Menjadikan Kopi Lampung Sebagai Warisan Budaya

Esti Utami

Kamis, 19 November 2015 | 20:30 WIB
Menjadikan Kopi Lampung Sebagai Warisan Budaya
Ilustrasi kopi Lampung. (shutterstock)

Kedai atau kafe yang menyajikan kopi khas Lampung kini makin banyak bermunculan di kota Bandarlampung. Nuansa khas anak muda kental terasa di kedai kopi yang mengusung tema 'kafe trotoar' itu. Kedai-kedai kopi itu menyajikan berbagai jenis minuman kopi berbahan kopi Lampung dengan kualitas yang tak kalah dari coffee shop. Harganya juga lebih terjangkau.

Kedai-kedai ini disebut sebagai salah satu upaya untuk mengembalikan kejayaan kopi Lampung. Ya, sudah lama Lampung dikenal sebagai penghasil kopi Robusta (Coffea canephora) terbesar di tanah air. Produksinya rata-rata 100 ribu ton biji kering per tahun.

Selain itu, kopi robusta Lampung juga memiliki kekhasan cita rasa yang khas yang berbeda dengan kopi robusta dari daerah lain.

Puluhan ribu petani kopi di Lampung memang lebih banyak menanam kopi robusta ketimbang kopi Arabika (Coffea arabica). Sebagian besar perkebunan kopi Lampung berada di dataran tinggi dan terpusat di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Barat, dan Tanggamus.

"Kopi Lampung cukup pantas dikategorikan sebagai salah satu kopi terbaik Indonesia. Kopi Lampung terkenal karena keistimewaan aroma dan rasanya yang khas," ujar Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Magdalena, di Bandarlampung, Kamis (19/11/2015).

Dengan produksi yang cukup besar, serta memiliki cita rasa yang khas, menurutnya kopi Lampung layak dilestarikan sebagai salah satu warisan budaya Indonesia.

"Budaya merupakan salah satu alat pemersatu bangsa, sehingga bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu menjaga warisan budayanya, dan di Lampung ini kopi Robusta memiliki daya tarik untuk diangkat sebagai salah satu warisan budaya Indonesia," tambah Magdalena.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Lampung, Toni L Tobing, luas kebun kopi di Lampung mencapai 154.168 hektare dan produksi 100.000 ton biji kering. Bahkan, Lampung menyumbang 70 persen ekspor kopi nasional.

Dan potensi ini sudah lama diakui, dan telah mendapatkan Sertifikat Indikasi Geografis pada Mei 2014 silam dengan lokasi Masyarakat Indikasi Geografis (MIG) di Kabupaten Lampung Barat, Way Kanan, dan Tanggamus.

Menurutnya, di dunia hanya ada tiga negara penghasil kopi Robusta, yakni Indonesia, Vietnam, dan Brasil, sehingga pangsa pasar kopi robusta Lampung di pasar internasional masih terbuka lebar. Karena itu, eksistensinya perlu dijaga dan dipertahankan dengan memperhatikan kelestarian ekosistem dan pemberdayaan masyarakat di sekitarnya.

"Diharapkan dengan menjadikan kopi Lampung sebagai salah satu warisan budaya Indonesia dapat memacu pembangunan perkebunan kopi secara berkelanjutan, baik dari segi pengelolaan sumber daya alamnya, peremajaan bibit, permodalan serta sisi ekonomi petani dan pengusaha kopi di Provinsi Lampung," katanya.

Namun sayangnya, potensi ini tak sepenuhnya dirasakan oleh petani kopi di Lampung. Ini karena tata niaganya yang kurang menguntungkan para petani.

Untuk itu Wakil Gubernur Lampung Bakhtiar Basri menilai dibutuhkan sinergisitas semua pihak, baik petani, pengusaha, eksportir, maupun pemerintah, untuk mengelolanya lebih baik agar berdampak langsung pada kesejahteraan petani kopi di Lampung.

"Kita harus fokus, jika kopi Lampung ingin hebat dan dikenal dunia," katanya pula.

Oleh sebab itu, kata dia lagi, pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten penghasil kopi di Lampung harus duduk bersama untuk membahas program-program terkait dengan perkopian Lampung.

Basri juga berharap kopi Lampung dapat disertifikasi yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah, sehingga biji kopi yang dihasilkan terjamin, baik mutu maupun kandungan bahan kimianya.

"Jangan yang membuat sertifikasi kopi justru perusahaan luar negeri atau penamaman modal asing," tegasnya.

