Merawat Air Suci Peninggalan Sang Wali

Angelina Donna | Suara.com

Minggu, 06 Desember 2015 | 17:11 WIB
Merawat Air Suci Peninggalan Sang Wali
Ilustrasi (shutterstock)

Suara.com - Adalah Desa Bismo, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, yang berada di lereng utara pegunungan Dieng dengan ketinggian sekitar 800 mdpl (meter di atas permukaan laut).

Berhawa sejuk dikelilingi oleh perkebunan teh, salah satunya milik perkebunan teh PT Pagilaran, masyarakat Desa Bismo hidup rukun satu sama lain, termasuk dalam menjaga dan melestarikan kearifan lokal.

Di Desa Bismo, terdapat mata air yang dinamakan sesuai desanya, yakni Mata Air Bismo yang menurut kepercayaan masyarakat setempat merupakan peninggalan walisongo, yakni Sunan Kalijaga dan Sunan Bonang.

Saking keramatnya, masyarakat Desa Bismo dan sekitarnya tidak berani mengambil air di mata air itu, sampai pada 1995 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Batang membangun instalasi perpipaan.

Meski PDAM Kabupaten Batang sudah memanfaatkan mata air Bismo untuk menyuplai air bersih mulai 1997, sampai sekarang pun masyarakat setempat masih belum berani mengambil air di mata air yang disucikan itu.

Kekeramatan mata air Bismo, dibenarkan Neman Surono, mantan Kepala Desa Bismo yang memelopori pelestarian lingkungan, utamanya mata air yang ternyata banyak terdapat di daerah berpenduduk 900 jiwa itu.

"Warga memang tidak mengambil air dari mata air Bismo. Selain keramat, letaknya juga di bawah dan warga tidak punya pompa untuk menyedot. Ada lagi mata air Pucung. Yang ini dimanfaatkan warga," jelasnya.

Neman kemudian mengajak untuk melihat mata air Pucung yang diambil dari nama pohon Pucung atau Keluwak yang dulunya banyak terdapat di daerah itu, namun sekarang ini sudah habis karena penebangan.

Pohon Pucung yang kerap dimanfaatkan untuk memasak rawon itu ternyata mengandung filosofi, yakni "Luput Ngacung" dari bahasa Jawa yang berarti siapa yang bersalah harus mengacungkan jari (mengaku).

"Dulu, jangankan menebang, mendekati saja warga tidak berani karena meyakini pohon itu ada penunggunya. 'Kesaktian' mata air ini juga masih dimanfaatkan sampai sekarang untuk mengetes kejujuran," tuturnya.

Di samping penebangan pohon, kelestarian alam di Desa Bismo pun terancam dengan semakin menurunnya debit mata air, baik Pucung maupun Bismo, diperparah dengan musim kemarau berkepanjangan setahun ini.

Kondisi itulah yang menggerakkan Neman untuk mengajak warga sekitar melestarikan mata air, ekosistem lingkungan, dan kearifan lokal di Desa Bismo, salah satunya melalui pembuatan peraturan desa (perdes).

Neman mendapatkan dukungan dari masyarakat, antara lain Sugi yang menjabat sebagai Kepala Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bismo, Kepala Desa Bismo Agus Sugiarto, dan warga Desa Bismo tentunya.

Gayung bersambut, USAID Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene (IUWASH) memfasilitasi dana untuk membangun sumur resapan dan PDAM Kabupaten Batang membantu pembangunan jamban sehat di daerah itu.

Direktur Utama PDAM Kabupaten Batang Yulianto mengakui mata air Bismo sebagai sumber air baku yang paling besar kontribusinya, yakni sampai 40 persen untuk penyediaan air bersih bagi masyarakat Batang.

Selain mata air Bismo, PDAM Kabupaten Batang juga menggunakan mata air Watulumbung di Desa Tambakboyo yang terus menurun debit airnya 20-30 persen sehingga perlu sumur resapan untuk mengembalikan air ke tanah.

"Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, kami memfasilitasi pembangunan 60 unit jamban sehat di Desa Bismo dan 64 unit bak penampung air di Desa Tambakboyo, serta penyediaan bibit untuk penghijauan," ungkapnya.

