Wisatawan Cina Terbesar di Asia Pasifik Sejak 2012

Adhitya Himawan

Jum'at, 29 Juli 2016 | 22:37 WIB
Wisatawan Cina Terbesar di Asia Pasifik Sejak 2012
Ilustrasi turis Cina. [Shutterstock]

Cina akan terus memberi kontribusi sebagai negara dengan jumlah wisatawan terbesar ke wilayah Asia Pasifik pada tahun 2016. Menurut MasterCard Asia Pacific Destinations Index, 50,4  juta wisatawan dari China diproyeksikan akan melakukan perjalanan ke destinasi-destinasi wisata di wilayah Asia Pasifik tahun ini, atau meningkat 15,7 persen dari total kedatangan wisatawan internasional yang bermalam (international overnight arrivals) di wilayah tersebut terhitung dari kota-kota tujuan wisata. 

Di tahun 2016, wisatawan China diperkirakan akan menghabiskan 45,3 miliar Dolar Amerika Serikat (AS) di negara-negara tujuan di Asia Pasifik, meningkat sebesar 18,2 persen dari total pengeluaran wisatawan di wilayah tersebut.   

Empat dari lima negara teratas dengan kontribusi kedatangan internasional yang bermalam tertinggi untuk destinasi-destinasi di Asia Pasifik adalah dari wilayah Asia Timur – Korea Selatan (32,5 juta; 10,1 persen) peringkat kedua setelah Cina, diikuti oleh Taiwan (22,5 juta; 7,0 persen), Amerika Serikat (20,6 juta, 6,4 persen) dan Jepang (18,0 juta; 5,6 persen). Keempat negara Asia Timur tersebut diperkirakan akan berkontribusi sebesar 38,4 persen dari total kedatangan wisatawan internasional dan yang menginap 1 malam di wilayah tersebut pada tahun 2016.                                               

Ekspansi dramatis yang dilakukan oleh wisatawan Cina menuju destinasi-destinasi di Asia Pasifik dapat dilihat dari pertumbuhannya. China melesat dari posisi ke-enam sebagai kontributor wisatawan terbesar ke Asia Pasifik di tahun 2009 (5,8 persen dari total kedatangan wisatawan internasional dan yang bermalam di Asia Pasifik) hingga menempati posisi teratas di tahun 2012 dengan kontribusi sebesar 9,8 persen. China telah bertahan di posisi teratas sejak saat itu dengan 15,7 persen yang didorong oleh 25,9 persen gabungan dari rata-rata tingkat pertumbuhan per tahun (Compounded Average Annual Growth Rate – CAGR) dari 2009 hingga 2016. Sementara itu, berkebalikan dengan kondisi tersebut, Jepang mengalami penurunan kontribusi wisatawan ke destinasi di Asia Pasifik, dari posisi teratas di tahun 2009 (9,7 persen) menjadi posisi kelima di tahun 2016 (5,6 persen) dengan 1,1 persen CAGR dari 2009 sampai 2016.    

Amerika Serikat berada di posisi ke-empat dan secara konsisten telah menjadi kontributor dengan peringkat tertinggi untuk negara asal non-Asia Pasifik sejak 2009. Inggris merupakan satu-satunya negara asal non-Asia Pasifik lainnya yang berada dalam peringkat 10 teratas, berada di posisi kesembilan. 

