Studi: Remaja Lesbian Lebih Tinggi Risiko Seksnya

Ririn Indriani | Dinda Rachmawati | Suara.com

Kamis, 03 Maret 2016 | 12:59 WIB
Studi: Remaja Lesbian Lebih Tinggi Risiko Seksnya
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Orang sering berasumsi bahwa remaja lesbian berada dalam kategori risiko seksual rendah, tetapi sebuah studi baru membuktikan bahwa stereotip ini sebenarnya berbahaya, karena orientasi seksual tidak selalu sejajar dengan perilaku seksual.

Penelitian dari University of British Columbia dan City University of New York menemukan bahwa remaja lesbian yang berhubungan seks di usia muda, memiliki lebih banyak pasangan dan terlibat dalam praktik berisiko daripada remaja perempuan yang biseksual atau heteroseksual.

Studi ini juga menunjukkan bahwa satu dari lima remaja lesbian yang aktif secara seksual di Amerika Serikat (AS) melaporkan bahwa baru-baru ini mereka juga berhubungan seks dengan lelaki.

Mereka dilaporkan kehilangan keperawanannya pada usia rata-rata 13 tahun 9 bulan, yang secara signifikan lebih muda dari anak perempuan biseksual (15 tahun 1 bulan) dan heteroseksual (15 tahun 6 bulan).

Remaja perempuan lesbian dan biseksual juga memiliki pasangan seksual yang jauh lebih banyak, dibandingkan remaja perempuan yang 'lurus', meskipun remaja biseksual dilaporkan memiliki lebih banyak melakukan seks dengan laki-laki.

Laporan tersebut menunjukkan kondisi ini mungkin karena remaja perempuan biseksual merasakan tekanan sosial yang lebih besar untuk berhubungan seks dengan laki-laki, atau karena mereka mengalami kenikmatan seksual yang lebih besar saat melakukannya.

Sementara soal keamanan seks, lesbian ditemukan jauh lebih berisiko daripada rekan mereka yang heteroseksual. Ini mungkin karena lesbian cenderung percaya bahwa mereka masih berisiko mengalami penyakit menular seksual (PMS) ketika berhubungan seks.

Sebagai perbandingan, hampir dua pertiga dari remaja perempuan biseksual dan tiga perempat dari remaja perempuan heteroseksual mengatakan bahwa mereka telah membahas masalah yang sama dengan pasangan mereka.

Penulis Michele Ybarra mengatakan, temuan ini menyoroti, bahwa label orientasi seksual dan perilaku seksual tidak selalu selaras, terutama selama masa remaja. Ini berarti bahwa remaja perempuan lesbian dan biseksual dapat berhubungan seks tanpa kondom dengan remaja laki-laki maupun perempuan.

Profesor keperawatan University of Boston Columbia Elizabeth Saewyc mengatakan bahwa pendidikan kesehatan seksual harus komprehensif dan mencakup kesehatan seksual bagi semua orang.

Tak hanya itu, lanjut dia, pendidikan seks juga harus mengajarkan semua kaum muda tentang praktik seksual yang aman untuk jenis kelamin. Itu berarti perlu pula diberi edukasi tentang keterampilan pencegahan kehamilan dan negosiasi kondom untuk remaja perempuan lesbian dan biseksual. (Times of India)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Prof Irwanto: Asal Mula LGBT dari Sisi Psikologi dan Kedokteran

Prof Irwanto: Asal Mula LGBT dari Sisi Psikologi dan Kedokteran

wawancara | Senin, 22 Februari 2016 | 07:00 WIB

Pernah Ditaksir Lesbian, Ini Reaksi Amel Alvi

Pernah Ditaksir Lesbian, Ini Reaksi Amel Alvi

Entertainment | Kamis, 18 Februari 2016 | 09:37 WIB

Terkini

Di Tengah Gempuran Gadget, Pojok Baca Jadi Cara Sederhana Meningkatkan Literasi

Di Tengah Gempuran Gadget, Pojok Baca Jadi Cara Sederhana Meningkatkan Literasi

Lifestyle | Sabtu, 09 Mei 2026 | 09:14 WIB

Terpopuler: 11 Kosmetik Berbahaya Ditarik BPOM, Rekomendasi Moisturizer di Bawah Rp50 Ribu

Terpopuler: 11 Kosmetik Berbahaya Ditarik BPOM, Rekomendasi Moisturizer di Bawah Rp50 Ribu

Lifestyle | Sabtu, 09 Mei 2026 | 06:45 WIB

Apa Itu Domisili? Pahami Arti Kata dan Perbedaannya dengan Alamat KTP

Apa Itu Domisili? Pahami Arti Kata dan Perbedaannya dengan Alamat KTP

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:05 WIB

5 Pilihan Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Praktis dan Nyaman Dipakai Sehari-hari

5 Pilihan Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Praktis dan Nyaman Dipakai Sehari-hari

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:25 WIB

5 Rekomendasi Body Mist Wanita Tahan Lama, Wangi Fresh dan Soft Dipakai Seharian

5 Rekomendasi Body Mist Wanita Tahan Lama, Wangi Fresh dan Soft Dipakai Seharian

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:25 WIB

Art Jakarta Gardens 2026 Pekan Seni Ruang Terbuka Resmi Dibuka

Art Jakarta Gardens 2026 Pekan Seni Ruang Terbuka Resmi Dibuka

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:24 WIB

Promo Superindo Hari Ini 8 Mei 2026, Banjir Diskon Mi Instan dan Susu

Promo Superindo Hari Ini 8 Mei 2026, Banjir Diskon Mi Instan dan Susu

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:47 WIB

7 Parfum Aroma Powdery yang Lembut Kayak Wangi Bayi, Mulai Rp30 Ribuan

7 Parfum Aroma Powdery yang Lembut Kayak Wangi Bayi, Mulai Rp30 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:30 WIB

Sekolah Baru 3 Tahun Bikin Kejutan, 5 Siswanya Raih Beasiswa Paling Bergengsi di RI

Sekolah Baru 3 Tahun Bikin Kejutan, 5 Siswanya Raih Beasiswa Paling Bergengsi di RI

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:33 WIB

Siap-siap Transisi LPG ke CNG! Ini 4 Pilihan Kompor 2 Tungku yang Awet dan Aman

Siap-siap Transisi LPG ke CNG! Ini 4 Pilihan Kompor 2 Tungku yang Awet dan Aman

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:33 WIB