Manfaat Sumur Resapan Sumur resapan diperlukan untuk mengembalikan air ke alam karena air hujan dapat tertampung dulu untuk diresapkan ke dalam tanah sebelum menjadi air larian (run off) yang mengalir ke sungai atau laut.

Regional Coordinator IUWASH Jateng Jefry Budiman menjelaskan fasilitasi pembangunan sumur resapan dilakukan di dua desa, yakni Desa Bismo dan Desa Tambakboyo, masing-masing sebanyak 80 unit sumur resapan.

"Kami mengapresiasi kesadaran dan kepedulian warga Bismo dan Tambakboyo yang berada di hulu untuk melestarikan sumber air," katanya, saat mengunjungi Desa Bismo, bersama segenap jajaran terkait.

Ditambahkan Water Resources Management/Raw Water Spesialist IUWASH, Adi Rahman, penentuan dua desa untuk fasilitasi sumur resapan itu tidak dilakukan secara sembarangan, namun melalui berbagai tahapan.

Salah satunya, delienasi daerah imbuhan mata air melalui kajian ilmiah agar lokasi pembangunan sumur resapan benar-benar optimal untuk "menangkap air", kemudian sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat.

Spesifikasi sumur resapan, diameter minimal 1 meter dengan kedalaman minimal 2 meter yang berfungsi untuk "menangkap" air hujan yang selama ini kerap merepotkan warga karena menggenangi permukiman.

Sumur-sumur resapan itu tersebar di berbagai titik, seperti halaman rumah warga, halaman sekolah dasar (SD) dan PAUD, halaman balai desa setempat, bahkan ada yang lebih dari satu unit di setiap lokasi.

Memang tidak mudah memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya sumur resapan, namun tidak membuat Neman patah arang untuk berjuang, sampai mendirikan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Bismo Sejahtera.

Neman dan segenap warga pun semakin tergerak setelah diajak melakukan studi banding ke dua desa yang ada di Kota Salatiga dan Semarang yang telah lebih dulu difasilitasi IUWASH dengan sumur resapan.

Melalui KSM Bismo Sejahtera yang diketuainya sampai sekarang, Neman bersama segenap petinggi desa melakukan sosialisasi kepada masyarakat, di antaranya melalui kelompok pengajian, pertemuan, dan kesenian.

Ada satu kesenian khas masyarakat setempat, yakni Lengger yang ternyata cukup efektif untuk menyosialisasikan sumur resapan kepada masyarakat, termasuk perdes yang baru saja ditetapkan September 2015.

Perdes Bismo Nomor 1/2015 tentang Tata Kelola Lingkungan Hidup Berbasis Masyarakat mengatur tata kehidupan masyarakat, mulai menjaga kelestarian alam hingga kelestarian kearifan lokal, berikut sanksi.

Bentuk sanksi yang diatur, di antaranya warga yang menebang satu pohon harus menanam 10 pohon, pasangan yang bercerai diwajibkan menanam 10 bibit pohon beringin, dan penyetrum ikan akan dilaporkan polisi.

Apa yang dilakukan warga Bismo dan Tambakboyo, ternyata telah dilakukan desa tetangga, yakni Desa Keteleng yang hingga kini telah memiliki lebih dari 20 sumur resapan meski tidak terfasilitasi program IUWASH.

"Awal saya menjabat kades pada 2008 terjadi bencana longsor yang menimpa dua rumah. Saya kemudian berinisiasi membangun sumur resapan untuk mengurangi potensi longsor," kata Kades Keteleng, Wahyudi.

Sumur-sumur resapan itu, antara lain difasilitasi Badan Lingkungan Hidup (BLH) sebanyak 12 unit dan dua unit oleh PDAM Kabupaten Batang yang dibangun di berbagai titik, termasuk ladang milik warga.

