Membuat Kamera Sendiri Bersama Komunitas Lubang Jarum

Esti Utami

Sabtu, 20 September 2014 | 09:09 WIB
Membuat Kamera Sendiri Bersama Komunitas Lubang Jarum
Anggota Komunitas Lubang Jarum Indonesia sedang membuat kamera. (Dok. KLJI)

Suara.com - "Kalau bisa membuat kamera, kenapa harus membeli?", inilah salah satu kampanye yang disebarkan oleh Komunitas Lubang Jarum Indonesia (KLJI). Wadah bagi pecinta seni fotografi lubang jarum ini berdiri sejak 17 Agustus 2002.

KLJI berdiri, berangkat dari kekhawatiran pendirinya, Ray Bachtiar Drajat terhadap perkembangan dunia fotografi modern, yang membuat generasi muda lebih mementingkan hasil akhir dan mengesampingkan proses. Dengan kekhawatiran ini, Ray pun lantas berinovasi mengutak-atik dunia fotografi yang selama ini digelutinya.

Pencarian Ray pun berakhir pada sebuah alat 'purba' yang disebutnya Kamera Lubang Jarum (KLJ). Alat yang terlihat begitu sederhana ini ternyata mampu membangkitkan seni memproses terhadap pelaku atau pengguna fotografi.

Ray makin antusias ketika berhasil mengabadikan pagar depan rumah tinggalnya dengan menggunakan KLJ yang dibuat dari kaleng susu 800 gram dan negatif kertas Chen Fu.

Ia lantas menuliskan pengalamannya di media GFJA tahun 1997, dalam artikel berjudul "Photo Copy".  Selanjutnya, digelarlah workshop perdana pada tahun 2001 di lokasi pembuangan sampah Bantar Gebang, yang hasilnya diterbitkan dalam sebuah buku “Memotret dengan Kamera Lubang Jarum”.

Lantaran konsep dasar inovasinya yang berbeda, Ray bertekad menularkan “seni proses” ini ke seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Salah satunya adalah Arie Haryana, yang kini menjadi penggiat KLJI.

Menurut Arie Haryana, KLJ sendiri ialah sebuah kamera yang bisa dibuat dari barang apapun dengan syarat kedap cahaya dan memiliki ruang untuk menyimpan media rekam.

"Biasanya kita pakai kaleng produk rokok, susu, atau paralon hingga kardus sepatu. Lalu, media tersebut kita tempelkan potongan kaleng softdrink atau alumunium foil yang diamplas, dan sebelumnya kita lubangi dengan jarum," jelas Arie saat ditemui suara.com.

Lalu yang dibutuhkan selanjutnya, kata Arie, adalah media rekam seperti roll film ataupun kertas foto emulsi untuk merekam gambarnya.

Kamera ini bekerja berdasarkan teori optis. Cahaya lolos melalui lubang kecil dan diproyeksikan pada bidang datar. Metode yang digunakan sama seperti kamera digital. Hanya saja sensor cahaya yang masuk direkam menggunakan kertas foto. Lalu terproyeksi ke dalam ruang gelap dengan posisi terbalik.

Menurut Arie, saat ini KLJI sudah tersebar di 38 kota di Indonesia, seperti Bandung, Jakarta, Jogjakarta, Palembang, hingga Makassar.

Biasanya, menurut Widya Hermawan, yang juga salah satu anggota KLJI, komunitas ini sering mengadakan workshop di tempat-tempat umum hingga sekolah dan kampus.

"Visi dan misi kami lebih mengarah pada generasi muda yang saat terjajah oleh kecanggihan teknologi, agar tidak memudarkan semangat berproses mereka. Ingin mengubah mind-set bahwa fotografi tak hanya kamera DSLR canggih, tapi fotografi itu adalah melukis dengan cahaya," ujarnya bersemangat.

Untuk proses perekrutan, Arie menjelaskan, bahwa mereka tak perlu hebat, tetapi bisa untuk membuat, memotret dan memproses media rekam di kamar gelap.

"Untuk bisa itu, biasanya anggota baru akan belajar yang diawali dengan mengikuti workshop KLJ nya terlebih dahulu. Setelah itu baru bisa menjadi anggota KLJI," ujarnya.

Setelah 12 tahun berdiri, Arie dan kawan-kawan berhasil menularkan virus lubang jarum. Ini terbukti dari banyaknya anggota disetiap daerah yang tertarik untuk mencoba dan pada akhirnya membuat sebuah komunitas regional masing-masing. Tak hanya itu, hampir setiap workshop KLJ selalu dipadati peserta.

"Itu bukti bahwa KLJ memang membuat penasaran sehingga orang-orang akan selalu tertarik untuk mencoba dan belajar kamera lubang jarum," ujar Arie menutup perbincangannya dengan suara.com.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menengok Komunitas Superhero Marvel Indonesia

Menengok Komunitas Superhero Marvel Indonesia

Lifestyle | Sabtu, 13 September 2014 | 10:23 WIB

"White Car Indonesia", Komunitas Otomotif yang Tak Mau Membahas Mobil

"White Car Indonesia", Komunitas Otomotif yang Tak Mau Membahas Mobil

Lifestyle | Sabtu, 06 September 2014 | 09:18 WIB

Bersama Komunitas Historia, Belajar Sejarah Jadi Indah

Bersama Komunitas Historia, Belajar Sejarah Jadi Indah

Lifestyle | Minggu, 31 Agustus 2014 | 07:30 WIB

Mengejar Garis Finish Bersama "Indo Runners"

Mengejar Garis Finish Bersama "Indo Runners"

Lifestyle | Sabtu, 23 Agustus 2014 | 09:00 WIB

Kisah Para 'Petani' di Belantara Jakarta

Kisah Para 'Petani' di Belantara Jakarta

Lifestyle | Jum'at, 01 Agustus 2014 | 13:38 WIB

Kisah Barang Bekas dan "Giving Loving"

Kisah Barang Bekas dan "Giving Loving"

Lifestyle | Selasa, 22 Juli 2014 | 19:00 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×