama 10 hari, terhitung sejak 1 Ramadan," kata pimpinan Dayah Seramoe Darussalam Tgk Harwalis Harun Wali.

Meski peserta Suluk berasal dari lingkungan sekitar, mereka tidak dibenarkan untuk pulang atau keluar dari perkarangan pondok pesentran selama mengikuti kegiatan ritual tersebut.

Itu memang sudah menjadi kesepakatan antara peserta Suluk dengan 'Mursyid' atau pimpinan dayah. "Namun, jika memang ada sesuatu yang krusial di kampung halaman peserta suluk, maka baru diperbolehkan untuk pulang," jelas Harwalis.

Aturan itu diberlakukan agar peserta Suluk itu benar-benar berkosentrasi hanya untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Oleh karenanya, para peserta suluk jauh-jauh hari telah mempersiapkan bekal baik itu fisik maupun psikisnya, serta juga nafkah selama sepuluh hari di dayah tersebut.

Harwalis menambahkan Suluk pada setiap Ramadan ini adalah ibadah sunah. "Artinya selama mengikuti Suluk, selain memenuhi ibadah wajib misalnya salat dan puasa, juga diperbanyak dengan dzikir baik pada siang maupun malam hari," paparnya.

Tak heran jika mata peserta Suluk memerah dan cekung karena memang waktu istirahat dan tidurnya berkurang. Harwalis mencontohkan, pada malam hari peserta Suluk di dayahnya juga melaksanakan tadarus Al Quran setelah salat tarawih hingga menjelang sahur.

Selain itu, peserta Suluk juga dilarang menyantap daging selama sepuluh hari mengikuti ritual ini.  "Memang ada pantangan yang tidak boleh dimakan selama mengikuti Suluk, misalnya yang mengandung darah seperti daging, dan juga ada unsur kimia. Itu semata-mata agar tujuan dzikirnya tercapai," jelas Harwalis.

Kegiatan Suluk dari tarekat Naqsabandiyah yang disebarkan oleh Syekh Nuda Waly Al Khalidi itu tak hanya diamalkan saat Ramadan, tapi juga bisa pada bulan Zulhijah dan Rabiul Awal. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ramadan di Jerman, Tak Beda Dengan Hari-hari Biasa

Ramadan di Jerman, Tak Beda Dengan Hari-hari Biasa

Lifestyle | Kamis, 03 Juli 2014 | 15:42 WIB

Menemukan Semangat Ramadan di Mekah

Menemukan Semangat Ramadan di Mekah

Lifestyle | Rabu, 02 Juli 2014 | 19:25 WIB

Asyiknya Berburu Takjil di Pasar Benhil

Asyiknya Berburu Takjil di Pasar Benhil

Lifestyle | Rabu, 02 Juli 2014 | 14:13 WIB

Mengintip Tradisi Puasa di Maroko

Mengintip Tradisi Puasa di Maroko

Lifestyle | Selasa, 01 Juli 2014 | 17:47 WIB

Semaraknya Ramadan di Mesir

Semaraknya Ramadan di Mesir

Lifestyle | Senin, 30 Juni 2014 | 19:04 WIB

Terkini

TPA Sukawinatan Terbakar Lagi, Mengapa Sampah Masih Dikelola dengan Sistem Terbuka?

TPA Sukawinatan Terbakar Lagi, Mengapa Sampah Masih Dikelola dengan Sistem Terbuka?

Sumsel | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Cerita di Balik Adu Penalti Timnas Indonesia vs Thailand, Dean James Ungkap Fakta Tak Terduga

Cerita di Balik Adu Penalti Timnas Indonesia vs Thailand, Dean James Ungkap Fakta Tak Terduga

Bola | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:05 WIB

Pekerja Gaji Berapa yang Bisa Dapat BSU 2026? Simak Ketentuan Penerimanya

Pekerja Gaji Berapa yang Bisa Dapat BSU 2026? Simak Ketentuan Penerimanya

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:05 WIB

Pemerintah Ungkap Syarat Mobil Listrik Capai TKDN 60% Mulai 2027

Pemerintah Ungkap Syarat Mobil Listrik Capai TKDN 60% Mulai 2027

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:04 WIB

Dana PIP 2026 Sudah Cair? Cek Nama Penerima Pakai NISN dan NIK di Sini!

Dana PIP 2026 Sudah Cair? Cek Nama Penerima Pakai NISN dan NIK di Sini!

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:04 WIB

Ekskavator Diterjunkan, Puluhan Lapak Narkoba di Kampung Ambon Diratakan

Ekskavator Diterjunkan, Puluhan Lapak Narkoba di Kampung Ambon Diratakan

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:04 WIB

Perbedaan Pensil Alis Viva dan Implora untuk Riasan Alis Natural, Mana yang Lebih Bagus?

Perbedaan Pensil Alis Viva dan Implora untuk Riasan Alis Natural, Mana yang Lebih Bagus?

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:02 WIB

Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Santriwati Berkedok Pengobatan

Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Santriwati Berkedok Pengobatan

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Siasat Career Cushioning: Solusi Pekerja Muda Hadapi Ancaman PHK

Siasat Career Cushioning: Solusi Pekerja Muda Hadapi Ancaman PHK

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Geger Lapak 'Sewa Bong' Rp2 Ribu di Kampung Ambon: Bisa Top Up Narkoba Mulai Rp5 Ribu!

Geger Lapak 'Sewa Bong' Rp2 Ribu di Kampung Ambon: Bisa Top Up Narkoba Mulai Rp5 Ribu!

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:59 WIB

×