"Desa Keteleng, Bismo, dan sekitarnya ini adalah daerah resapan primer. Makanya, fungsi sumur resapan penting untuk mengendalikan air. Kalau tidak dikendalikan, kekuatan air bisa merusak," tegasnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang

Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:15 WIB

Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia

Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:05 WIB

Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi

Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:30 WIB

Menteri PU Pastikan Infrastruktur Jalan Tol untuk Arus Balik Idulfitri 2026 dalam Kondisi Baik

Menteri PU Pastikan Infrastruktur Jalan Tol untuk Arus Balik Idulfitri 2026 dalam Kondisi Baik

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:35 WIB

WFH ASN Hemat BBM Setiap Hari Apa? Begini Aturan Resminya

WFH ASN Hemat BBM Setiap Hari Apa? Begini Aturan Resminya

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:08 WIB

5 Mobil Listrik Harga Terjangkau dengan Jarak Tempuh Jauh, Mesin Kuat dan Bandel

5 Mobil Listrik Harga Terjangkau dengan Jarak Tempuh Jauh, Mesin Kuat dan Bandel

Otomotif | Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:06 WIB

7 Skincare Murah tapi Bagus dan Aman di Apotek, Ampuh Bikin Glowing Modal Rp30 Ribuan

7 Skincare Murah tapi Bagus dan Aman di Apotek, Ampuh Bikin Glowing Modal Rp30 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:01 WIB

7 Rekomendasi Motor Listrik Murah yang Kuat Jarak Jauh sampai 120 Km, Baterai Tangguh

7 Rekomendasi Motor Listrik Murah yang Kuat Jarak Jauh sampai 120 Km, Baterai Tangguh

Otomotif | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:52 WIB

Dari Kampung Halaman ke Jakarta, Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran

Dari Kampung Halaman ke Jakarta, Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:40 WIB

Apakah Benar Anak Dibawah 16 Tahun Tidak Boleh Main Medsos? Ini Penjelasannya

Apakah Benar Anak Dibawah 16 Tahun Tidak Boleh Main Medsos? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:39 WIB

Terkini

WFH ASN Hemat BBM Setiap Hari Apa? Begini Aturan Resminya

WFH ASN Hemat BBM Setiap Hari Apa? Begini Aturan Resminya

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:08 WIB

7 Skincare Murah tapi Bagus dan Aman di Apotek, Ampuh Bikin Glowing Modal Rp30 Ribuan

7 Skincare Murah tapi Bagus dan Aman di Apotek, Ampuh Bikin Glowing Modal Rp30 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:01 WIB

Apakah Benar Anak Dibawah 16 Tahun Tidak Boleh Main Medsos? Ini Penjelasannya

Apakah Benar Anak Dibawah 16 Tahun Tidak Boleh Main Medsos? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:39 WIB

Tak Sekadar Tradisi, Wastra Indonesia Punya Potensi Jadi Produk Mewah di Fashion Global

Tak Sekadar Tradisi, Wastra Indonesia Punya Potensi Jadi Produk Mewah di Fashion Global

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:05 WIB

Daftar Tanggal Merah April 2026 Sesuai SKB 3 Menteri, Bersiap Sambut Long Weekend!

Daftar Tanggal Merah April 2026 Sesuai SKB 3 Menteri, Bersiap Sambut Long Weekend!

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:15 WIB

5 Contoh Surat Izin Tidak Sekolah Karena Sakit Formal Sesuai Format Resmi

5 Contoh Surat Izin Tidak Sekolah Karena Sakit Formal Sesuai Format Resmi

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:11 WIB

6 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Mendapat Rezeki Besar pada 29 Maret 2026

6 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Mendapat Rezeki Besar pada 29 Maret 2026

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:05 WIB

6 Rekomendasi Skin Tint Ringan dengan SPF, Hasil Natural dan Tahan Lama

6 Rekomendasi Skin Tint Ringan dengan SPF, Hasil Natural dan Tahan Lama

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 18:24 WIB

Promo Alfamart Terbaru 28 Maret-2 April 2026: Diskon Besar Popok Bayi dan Kebutuhan Rumah Tangga

Promo Alfamart Terbaru 28 Maret-2 April 2026: Diskon Besar Popok Bayi dan Kebutuhan Rumah Tangga

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:35 WIB

Gaya Effortless Nayeon TWICE di New York, Buktikan Sepatu Flats Juga Bisa Tampil Sleek

Gaya Effortless Nayeon TWICE di New York, Buktikan Sepatu Flats Juga Bisa Tampil Sleek

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:05 WIB