6 Perilaku Yang Bisa Menyabotase Karier Anda

Esti Utami

Kamis, 17 Juli 2014 | 14:34 WIB
6 Perilaku Yang Bisa Menyabotase Karier Anda
Ilustrasi. (Sumber: Visualphotos)

Suara.com - Dalam kehidupan sehari-hari ataupun di dunia kerja kita sering menyaksikan sejumlah perilaku beracun yang mendorong orang menjauh. Tak hanya itu perilaku ini juga bisa merusak kehidupan dan karier seseorang, padahal dia sebenarnya berperilaku seperti itu demi mengejar kehidupan yang lebih baik.

Mari menjadi realistis. Semua orang bisa saja sesekali bertindak negatif, tetapi jika hal itu terus berulang maka urusan menjadi lain. Jadi tak peduli seberapa keras hidup atau tantangan yang telah Anda hadapi, mulai sekarang berusahalah untuk mengatasi sikap 'beracun' itu dan menjadi lebih lembut, tenang dan penuh kasih pada diri sendiri dan orang lain. Berikut enam kebiasaan yang bisa menyabotase kebahagiaan dan karir Anda.

Menganggap semuanya secara personal.
Percaya segala sesuatu yang terjadi adalah serangan langsung atau secara tidak langsung menyerang mereka, adalah racun bagi kebahagiaan. Sadari, apa yang orang katakan lebih banyak tentang mereka sendiri, ketimbang ke Anda. Apakah orang berpikir kau menakjubkan atau percaya kau yang terburuk, sekali lagi, itu lebih banyak tentang mereka. Ini bukan berarti kita harus narsis dan mengabaikan semua itu, tapi begitu banyak sakit hati, kekecewaan dan kesedihan jika kita menilai semuanya secara personal. Jadi akan jauh lebih baik untuk melepaskan pendapat orang lain baik atau buruk dari Anda.

Terobsesi pikiran negatif.
Sangat mengganggu itu berada di sekitar orang yang tidak dapat melepaskan pikiran negatif. Mereka terus menerus bicara dan berpikir negatif tentang hal-hal buruk yang bisa terjadi dan telah terjadi. Orang-orang ini cukup keras kepala dan menolak untuk melihat sisi positif dan mengambil inspirasi dari kehidupan. Ingat pesimisme adalah satu hal, tapi terus-terusan terpaku pada pikiran negatif bisa menghancurkan hidup Anda.

Memposisikan diri sebagai korban
Percaya kau korban dan tidak memiliki kekuatan untuk menentukan hidup Anda adalah sikap beracun yang membuat Anda terjebak dan selalu menjadi kecil. Bekerja sebagai seorang terapis dengan orang-orang yang pernah mengalami trauma yang mengerikan dalam hidup mereka tetapi menemukan keberanian untuk mengubahnya sekitar, saya tahu bahwa setiap orang memiliki kekuasaan dan otoritas atas hidupnya sendiri. Ketika Anda berhenti merengek, dan menolak untuk melihat diri Anda sebagai korban atas nasib malang atau diskriminasi, maka Anda akan menemukan bahwa Anda lebih kuat dari yang Anda sadari.

Kejam.
Kurang berempati pada posisi orang lain, juga sangat beracun dan merusak. Kejam berasal dari kurangnya empati, perhatian atau kasih sayang bagi orang lain. Kita melihat setiap hari orang-orang yang amat kejam dan merusak orang lain hanya karena mereka bisa. Jika Anda menemukan diri Anda pengkhianat dan menghancurkan orang lain, hentikan saat ini juga.  Gali lebih dalam dan temukan kasih sayang di dalam hati Anda, dan Anda akan menyadari bahwa kita semua sama.

Reaktif.
Ketidakmampuan untuk mengelola emosi Anda adalah racun bagi orang-orang di sekitar Anda. Orang-orang, baik laki maupun perempuan, yang begitu mudah berteriak di tengah antrean, berteriak pada asisten untuk kesalahan sangat mengganggu. Jika Anda merasa Anda terlalu reaktif dan hilang kendali di setiap kesempatan, tampaknya Anda perlu bantuan untuk mendapatkan kontrol diri dan memahami apa yang menjadi akar emosional Anda.

Insecure.
Akhirnya, orang-orang yang terus-menerus berusaha untuk mendapatkan pengakuan dan harga diri dengan terobsesi mencapai keberhasilan dan kemenangan, adalah racun bagi orang-orang di sekitarnya. Mereka yang terjebak dalam kebutuhan untuk terus membuktikan diri dan terus-menerus ingin "menang" atas rekan kerjanya tak disadari justru akan menjadi racun bagi karier. Jadi berhentilah untuk menekankan atas hasil tertentu, karena Anda akan putus asa untuk membuktikan diri. (askmen.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dongkrak Kreativitas dan Produktivitas dengan Meditasi

Dongkrak Kreativitas dan Produktivitas dengan Meditasi

Lifestyle | Rabu, 25 Juni 2014 | 09:24 WIB

8 Perubahan Ketika Anda Berusia 30 Tahun

8 Perubahan Ketika Anda Berusia 30 Tahun

Lifestyle | Senin, 23 Juni 2014 | 15:11 WIB

5 Tips 'Menjual Diri' di Bursa Lapangan Kerja

5 Tips 'Menjual Diri' di Bursa Lapangan Kerja

Lifestyle | Selasa, 10 Juni 2014 | 09:32 WIB

Siapkan Pensiun Sejak Sekarang (2)

Siapkan Pensiun Sejak Sekarang (2)

Lifestyle | Selasa, 06 Mei 2014 | 16:54 WIB

Siapkan Pensiun Sejak Sekarang (1)

Siapkan Pensiun Sejak Sekarang (1)

Lifestyle | Selasa, 06 Mei 2014 | 15:19 WIB

Hal 'Baik' yang Bisa Merusak Reputasi di Tempat Kerja

Hal 'Baik' yang Bisa Merusak Reputasi di Tempat Kerja

Lifestyle | Jum'at, 02 Mei 2014 | 10:59 WIB

Terkini

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:21 WIB

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:59 WIB

×