Upaya mengangkat potensi kopi Lampung, khususnya mempopulerkan kopi dari Lampung dalam bentuk promosi wisata kopi. Langkah ini dapat segera mengembalikan kejayaan budidaya kopi di Lampung untuk menumbuhkan kebiasaan ngopi.

Upaya untuk melestarikan tradisi dan kebiasaan pembudidayaan kopi, sebagai sarana wisata eksotik  juga tak kalah penting. Sejumlah pihak dari kalangan lembaga swadaya masyarakat, pemerintah daerah, dinas teknis terkait maupun perusahaan juga berupaya terus mendorong petani kopi di Lampung membudidayakan kopi berkualitas. Petani di Kabupaten Lampung Barat, Tanggamus, dan Pringsewu juga mendapatkan kesempatan berlatih membudidayakan kopi Robusta sekaligus penanganan pascapanen. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Say No to Cup Plastik! 5 Rekomendasi Tumbler Mini Terbaik untuk Ngopi Hemat dan Ramah Lingkungan

Say No to Cup Plastik! 5 Rekomendasi Tumbler Mini Terbaik untuk Ngopi Hemat dan Ramah Lingkungan

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:47 WIB

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kopi? Awas, Ini Batas Aman agar Bayi Tidak Rewel!

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kopi? Awas, Ini Batas Aman agar Bayi Tidak Rewel!

Health | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Apakah Matcha Mengandung Kafein? Ini Perbandingannya dengan Kopi

Apakah Matcha Mengandung Kafein? Ini Perbandingannya dengan Kopi

Tekno | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:15 WIB

Kopi Oleh-oleh Khas Nusantara: Menikmati Keautentikan Tradisi dalam Setiap Cangkir

Kopi Oleh-oleh Khas Nusantara: Menikmati Keautentikan Tradisi dalam Setiap Cangkir

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:40 WIB

Secangkir Kopi Pagi Hari Tanpa Scroll: Jeda Kecil yang Sering Kita Lewatkan

Secangkir Kopi Pagi Hari Tanpa Scroll: Jeda Kecil yang Sering Kita Lewatkan

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Ketika Kopi dan Seni Bertemu, Menikmati Galeri Jadi Pengalaman yang Berbeda

Ketika Kopi dan Seni Bertemu, Menikmati Galeri Jadi Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 20:39 WIB

1 Oktober Hari Apa? Makna, Sejarah, dan Peringatan Penting di Tanggal Ini

1 Oktober Hari Apa? Makna, Sejarah, dan Peringatan Penting di Tanggal Ini

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 11:20 WIB

Dulu Harus ke Kedai, Kini Secangkir Kopi Bisa Menghampiri Konsumen Lewat Gerobak Listrik

Dulu Harus ke Kedai, Kini Secangkir Kopi Bisa Menghampiri Konsumen Lewat Gerobak Listrik

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 17:46 WIB

Wamendag Soroti Kopi Indonesia yang Lebih Dikenal sebagai Java hingga Sumatra

Wamendag Soroti Kopi Indonesia yang Lebih Dikenal sebagai Java hingga Sumatra

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 14:15 WIB

Terkini

Tayang 2027, Jin Young dan Kim Min Ho Dipastikan Bintangi Film Aksi Fighter

Tayang 2027, Jin Young dan Kim Min Ho Dipastikan Bintangi Film Aksi Fighter

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Dewa United vs Persija Jakarta, Jakmania Dilarang Hadir ke Banten!

Dewa United vs Persija Jakarta, Jakmania Dilarang Hadir ke Banten!

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:25 WIB

The Cat Returns: Tentang Nyaris Berubah Jadi Kucing Karena Menolong Kucing

The Cat Returns: Tentang Nyaris Berubah Jadi Kucing Karena Menolong Kucing

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:21 WIB

Kerja Sama Bantargebang Diperpanjang, Jakarta Justru Diberi Peringatan

Kerja Sama Bantargebang Diperpanjang, Jakarta Justru Diberi Peringatan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso

Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Syarat Pecah KK Setelah Menikah 2026, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan Pasutri

Syarat Pecah KK Setelah Menikah 2026, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan Pasutri

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

6 Rekomendasi Serum Viva Terbaik untuk Flek Hitam dan Garis Halus Usia 40 Tahun

6 Rekomendasi Serum Viva Terbaik untuk Flek Hitam dan Garis Halus Usia 40 Tahun

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:14 WIB

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:12 WIB

×