Suara.com - Orang sering berasumsi bahwa remaja lesbian berada dalam kategori risiko seksual rendah, tetapi sebuah studi baru membuktikan bahwa stereotip ini sebenarnya berbahaya, karena orientasi seksual tidak selalu sejajar dengan perilaku seksual.
Penelitian dari University of British Columbia dan City University of New York menemukan bahwa remaja lesbian yang berhubungan seks di usia muda, memiliki lebih banyak pasangan dan terlibat dalam praktik berisiko daripada remaja perempuan yang biseksual atau heteroseksual.
Studi ini juga menunjukkan bahwa satu dari lima remaja lesbian yang aktif secara seksual di Amerika Serikat (AS) melaporkan bahwa baru-baru ini mereka juga berhubungan seks dengan lelaki.
Mereka dilaporkan kehilangan keperawanannya pada usia rata-rata 13 tahun 9 bulan, yang secara signifikan lebih muda dari anak perempuan biseksual (15 tahun 1 bulan) dan heteroseksual (15 tahun 6 bulan).
Remaja perempuan lesbian dan biseksual juga memiliki pasangan seksual yang jauh lebih banyak, dibandingkan remaja perempuan yang 'lurus', meskipun remaja biseksual dilaporkan memiliki lebih banyak melakukan seks dengan laki-laki.
Laporan tersebut menunjukkan kondisi ini mungkin karena remaja perempuan biseksual merasakan tekanan sosial yang lebih besar untuk berhubungan seks dengan laki-laki, atau karena mereka mengalami kenikmatan seksual yang lebih besar saat melakukannya.
Sementara soal keamanan seks, lesbian ditemukan jauh lebih berisiko daripada rekan mereka yang heteroseksual. Ini mungkin karena lesbian cenderung percaya bahwa mereka masih berisiko mengalami penyakit menular seksual (PMS) ketika berhubungan seks.
Sebagai perbandingan, hampir dua pertiga dari remaja perempuan biseksual dan tiga perempat dari remaja perempuan heteroseksual mengatakan bahwa mereka telah membahas masalah yang sama dengan pasangan mereka.
Penulis Michele Ybarra mengatakan, temuan ini menyoroti, bahwa label orientasi seksual dan perilaku seksual tidak selalu selaras, terutama selama masa remaja. Ini berarti bahwa remaja perempuan lesbian dan biseksual dapat berhubungan seks tanpa kondom dengan remaja laki-laki maupun perempuan.
Profesor keperawatan University of Boston Columbia Elizabeth Saewyc mengatakan bahwa pendidikan kesehatan seksual harus komprehensif dan mencakup kesehatan seksual bagi semua orang.
Tak hanya itu, lanjut dia, pendidikan seks juga harus mengajarkan semua kaum muda tentang praktik seksual yang aman untuk jenis kelamin. Itu berarti perlu pula diberi edukasi tentang keterampilan pencegahan kehamilan dan negosiasi kondom untuk remaja perempuan lesbian dan biseksual. (Times of India)