Warga Sleman Berhasil Olah Daun Sukun Jadi Teh

Ririn Indriani | Suara.com

Selasa, 05 Mei 2015 | 11:46 WIB
Warga Sleman Berhasil Olah Daun Sukun Jadi Teh
Ilustrasi teh herbal. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang warga Dukuhsari, Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Suhartono, berhasil mengolah teh dengan bahan baku daun sukun, menjadi minuman yang berkhasiat.

"Daun sukun yang banyak dijumpai di berbagai tempat, terutama di wilayah Kecamatan Kalasan dapat diolah menjadi komoditas yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi," jelasnya di Sleman, Selasa (5/5/2015).

Menurut Suhartono, untuk membuat teh daun sukun tersebut, mula-mula daun dipetik dan diambil yang masih muda serta segar kemudian dicuci sampai bersih kemudian dirajang.

"Setelah itu dijemur di terik matahari selama dua hingga tiga hari, baru kemudian digiling dan dioven selama sekitar 15 menit pada suhu 70 derajat celcius," katanya.

Suhartono mengatakan setelah dioven, teh daun sukun siap seduh di air panas dan langsung bisa dinikmati.

"Setelah daun teh tersebut dioven maka siap dikemas dalam pak yang berisi 20 kantong kecil dengan harga Rp20.000," katanya.

Suhartono mengatakan khasiat teh daun sukun itu, antara lain dapat mengatasi diabetes, stroke, asam urat, gagal ginjal, darah tinggi, inflamasi jantung, batu ginjal dan kolesterol.

"Manfaat daun sukun itu sendiri berdasarkan penelitian LIPI (Tjandrawati), antara lain dapat menjaga jantung dari kerusakan sistem kardiovaskuler karena mengandung flavonoid dan sitosterol," katanya.

Selain itu, lanjut Suhartono, daun sukun juga untuk membantu penyembuhan sakil ginjal dan lain-lain.

"Yang jelas teh 'Daun Sukun Lasyaka' yang kami produksi ini terbuat 100 persen dari daun sukun asli tanpa bahan pengawet sehingga manfaat dan khasiat daun sukun dapat diperoleh dengan mengonsumsinya," katanya.

Teh Daun Sukun Laasyaka, kata dia, baik dikonsumsi oleh siapa saja, baik sekadar minuman kesehataan atau untuk terapi berbagai macam penyakit.

"Untuk pemasaran kami sengaja lewat media 'online' dengan konsumen paling banyak dari Jakarta, Kalimantan, dan Sulawesi. Untuk konsumen biasanya sekali pesan 10 pak, sedang untuk agen biasanya 50 pak," jelas Suhartono.

Ia mengatakan untuk produksi per bulan belum terlalu banyak, baru sekitar 300 pak.(Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bikin Secangkir Teh Nikmat dengan Trik Ini

Bikin Secangkir Teh Nikmat dengan Trik Ini

Lifestyle | Sabtu, 18 April 2015 | 14:00 WIB

Teh Herbal Ini Ampuh Atasi Malaria

Teh Herbal Ini Ampuh Atasi Malaria

Health | Kamis, 16 April 2015 | 15:09 WIB

Minuman Teh Berenergi Ini Pacu Kreativitas Anak Muda

Minuman Teh Berenergi Ini Pacu Kreativitas Anak Muda

Press Release | Selasa, 14 April 2015 | 20:57 WIB

Minum Teh Hijau Berlebihan, Ini Risikonya

Minum Teh Hijau Berlebihan, Ini Risikonya

Health | Senin, 06 April 2015 | 13:50 WIB

Terkini

Apakah 1 Juni Tanggal Merah? Cek Daftar Libur Bulan Depan di Sini!

Apakah 1 Juni Tanggal Merah? Cek Daftar Libur Bulan Depan di Sini!

Lifestyle | Senin, 25 Mei 2026 | 11:45 WIB

Mengapa Banyak Orang Malu Makan Singkong? Upaya Mengembalikan Pangan Lokal ke Meja Makan Indonesia

Mengapa Banyak Orang Malu Makan Singkong? Upaya Mengembalikan Pangan Lokal ke Meja Makan Indonesia

Lifestyle | Senin, 25 Mei 2026 | 11:41 WIB

Apa Itu Hari Tasyrik? Amalan Setelah Idul Adha dan Hikmahnya

Apa Itu Hari Tasyrik? Amalan Setelah Idul Adha dan Hikmahnya

Lifestyle | Senin, 25 Mei 2026 | 11:41 WIB

1 Juni Hari Apa? Cek Status Libur Nasional Menurut SKB 3 Menteri 2026

1 Juni Hari Apa? Cek Status Libur Nasional Menurut SKB 3 Menteri 2026

Lifestyle | Senin, 25 Mei 2026 | 11:35 WIB

Pengumuman SNBT 2026 Lihat di Mana? Ini Link, Jadwal, dan Data yang Harus Disiapkan

Pengumuman SNBT 2026 Lihat di Mana? Ini Link, Jadwal, dan Data yang Harus Disiapkan

Lifestyle | Senin, 25 Mei 2026 | 11:10 WIB

Jam Berapa Pengumuman SNBT 2026? Ini Jadwal WIB, WITA, dan WIT

Jam Berapa Pengumuman SNBT 2026? Ini Jadwal WIB, WITA, dan WIT

Lifestyle | Senin, 25 Mei 2026 | 11:07 WIB

Dari Rumah ke Rumah, Gerakan Ini Ajak Warga Kurangi Ketergantungan pada Sampah Saset Plastik

Dari Rumah ke Rumah, Gerakan Ini Ajak Warga Kurangi Ketergantungan pada Sampah Saset Plastik

Lifestyle | Senin, 25 Mei 2026 | 11:02 WIB

40 Link Pengumuman Seleksi UTBK SNBT 2026, Hasil Diumumkan Hari Ini

40 Link Pengumuman Seleksi UTBK SNBT 2026, Hasil Diumumkan Hari Ini

Lifestyle | Senin, 25 Mei 2026 | 10:51 WIB

Doa Buka Puasa Dzulhijjah Lengkap dengan Latin dan Artinya yang Diajarkan Rasulullah

Doa Buka Puasa Dzulhijjah Lengkap dengan Latin dan Artinya yang Diajarkan Rasulullah

Lifestyle | Senin, 25 Mei 2026 | 10:39 WIB

Puasa Sebelum Iduladha Berapa Hari? Panduan Lengkap Puasa Sunnah di Bulan Dzulhijjah

Puasa Sebelum Iduladha Berapa Hari? Panduan Lengkap Puasa Sunnah di Bulan Dzulhijjah

Lifestyle | Senin, 25 Mei 2026 | 10:31 WIB