Joko Anwar, Berkisah Tentang Kehidupan Lewat Film

Esti Utami

Rabu, 20 Januari 2016 | 14:57 WIB
Joko Anwar, Berkisah Tentang Kehidupan Lewat Film
Joko Anwar. (suara.com)

Di dunia film, nama Joko Anwar dikenal sebagai pekerja film serba bisa. Joko adalah sutradara, penulis skenario, produser sekaligus aktor. Dan,  ia bukan sembarangan pekerja film. Ia selalu total dalam berkarya. Karena ia berpendapat menjalani hidup secara setengah-setengah bukanlah hidup yang sesungguhnya.

Keyakinan ini juga yang membuat Joko meninggalkan dunia musik yang sempat digumulinya, untuk fokus di dunia film. Karena ia sadar tak mungkin mengangkagi dua bidang ini sekaligus.

Dan Joko tak main-main dengan passion-nya di dunia film. Itu mungkin yang membuat film-filmnya selalu beda dan layak mendapat pujian. Sejumlah kalangan menyebutnya sebagai salah satu sutradara terkeren dan tercerdas di Indonesia, bahkan Asia.

Pengakuan itu dibuktikan dengan sederet penghargaan yang diterima laki-laki berbintang Capricron ini. Tiga Piala Citra kini menjadi koleksinya, lewat film "Kala", "Fiksi" dan "A Copy of My Mind".

Belum sederet penghargaan lain dari banyak festival film tingkat dunia, macam Berlin Asia Hotshot Film Festival. Namun, Joko yang mengaku tak memiliki rasa takut ini, tak pernah menganggap 'serius' semua penghargaan ini. Bahkan, Joko yang baru saja dinobatkan menjadi Sutradara Terbaik di Festival Film Indonesia 2015 menyimpan Piala Citranya itu di laci meja.

"Terima kasih sih, iya. Tapi nggak lantas dibangga-banggakan," ujarnya saat berbincang dengan suara.com, di satu sore akhir pekan lalu.

Laki-laki yang menghabiskan masa kecil di  Medan Sumatera Utara itu bahkan tak menyimpan satu pun poster film karyanya. Padahal tak kurang dari 21 film lahir dari tangannya, baik sebagai penulis, asisten sutradara, sutradara, produser maupun aktor.

Sebagai aktor, terakhir ia menjadi pemeran utama untuk film "Melancholy is A Movement" yang disutradarai Richard Oh.

"Setelah saya membuat film biasanya saya langsung move on ke film lain. Tapi saya tak pernah lupa melakukan assesment untuk mengevaluasi kekurangan film itu," ujarnya.

Itu sebabnya, laki-laki yang sering mengenakan baju berwarna hitam itu selalu mengikutkan filmnya ke festival film internasional. Karena di festival itu filmnya ditonton, diapresiasi dan
dikritik. Masukan itulah yang menjadi bekalnya untuk membuat film selanjutnya.

Joko Anwar membagi ilmunya tentang penulisan naskah film. (suara.com)

Saat membuat film, Joko mengaku tak punya pretensi lebih selain ingin menceritakan sesuatu. Sesuatu itu bisa berarti banyak hal, bisa kisah cinta orang-orang di sekelilingnya, kisah kehidupan masyarakat sekitar, atau juga kehidupan bernegara.

Di film terbarunya "A Copy of My Mind" (ACOMM) misalnya, Joko ingin mengisahkan tentang dahsyatnya dampak korupsi bagi kehidupan bangsa. Tapi tak ingin membebani penontonnya dengan suguhan politik yang berat, Joko mengemas kisah ACOMM dalam kisah percintaan antara seorang perempuan yang bekerja di salon murahan dan jatuh cinta kepada seorang laki-laki yang bekerja sebagai pembuat subtitle film DVD bajakan.

Kisah cinta ini berlangsung di tengah hiruk pikuk pemilu presiden di Indonesia. Lewat kehidupan masyakarat akar rumput inilah, Joko yang mengaku tak suka politik memotret kehidupan politik Indonesia.

