Dimulai dari Kemilau Akik Bacan

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 12 Februari 2015 | 10:47 WIB
Dimulai dari Kemilau Akik Bacan
Gemologis, Adam Harits. (suara.com/Pebriansyah Ariefana)

Suara.com - Cincin Saifullah tiba-tiba jatuh saat tengah membongkar selokan air di salah satu perumahan di Curug, Kabupaten Tangerang, Banten akhir pekan lalu. Cincin perak dengan bentuk batu loncongnya mencolok mencuri perhatian.

Lelaki berusia 40-an tahun itu langsung panik begitu cincinnya jatuh ke air. Dia turun ke selokan yang berisi lumpur hitam. Tangannya langsung mengaduk-aduk lumpur. Spontan rekan Saifullah, ikut sigap membantunya. Setelah 2 menit mencari, cincin itu ketemu.

Saifullah langsung naik ke jalan, membersihkan cincinnya dengan air bersih. "Alhamdulillah ketemu, wah kalau nggak ketemu bagaimana ini," kata Saifullah dengan muka panik.

Saifullah mengatakan cincinnya bernama bacan. Cincin dia mempunyai batu berwarna hijau mengkilap. Jika terpapar matahari, kilauan bacan kelabang - begitu Saifullah memberinama cincinnya - makin terlihat terang.

"Ini namanya bacan kelabang. Karena ini ada bercak cokelat kayak kelabang," kata dia.

Bacan milik Saifullah dibeli dengan harga Rp500 ribu awal tahun 2012-an. Sudah lama cincinnya tidak dipakai.

"Ini saya pakai 2 tahun lalu, waktu Bacan booming," kata dia.

Berawal dari Bacan

Tren perhiasan batu di Indonesia mulai ada di sekitar era tahun 70-an atau 80-an. Namun hanya batu-batu tertentu saja yang masuk ke golongan batu permata. Semisal Safir, Zamrud, Ruby, dan Opal. Harganya hingga ratusan juta rupiah.

Sementara di tahun 90-an mulai dikenal istilah batu akik. Penamaan 'akik' hanya ada di Indonesia. Akik ini berasal dari kata jenis batu Agate. Batu agete ini bisa ditemukan di kawasan batuan vulkanik, sungai, atau juga di dalam tanah. Agate biasanya batu yang memiliki formasi atau kecerahan tertentu.

Agete banyak ditemukan di Indonesia, Meksiko, Mesir, Yunani dan Brazil. Jenisnya pun bermacam-macam. Semisal Enhydro Agate yang bercorak seperti air atau gelembung, Turritella agate yang coraknya terbentuk karena penggabungan kerang, Greek agate dari Yunani, dan Polyhedroid agate yang bercorak mineral berbentuk segitiga. Di negara asalnya, batu-batu itu sudah terkenal.

Khusus di Indonesia ketenaran batu akik, terang dan redup. Sekarang tengah terang kembali setelah populer batu bacan. Nama bacan berasal dari nama sebuah pulau di utara Kepulauan Maluku atau di selatan pulau Halmahera yang bernama Pulau Bacan.

Mulai dari bacan, akik mulai akrab di telinga masyarakat desa hingga kota seperti di Jakarta. Sekarang, penjual akik sudah merambah dari gang kecil hingga mall mewah.

Gemologis dari GRI-Lab Adam Harits mengatakan fenomena akik ini unik. Terutama soal alasan seseorang menyukai akik.

"Orang pakai baru itu merasa sebuah kebanggaan. Meski pun batu itu, batu sintetik. Yang penting gue punya batu," lanjut Adam.

Selain itu menurut dia kegemaran akan batu akik saat ini paling tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bayangkan, tegas Adam, batu akik ini menambah banyak lapangan kerja.

"Belakangan ini mungkin banyak pedagang lokal kan, pedagang batu. Orang yang tadinya di rumahnya banyak tontonan batu. Nggak sadar kalau batu banyak nilainya. Sekarang batu ini bisa tambah mata pencarian mereka," kata dia.

Tempat yang banyak menjual banyak bebatuan akik itu ada di Pasar Rawa Bening, Jatinegara, Jakarta Timur. Di era 90-an, di sana memang menjadi pusat penjualan batu mulia.

"Dulu Rawa Bening, ramai jual batu mistis. Sekarang di Rawa Bening, murni jual batu. Yang harganya Rp30 ribu saja ada kok. Bayangkan 90-an batu apa Rp30 ribu?," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Subhanallah, Ibu Ani Yudhoyono Koleksi Akik Berlafadz Allah

Subhanallah, Ibu Ani Yudhoyono Koleksi Akik Berlafadz Allah

News | Selasa, 10 Februari 2015 | 10:16 WIB

Gemologis Nilai Tak Mungkin Batu Akik Diberi Pajak

Gemologis Nilai Tak Mungkin Batu Akik Diberi Pajak

News | Senin, 09 Februari 2015 | 11:56 WIB

Terkini

MBG Tetap Jalan Meski Sekolah di Kaltim Diliburkan karena Asap Karhutla

MBG Tetap Jalan Meski Sekolah di Kaltim Diliburkan karena Asap Karhutla

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:22 WIB

Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil

Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil

Banten | Selasa, 15 September 2026 | 20:19 WIB

Sebut Rentan Dikriminalisasi, PERKAPI Minta DPR Prioritaskan RUU Profesi Kurator

Sebut Rentan Dikriminalisasi, PERKAPI Minta DPR Prioritaskan RUU Profesi Kurator

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:19 WIB

Pramono Dukung Konser Kanye West di Jakarta: Gerakkan Roda Ekonomi dan Wisata

Pramono Dukung Konser Kanye West di Jakarta: Gerakkan Roda Ekonomi dan Wisata

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:15 WIB

4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!

4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 20:15 WIB

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:11 WIB

Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan

Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 20:11 WIB

Orang Kepercayaan Nusron Wahid Diduga Minta Fee Rp2 Miliar untuk Urus HGB Summarecon

Orang Kepercayaan Nusron Wahid Diduga Minta Fee Rp2 Miliar untuk Urus HGB Summarecon

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:07 WIB

KPK Ungkap 8 Tersangka OTT BPN dan Barbuk Rp106,3 Miliar

KPK Ungkap 8 Tersangka OTT BPN dan Barbuk Rp106,3 Miliar

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 20:06 WIB

Gedor Wilayah Cicendo, Tim Gabungan Kota Bandung Eksekusi 18 Bangunan Liar demi Penataan Ruang

Gedor Wilayah Cicendo, Tim Gabungan Kota Bandung Eksekusi 18 Bangunan Liar demi Penataan Ruang

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 20:05 WIB

×