13 Ritual Pemakaman Paling Horor di Dunia

Ruben Setiawan

Senin, 28 Juli 2014 | 16:06 WIB
13 Ritual Pemakaman Paling Horor di Dunia
Ilustrasi pemakaman. (Shutterstock)

Beda lagi dengan kebiasaan orang-orang Bo di Gongxian, Cina. Masyarakat di tempat itu sudah selama 400 tahun memakamkan anggota komunitas mereka di tepian tebing bukit. Hanya di atas dua balok kayu tumpuan, mereka meletakkan peti jenazah.

7. Upacara Mane'ne di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Di Tana Toraja, Sulawesi Selatan ada ritual Mane'ne, yakni pemakaman jenazah di lubang-lubang lereng bukit berbatu. Biasanya upacara pemakaman berlangsung selama berhari-hari hingga berminggu-minggu. Jasad yang dimasukkan ke dalam lubang lereng pun bisa awet selama bertahun-tahun, tanpa proses pembalseman.

8. Endokanibalisme.

Beberapa suku di Australia dan Amerika Selatan konon terbiasa mengkonsumsi jasad orang yang mati. Menurut ahli antropologi Napoleon Chagnon, komunitas Yanomamo yang ada di Amerika Selatan masih suka mengkonsumsi tulang dan abu jenazah setelah dikremasi.

9. Ritual amputasi jari ala suku Dani, Papua.

Di kalangan suku Dani, Papua, jika ada seorang anggota keluarga yang meninggal, maka anggota keluarga yang masih hidup terbiasa memotong satu jari mereka. Suku Dani percaya, ritual itu mampu mengusir roh jahat, sekaligus bentuk kesedihan atas kehilangan sanak saudara. Jari yang telah dipotong lalu dikeringkan dan dibakar. Abunya lalu disimpan di suatu tempat yang dianggap sakral.

10. Pemakaman Langit.

Banyak orang Buddha di Mongolia dan Tibet yang mempraktikkan ritual pembedahan, atau "Pemakaman Langit". Mereka biasa memotong-motong tubuh jenazah orang meninggal dan memberikannya kepada burung pemakan bangkai.

11. Tari erotis pemakaman khas Taiwan.

Beberapa komunitas di Taiwan biasa menyewa seorang penari erotis untuk menari di acara pemakaman seorang yang sudah meninggal. Ritual ini dilakukan dengan tujuan "memuaskan arwah yang gentayangan".

12. Menara Kesunyian.

Orang-orang penganut Zoroaster di Mumbai, India, meletakkan jenazah orang yang sudah meninggal di "dakhma" atau "Menara Kesunyian". Menurut ajaran mereka, jasad orang mati mencemari tanah. Maka, jika seseorang meninggal, jasad mereka akan diumpankan di "Menara Kesunyian" itu agar habis dimangsa burung pemakan bangkai.

13. Pembakaran Mayat di Varanasi, India.

Sungai Gangga sering dijadikan tempat peristirahatan terakhir bagi orang mati. Bagi orang Hindu yang punya biaya, mereka akan dibakar hingga menjadi abu dan abunya dibuang ke Sungai Gangga. Namun, bagi yang tidak mempunyai biaya untuk membayar biasa pembakaran, maka akan dimakamkan di sungai tersebut sampai membusuk.

(First to know)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jejak Narkoba Berusia 3.500 Tahun Ditemukan di Israel

Jejak Narkoba Berusia 3.500 Tahun Ditemukan di Israel

Foto | Selasa, 27 September 2022 | 10:00 WIB

Terkini

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

×