"Saya juga tidak berpretensi untuk menggurui dengan film saya. Hanya ingin berbagi cerita dan memberi pengalaman kepada penonton. Terserah penonton yang memaknai," ujarnya.

Ia juga tak memiliki idealisme tertentu dalam membuat film. Karena menurutnya idealisme adalah kata yang overrated. Ia hanya ingin filmnya enak ditonton.

"Itu sebabnya saya selalu berusaha mengungkapkannya dengan 'bahasa'yang sederhana. Jika bisa disederhana untu apa diperumit," ujar laki-laki yang mengaku tak suka dipuji ini.  

Gaya Joko ketika sedang menyutradari film. (Instagram/Joko Anwar)

Menyukai film sejak masih duduk di bangku SMP, selepas kuliah dari Teknik Penerbangan Bandung, Joko justru bekerja sebagai wartawan di sebuah harian berbahasa Inggris di Jakarta. Namun, dunia jurnalistik inilah yang kemudian mempertemukannya dengan banyak orang film sekaligus membuka pintu ke dunia yang menjadi mimpi besar dalam hidupnya.

Joko yang sebenarnya diterima sebagai wartawan berita, sering mengajukan diri untuk meliput acara budaya. Tulisannya yang cerdas dan ulasannya yang tajam membuatnya dipercaya untuk mengisi kolom khusus tentang gaya hidup dan film. Joko pun kemudian menjadi seorang kritikus film.

Pintu itu akhirnya terbuka lebar, ketika ia mewawancarai produser sekaligus sutradara terkenal, Nia Dinata. Pengetahuan Joko yang luas tentang dunia film, mampu membuat Nia terkesan dan mengajak laki-laki yang hobi mancing ini untuk kerja bareng dengannya.

"Arisan!" yang dirilis pada 2003 menjadi debut pertama Joko di kancah film nasional. Di film yang disutradarai Nia Dinata itu, ia dipercaya sebagai penulis naskah. Setelah itu ia dipercaya menyutradarai film pertamanya "Janji Joni" (2005).

Film yang naskahnya ditulis Joko saat masih di bangku kuliah ini mendapat sambutan hangat dari penonton. Lantas menyusul film-film Joko lainnya, seperti "Kala" (2007), "Pintu Terlarang" (2009), "Modus Anomali" (2012) dan terakhir "A Copy of My Mind" (2016).

Sebagai pekerja film, Joko tak terpatok pada satu genre tertentu. Bahkan, banyak orang menyebut karakter film Joko sulit ditebak. Tapi satu hal yang pasti, film-film Joko selalu enawarkan
sebuah kesegaran jika tak bisa dibilang kontroversial.  

Setelah film komedi romantis "Arisan!" dan "Janji Joni", Joko berbelok arah dalam "Kala". Film ini disebut sebagai film noir pertama Indonesia, sekaligus mengukuhkan posisi Joko di peta film nasional bahkan dunia.

Selain Piala Citra, "Kala" juga memberikan  Joko beberapa penghargaan, antara lain Best Film di Berlin Asia Hotshot Film Festival, dan Jury Prize di New York Asian Film Festival.

"Kala" juga diputar di lebih dari 30 festival termasuk di London, Brussels, dan Vancouver, dan  ditasbihkan sebagai salah satu film terbaik dunia tahun 2007 oleh Sight&Sound Magazine, salah satu majalah film terbesar dan bergengsi dunia.  Majalah terbitan Inggris ini bahkan menyebut Joko sebagai salah satu pembuat film tercerdas di Asia.

Membuat film menjadi mimpi besar Joko Anwar yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-40 ini. Dan kini setelah ia mewujudkan mimpi besarnya, ia berharap agar mimpi-mimpinya itu bisa bermanfaat bagi orang lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

The Odyssey Banjir Kritik Sebelum Rilis, Christopher Nolan Tak Ambil Pusing

The Odyssey Banjir Kritik Sebelum Rilis, Christopher Nolan Tak Ambil Pusing

Your Say | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:25 WIB

Peluang Produksi Film Cruella 2 Makin Menguat, Ini Kata Sutradara

Peluang Produksi Film Cruella 2 Makin Menguat, Ini Kata Sutradara

Your Say | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:20 WIB

Publik Kecewa, Sutradara Tolak Mentay-Mentah Ide Garap Sekuel Ratatouille

Publik Kecewa, Sutradara Tolak Mentay-Mentah Ide Garap Sekuel Ratatouille

Your Say | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:36 WIB

Film Ghost in the Cell Kini Tayang di 148 Negara, Masa Kamu Nggak Mau Tahu?

