Lagi, 2.000 Wisman Tiongkok Mendarat di Manado

Madinah

Rabu, 13 Juli 2016 | 17:45 WIB
Lagi, 2.000 Wisman Tiongkok Mendarat di Manado
Ilustrasi turis. (Shutterstock)

Suara.com - Manado, Sulawesi Utara (Sulut) kembali dibanjiri wisatawan asal Tiongkok. Pada Selasa (12/7/2016), ada 2.000 wisatawan yang mendarat di Bandara Sam Ratulangi. Semuanya terbang secara bergelombang dengan pesawat charter (sewaan) milik maskapai penerbangan Lion Air dari delapan kota di Tiongkok. Kesibukan Bandara Sam Ratulangi Manado pun langsung meningkat.

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, menyatakan, pihakya tidak terlalu khawatir pada banjirnya wisatawan asal Tiongkok tersebut. Persiapan penyambutan, menurutnya sudah disiapkan sejak dua bulan silam.

“Mudah-mudahan makin lancar. Rute penerbangan Tiongkok-Manado, Manado-Tiongkok bisa secepatnya menjadi rute regular, agar target 1 juta turis ke Sulut sesuai proyeksi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) segera tercapai,” harapnya, yang didampingi Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Kadisbudpar) Happy Korah, Manado, Selasa (12/7/2016).

Politisi PDI-P itu mengakui, saat ini Sulut masih kekurangan fasilitas kamar hotel. Sulut masih butuh lebih banyak akomodasi atau amenitas untuk memastikan para turis Tiongkok tersebut difasilitasi dengan baik.

“Saya sudah menandatangani peraturan gubernur (pergub) tentang pembiayaan di beberapa tempat pariwisata, khususnya di Bunaken,” terang Olly, yang dilantik sebagai gubernur sejak 12 Februari 2016 itu.

Gubernur yang lahir di Manado, 18 November 1961 ini menyatakan akan memberi pelayanan secara maksimal bagi para turis. Dia sepakat dengan Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, bahwa kunci keberhasilan menggaet pasar Tiongkok adalah pelayanan.

“Kami fokus mengerahkan sumber daya, perhatian, pikiran, waktu, tenaga, dan dana untuk menyukseskan pariwisata Sulut. Ini bukan cuma hajatan dinas pariwisata, tapi seluruh komponen pemerintah se-Sulut, termasuk pihak swasta, terutama para pelaku usaha wisata. Semua akan menerima banyak manfaat dari sini,” ungkapnya, yang sempat merasakan menjadi anggota DPR-RI 2014-2015 ini.

Sementara itu, menpar memuji langkah-langkah Sulut yang serius menjadikan pariwisata sebagai portofolio (bagian) bisnis. Ia berpesan untuk memastikan bahwa 3 A, yaitu  atraksi, akses dan amenitas (fasilitas penunjang) benar-benar berkelas dunia. Atraksi sudah ada Taman Laut Bunaken, beberapa danau, kuliner dan budaya yang cukup kuat. Akses, sudah tiga maskapai penerbangan nasional, yang sudah mulai terbang Manado-Tiongkok PP.

Amenitas, seperti hotel, resort, convention center (tempat pertemuan), mal, restoran, café, tempat hiburan, lapangan golf,  dan lainnya.

“3A itu merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi, untuk menjadikan Sulut sebagai destinasi berkelas dunia,” ungkap Arief.

Pesan kedua, ketika menempatkan pariwisata sebagai “panglima”, pastikan anggaran daerah juga diarahkan lebih dominan ke sektor pariwisata, terutama dalam membangun amenitas dan atraksi, yang menjadi tanggung jawab pemda.

“Jangan sampai mengurus toilet, manajemen sampah, dan kebersihan saja, seperti tragedi di daerah-daerah lain. Saya yakin, gubernur bisa membawa daerahnya sebagia destinasi yang kebersihan dan kerapiannya nomor satu,” harapnya.

Pesan ketiga, pastikan orang yang ditempatkan untuk mengurus dinas pariwisata adalah orang yang tepat. Tugas penyelenggara daerah adalah menentukan arah, mengatur anggaran, dan memilih orang yang tepat.

“Bahasa jelasnya, pastikan kepala dinas pariwisatanya adalah yang benar-benar serius mengurus kepariwisataan,” katanya.

Delapan Kota yang Punya Pasar Besar

Saat ini, sudah ada tiga maskapai yang membuka rute yang menghubungkan delapan kota Tiongkok dengan Manado, yaitu Macau, Changsa, Chongqing, Wuhan, Chengdu, Shenzhen, Guangzhou, hingga Shanghai, semuanya sudah terhubung dengan Manado.

Semua kota tersebut punya pasar yang besar. Changsa, Ibu Kota Provinsi Hunan di selatan Tiongkok termasuk maju dalam hal ekonomi. Dengan penduduk 6,01 juta, gross domestic product (GDP) per kapitanya masuk kelas atas, dengan nilai mencapai USD 12.313.

Guangzhou juga tak kalah. Ibu Kota Provinsi Guangdong itu merupakan kota terbesar dan termaju di Tiongkok Selatan. Guangzhou sering disebut sebagai Ibu Kota Canton dan pernah menjadi kota terbesar di dunia pada awal abad ke-19, dengan penduduk saat ini mencapai 12,9 juta orang.

Chengdu. Ini kota wisata yang memikat. Lokasinya tak jauh dengan perbatasan Tibet. Pada 2015, GDP-nya sudah menembus USD 161,1 juta. Angka ini langsung menobatkan Chengdu ke dalam top 10 GDP terbesar di Tiongkok.

