Pesta "Timba Laor" Jadi Ikon Wisata Ambon

Ririn Indriani

Minggu, 27 Maret 2016 | 09:07 WIB
Pesta "Timba Laor" Jadi Ikon Wisata Ambon
Tradisi Timba Laor atau tangkap

Suara.com - Pesta budaya "timba laor" atau menangkap cacing laut (Lyde Oele) secara beramai-ramai akan dijadikan ikon wisata Kota Ambon.

"Kita bertekad kegiatan Timba Laor akan dikemas secara proporsional dan dijadikan ikon wisata Kota Ambon, untuk mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara," kata Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, saat Pesta Timba Laor di Ambon, Sabtu (26/3/2016).

Ia mengatakan, tradisi itu terus dilestarikan hingga kini di kawasan pesisir Nusaniwe dan Leitimur Selatan dan munculnya laor juga dipengaruhi siklus bulan dan matahari pada Maret atau April dan muncul hanya setahun sekali.

"Laor merupakan perisiwa alam yang langka dan unik karena pelaksanaanya bersamaan dengan perayaan Jumat Agung. Tradisi ini merupakan berkat alam yang luar biasa dan telah dikenal sejak ratusan tahun lalu," katanya.

Menurut Richard, kegiatan Timba Laor di Indonesia hanya dilakukan di dua provinsi yakni Maluku dan Nusa Tenggara Barat (NTB) Kota Mataram.

"Di Mataram budaya Timba Laor yang disebut 'Nyale' dilakukan setiap tahun dan menjadi atraksi budaya masyarakat setempat dan para wisatawan, sementara Maluku khususnya Ambon hanya dilakukan masyarakat setempat," ujarnya.

Provinsi NTB khsusunya Mataram mengemas kegiatan ini dengan baik, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

"Kita ke depan harus menjadikan tradisi Timba Laor ikon yang dapat dijual untuk kepentingan Maluku khususnya kota Ambon dan harus dipromosikan dalam agenda pariwisata menjadi paket religius alternatif para wisatawan," katanya.

Diakuinya, pesta budaya Timba Laor harus dikemas dalam bentuk seni, pertunjukan dan kuliner khas berbahan dasar cacing laor, sehingga menarik untuk dinikmati masyarakat dan wisatawan.

Tradisi ini juga diawali prosesi adat dari Raja Latuhalat dan Saniri. Hal ini tentu menjadi daya tarik tersendiri jika dikemas dengan baik.

"Tradisi ini setelah menimba atau menangkap cacing laor beramai-ramai, maka warga secara berkelompok langsung memasak hasil tangkapannya dalam berbagai menun untuk disajikan dan dimakan bersama-sama," katanya.

Laor adalah sejenis cacing laut dalam bahasa ilmiahnya Lycde Oele dan dari kelas Polychaeta Filum Analida, biasanya muncul saat purnama pasang tertinggi dan hanya muncul di daerah pantai berkarang.

Biota tersebut khas dan digemari oleh masyarakat Maluku karena kandungan protein yang lebih tinggi daripada ikan dan dapat diolah menjadi masakan tradisional dengan rasa gurih.

Musim panen laor sesungguhnya merupakan waktu kemunculan cacing dengan panjang 3-5 centimeter untuk melakukan pemijahan (spawning time). (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tradisi Mandi Lumpur

Tradisi Mandi Lumpur

Foto | Kamis, 10 Maret 2016 | 19:42 WIB

Tempat Perayaan Peh Cun yang Berubah Jadi Sarang Prostitusi

Tempat Perayaan Peh Cun yang Berubah Jadi Sarang Prostitusi

Lifestyle | Selasa, 23 Februari 2016 | 07:24 WIB

Belasan Naga Akan Ramaikan Tradisi Buka Mata di Kwan Tie Bio

Belasan Naga Akan Ramaikan Tradisi Buka Mata di Kwan Tie Bio

Lifestyle | Jum'at, 19 Februari 2016 | 16:15 WIB

5 Tradisi Kencan Aneh yang Layak Anda Ketahui

5 Tradisi Kencan Aneh yang Layak Anda Ketahui

Lifestyle | Selasa, 29 Desember 2015 | 16:03 WIB

15 Tradisi Unik Saat Natal dari Berbagai Negara

15 Tradisi Unik Saat Natal dari Berbagai Negara

Lifestyle | Jum'at, 25 Desember 2015 | 06:29 WIB

Terkini

3 Rekomendasi Sabun Mandi Non-SLS yang Ampuh Jaga Kelembapan Kulit, Bebas Iritasi!

3 Rekomendasi Sabun Mandi Non-SLS yang Ampuh Jaga Kelembapan Kulit, Bebas Iritasi!

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

Belajar dari Bungo: Saat Hutan Adat Jadi Benteng Pertahanan Alam

Belajar dari Bungo: Saat Hutan Adat Jadi Benteng Pertahanan Alam

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

Apakah Mustika Ratu Punya Sunscreen? Segini Harga dan Ulasan Penggunanya

Apakah Mustika Ratu Punya Sunscreen? Segini Harga dan Ulasan Penggunanya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

Ikhtiar Pramono Anung Putus Rantai Narkoba di Kampung Bahari

Ikhtiar Pramono Anung Putus Rantai Narkoba di Kampung Bahari

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:14 WIB

Saham TMPO Terbang 26 Persen, Influencer Timothy Ronald Kempit 1,26 Persen

Saham TMPO Terbang 26 Persen, Influencer Timothy Ronald Kempit 1,26 Persen

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 13:09 WIB

Cara Memilih Powerbank yang Bagus dan Baik 2026, Jangan Asal Lihat Kapasitas!

Cara Memilih Powerbank yang Bagus dan Baik 2026, Jangan Asal Lihat Kapasitas!

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 13:02 WIB

Jay Idzes Dapat Rapor Merah saat Comeback di Sassuolo, Jadi Pemain dengan Rating Terendah

Jay Idzes Dapat Rapor Merah saat Comeback di Sassuolo, Jadi Pemain dengan Rating Terendah

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 13:02 WIB

Bahas RUU Perampasan Aset, Jamdatun Ingatkan Risiko Kesewenang-Wenangan Negara

Bahas RUU Perampasan Aset, Jamdatun Ingatkan Risiko Kesewenang-Wenangan Negara

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:00 WIB

Menabung Tanpa Kehilangan Masa Muda: Bisakah Gen Z Temukan Keseimbangan?

Menabung Tanpa Kehilangan Masa Muda: Bisakah Gen Z Temukan Keseimbangan?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 13:00 WIB

Jelang IGA 2026, Kemendagri Dorong Pemda Jadikan Inovasi Sebagai Budaya Kerja

Jelang IGA 2026, Kemendagri Dorong Pemda Jadikan Inovasi Sebagai Budaya Kerja

News | Selasa, 03 November 2026 | 12:59 WIB

×