Film Ghost in the Cell Kini Tayang di 148 Negara, Masa Kamu Nggak Mau Tahu?

Your Say | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:04 WIB

Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik

Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:19 WIB

Resmi Berakhir, Sutradara Jelaskan Nasib Zendaya di Euphoria Season 3

Resmi Berakhir, Sutradara Jelaskan Nasib Zendaya di Euphoria Season 3

Your Say | Rabu, 03 Juni 2026 | 13:45 WIB

Anak Emas Joko Anwar di Film: Tara Basro hingga Fachri Albar

Anak Emas Joko Anwar di Film: Tara Basro hingga Fachri Albar

Entertainment | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:00 WIB

Ending Drakor The Scarecrow Dibuat Realistis, Sutradara Ungkapkan Alasannya

Ending Drakor The Scarecrow Dibuat Realistis, Sutradara Ungkapkan Alasannya

Your Say | Rabu, 27 Mei 2026 | 17:48 WIB

Film Sheep in the Box Tayang 10 Juni, Sutradara Hirukazu Datang ke Korea

Film Sheep in the Box Tayang 10 Juni, Sutradara Hirukazu Datang ke Korea

Your Say | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:20 WIB

Spoiler Alert! Tujuh Seni Kematian yang Dipentaskan Film Ghost in the Cell

Spoiler Alert! Tujuh Seni Kematian yang Dipentaskan Film Ghost in the Cell

Your Say | Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:45 WIB

Terkini

Alasan Nabila Gardena Mendadak Viral, Benarkah Terseret Isu Korupsi BUMN?

Alasan Nabila Gardena Mendadak Viral, Benarkah Terseret Isu Korupsi BUMN?

Entertainment | Minggu, 26 Juli 2026 | 17:03 WIB

Hasto Wanti-wanti Demokrasi Bisa Mati Tanpa Kudeta Militer, Tanda-tanda Mulai Terlihat

Hasto Wanti-wanti Demokrasi Bisa Mati Tanpa Kudeta Militer, Tanda-tanda Mulai Terlihat

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:48 WIB

Pramono Ancam Cabut Izin Swasta yang Timbun Sampah Ilegal di Jakarta

Pramono Ancam Cabut Izin Swasta yang Timbun Sampah Ilegal di Jakarta

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:47 WIB

Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli Usai Polemik Sayembara Tangkap Begal

Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli Usai Polemik Sayembara Tangkap Begal

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:39 WIB

Evolusi Konten GRWM: Dari Sekadar Tutorial Makeup Menjadi Ruang Curhat Paling Relatabel

Evolusi Konten GRWM: Dari Sekadar Tutorial Makeup Menjadi Ruang Curhat Paling Relatabel

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:35 WIB

Cak Imin Ajak Semua Parpol Revisi 108 UU demi Wujudkan Prabowonomics

Cak Imin Ajak Semua Parpol Revisi 108 UU demi Wujudkan Prabowonomics

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:28 WIB

10 Cara Menggunakan AC Inverter agar Listrik Tetap Hemat

10 Cara Menggunakan AC Inverter agar Listrik Tetap Hemat

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:20 WIB

BRI Peduli dan Petani Lokal di Karawang Bersinergi Tanam 24.000 Mangrove

BRI Peduli dan Petani Lokal di Karawang Bersinergi Tanam 24.000 Mangrove

Jawa Tengah | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:19 WIB

Pulihkan Pesisir, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove di Karawang

Pulihkan Pesisir, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove di Karawang

Batam | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:15 WIB

BRI Peduli Libatkan Petani Lokal Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove

BRI Peduli Libatkan Petani Lokal Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove

Jogja | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:11 WIB

×