Shenzhen, kota dekat Hong Kong. Deng Xiaoping memulai modernisasi dan percepatan pembangunan ekonomi Tiongkok dari kota ini. Dulunya merupakan desa nelayan, tapi sekarang sudah bertransformasi jadi kota yang sangat modern.

Chongqing juga tak bisa dianggap remeh. Kotanya selevel dengan provinsi.  Pemerintahannya dipegang langsung doleh pemerintah pusat Tiongkok. Kota di Provinsi Sichuan ini berpenduduk 28,8 juta orang dan pernah jadi ibu kota Tiongkok pada masa perang dunia kedua.

Wuhan tak kalah glamornya. Ini adalah Ibu Kota Provinsi Hubei, Tiongkok Tengah. Wuhan tercatat pernah jadi Ibu Kota Tiongkok di masa Koumintang. Selain itu, kawasan ini juga merupakan pusat pertanian modern di Tiongkok. Penduduknya mencapai 9,1 juta orang.

Macau disebut-sebut sebagai kota judi yang bersaing dengan Las Vegas. Perputaran uang dari hasil perjudian di Macau mencapai 6 kali Las Vegas.

Kemudian Shanghai. Meskipun Ibu Kota Tiongkok ada di Beijing, tapi untuk urusan bisnis dan industri, Shanghai menjadi pusatnya. Inilah ibukota imperium perusahan nasional dan multinasional Tiongkok. Kota terbesar dan termaju di Negeri Panda. Dengan penduduk 24,1 juta orang, Shanghai yang juga dikenal sebagai kota pelabuhan, kini menjadi salah satu kota termahal di dunia. GDP per kapitanya mencapai USD 15.880.

Lion Air telah membuka penerbangan langsung dari kota-kota tersebut ke Manado. Sriwijaya Air ikut membantu menembus Guangzhou, sementara Citilink fokus di Hong Kong dan Chengdu. Bisa dibayangkan potensi turisnya. Apalagi, total wisatawan Tiongkok yang melakukan outbond (kegiatan luar ruang) di 2016 diprediksi mencapai 150 juta orang ke berbagai negara.

“Ini momen yang sangat bersejarah. Yang pasti, hari ini akan berdampak panjang. Ini akan jadi cerita di negara lain bahwa Sulut telah siap menyambut wisatawan," ujar Olly. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ritual "Yadnya Kasada" Bakal Jadi Atraksi di Bromo

Ritual "Yadnya Kasada" Bakal Jadi Atraksi di Bromo

Lifestyle | Rabu, 13 Juli 2016 | 12:19 WIB

Rombongan "Outbond" Australia ke Indonesia Terbanyak

Rombongan "Outbond" Australia ke Indonesia Terbanyak

Lifestyle | Selasa, 12 Juli 2016 | 12:40 WIB

Pariwisata Morotai Gandeng Investor Cina dan Taiwan

Pariwisata Morotai Gandeng Investor Cina dan Taiwan

News | Senin, 11 Juli 2016 | 14:01 WIB

Festival Sriwijaya XXV 2016 Bakal Digelar di Benteng Kuto Besak

Festival Sriwijaya XXV 2016 Bakal Digelar di Benteng Kuto Besak

Lifestyle | Senin, 11 Juli 2016 | 12:04 WIB

Terkini

5 Parfum Lokal Aroma Soapy yang Cocok untuk Cuaca Panas, Wangi Segar Sepanjang Hari

5 Parfum Lokal Aroma Soapy yang Cocok untuk Cuaca Panas, Wangi Segar Sepanjang Hari

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 16:50 WIB

Mati Lampu, Makanan Tahan Berapa Lama di Kulkas? Hindari 3 Kesalahan Ini agar Tetap Awet

Mati Lampu, Makanan Tahan Berapa Lama di Kulkas? Hindari 3 Kesalahan Ini agar Tetap Awet

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Tempat Wisata: Industri Pariwisata Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Bukan Sekadar Tempat Wisata: Industri Pariwisata Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 16:18 WIB

3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet

3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 16:16 WIB

Denim, Gaya Hidup, dan Masa Depan Fashion Berkelanjutan

Denim, Gaya Hidup, dan Masa Depan Fashion Berkelanjutan

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 16:01 WIB

Nutrisi Maksimal, Tanpa Rasa Lepek: Jawaban Baru untuk Rambut Helai Tipis Perempuan Aktif

Nutrisi Maksimal, Tanpa Rasa Lepek: Jawaban Baru untuk Rambut Helai Tipis Perempuan Aktif

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 16:01 WIB

Apakah Sariayu Cream Foundation Tahan Lama? Ini Klaim dan Review Jujur Pembeli

Apakah Sariayu Cream Foundation Tahan Lama? Ini Klaim dan Review Jujur Pembeli

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 15:20 WIB

Pasang AC Kamar Bagusnya di Mana? Ini 4 Posisi yang Baik Menurut Feng Shui

Pasang AC Kamar Bagusnya di Mana? Ini 4 Posisi yang Baik Menurut Feng Shui

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 14:50 WIB

5 Filter Air untuk Sumur Berkapur dan Berpasir, Solusi Air Rumahan yang Keruh

5 Filter Air untuk Sumur Berkapur dan Berpasir, Solusi Air Rumahan yang Keruh

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 14:13 WIB

Finukhu: Tradisi Pangan, Alam, dan Pengetahuan yang Terbungkus Daun Fotefea dari Sentani

Finukhu: Tradisi Pangan, Alam, dan Pengetahuan yang Terbungkus Daun Fotefea dari Sentani

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 14:09 WIB