“Dalam beberapa tahun terakhir, perpaduan wisatawan pada destinasi-destinasi utama di Asia Pasifik telah berubah secara signifikan. Hal ini mencerminkan adanya peningkatan perekonomian di China dan negara-negara berkembang lainnya di Asia.  Kini di beberapa tempat di mana sebelumnya Anda mungkin secara mudah akan menemukan wisatawan dari Jepang, Hong Kong, Korea Selatan dan Amerika Serikat, kini Anda menjadi jauh lebih mudah untuk juga menemukan wisatawan dari China.  Dampak dari transformasi ekonomi China dan khususnya peningkatan pendapatan merupakan pendorong terbesar pertumbuhan pariwisata global.  Sementara kita memperkirakan adanya pertumbuhan yang sama dari India dan Indonesia dalam jangka panjang, serta segmen lainnya seperti pariwisata Halal, wisatawan Cina lebih terpusat di Asia dan mempengaruhi kondisi pasar dalam skala yang lebih besar,” ujar Matthew Driver, Executive Vice President, Global Products & Solutions, Asia Pacific, MasterCard dalam keterangan resmi, Jumat (29/7/2016).

“Pertumbuhan ini sangat positif bagi industri pariwisata di wilayah Asia Pasifik dan masih terdapat kesempatan yang besar bagi para pelaku industri untuk memanfaatkan dan mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan tersebut. Seperti negara penting lainnya, para pelaku dapat memperoleh keuntungan apabila mereka dapat mengidentifikasi segmen yang relevan dari negara tersebut untuk bisnis mereka, memahami kebutuhan mereka secara tepat dan kemudian merancang produk dan layanan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, melengkapi layanan yang mereka sediakan untuk segmen wisatawan penting lainnya,” tambahnya.    

Di bawah ini ialah sepuluh peringkat  teratas negara asal wisatawan yang berkunjung ke tujuan – tujuan wisata di Asia Pasifik pada tahun 2016 berdasarkan jumlah pengunjung internasional dan bermalam: 

  1. China – 50,4 juta (15,7 persen)
  2. Korea Selatan – 32,5 juta (10,1 persen)
  3. Taiwan  – 22,5 juta  (7,0 persen)
  4. Amerika Serikat – 20,6 juta (6,4 persen)
  5. Jepang – 18,0 juta (5,6 persen)
  6. Singapura – 14,3 juta (4,5 persen)
  7. Malaysia – 13,5 juta (4,2 persen)
  8. Australia – 13,3 juta (4,2 persen)
  9. Inggris – 12,3 juta (3,8 persen)
  10. Thailand – 10,2 juta (3,2 persen)
 

Dari sepuluh tujuan wisata teratas di wilayah Asia Pasifik, empat diantaranya didominasi oleh wisatawan China, Seoul dengan wisatawan China yang berkunjung ke sana diperkirakan akan mencapai 50,5 persen dari total kedatangan wisatawan internasional dan yang bermalam di sana, diikuti oleh Bangkok 38,2 persen, Pattaya 28,8 persen dan Phuket 25,6 persen.

Di bawah ini merupakan sepuluh negara tujuan wisata teratas di wilayah Asia Pasifik yang paling populer bagi wisatawan China pada 2016 diurutkan berdasarkan jumlah pengunjung internasional yang bermalam: 

  1. Bangkok – 8,2 juta (16,3 persen dari jumlah kedatangan)
  2. Seoul – 5,2 juta (10,2 persen dari jumlah kedatangan)
  3. Tokyo – 2,7 juta (5,3 persen dari jumlah kedatangan)
  4. Phuket – 2,5 juta (5,0 persen dari jumlah kedatangan)
  5. Pattaya – 2,1 juta (4,2 persen dari jumlah kedatangan)
  6. Osaka – 1,9 juta (3,7 persen dari jumlah kedatangan
  7. Singapura – 1,8 juta (3,6 persen dari jumlah kedatangan)
  8. Taipei – 1,6 juta (3,3 persen dari jumlah kedatangan)
  9. Jeju – 1,5 juta (3,1 persen dari jumlah kedatangan)
  10. Bali – 1,4 juta (2,7 persen dari jumlah kedatangan)
 

Sepuluh tujuan wisata teratas di Asia Pasifik, diurutkan berdasarkan jumlah pengunjung internasional yang bermalam:

Suara.com - 1.       Bangkok – 21,5 juta

2.       Singapura  – 12,1 juta

3.       Kuala Lumpur – 12,0 juta

4.       Tokyo – 11,7 juta

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mastercard Meniadakan Hambatan Pembayaran Digital

Mastercard Meniadakan Hambatan Pembayaran Digital

Bisnis | Rabu, 20 Juli 2016 | 17:17 WIB

Perjalanan Ramadan ke Depan akan Pengaruhi Destinasi Wisata Dunia

Perjalanan Ramadan ke Depan akan Pengaruhi Destinasi Wisata Dunia

Press Release | Jum'at, 01 Juli 2016 | 15:29 WIB

Kemenpar Bidik Potensi Wisatawan Asing dari Taiwan

Kemenpar Bidik Potensi Wisatawan Asing dari Taiwan

Bisnis | Senin, 06 Juni 2016 | 09:12 WIB

"Indonesia Weekend" Bakal Hadir di Tepi Sungai Thames

"Indonesia Weekend" Bakal Hadir di Tepi Sungai Thames

Lifestyle | Rabu, 18 Mei 2016 | 19:45 WIB

Menko Maritim Permudah Kapal Asing Masuk Indonesia

Menko Maritim Permudah Kapal Asing Masuk Indonesia

Bisnis | Minggu, 15 Mei 2016 | 11:39 WIB

Inilah 7 Modus Penyalahgunaan Kartu Pembayaran

Inilah 7 Modus Penyalahgunaan Kartu Pembayaran

Bisnis | Senin, 09 Mei 2016 | 12:54 WIB

Kunjungan Wisman Naik, Ini Imbasnya Buat Pengusaha Hotel

Kunjungan Wisman Naik, Ini Imbasnya Buat Pengusaha Hotel

Bisnis | Senin, 02 Mei 2016 | 14:15 WIB

Begini Cara Kemenpar Gaet Wisatawan Arab ke Indonesia

Begini Cara Kemenpar Gaet Wisatawan Arab ke Indonesia

Lifestyle | Kamis, 28 April 2016 | 08:25 WIB

Penggunaan Smartphone untuk Belanja Online Tumbuh 55,5 Persen

Penggunaan Smartphone untuk Belanja Online Tumbuh 55,5 Persen

Bisnis | Kamis, 28 April 2016 | 06:26 WIB

Kunjungan Turis Asing per Februari 2016 Naik 5,26 Persen

Kunjungan Turis Asing per Februari 2016 Naik 5,26 Persen

Bisnis | Jum'at, 01 April 2016 | 10:50 WIB

Terkini

Listyo Sigit Jadi Tersangka, Polri Didesak Bongkar Dalang Penyadapan

Listyo Sigit Jadi Tersangka, Polri Didesak Bongkar Dalang Penyadapan

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:10 WIB

Prabowo hingga Menteri Diduga Disadap, Yusril Sebut Belum Ada Indikasi Makar

Prabowo hingga Menteri Diduga Disadap, Yusril Sebut Belum Ada Indikasi Makar

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:04 WIB

Hasil Lengkap I League Cup: Persija Imbang, Persebaya dan Persijap Dipermalukan Tim Championship

Hasil Lengkap I League Cup: Persija Imbang, Persebaya dan Persijap Dipermalukan Tim Championship

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 22:00 WIB

Bulog Pastikan 4,6 Juta Ton Cadangan Beras Pemerintah Terjaga Mutunya Jelang Akhir Tahun

Bulog Pastikan 4,6 Juta Ton Cadangan Beras Pemerintah Terjaga Mutunya Jelang Akhir Tahun

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 21:59 WIB

Resmi Tersangka, Jenderal Listyo Sigit Cs Diduga Sadap Telepon Prabowo Sejak 2025

Resmi Tersangka, Jenderal Listyo Sigit Cs Diduga Sadap Telepon Prabowo Sejak 2025

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:55 WIB

Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Berlangsung dari 2025

Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Berlangsung dari 2025

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 21:53 WIB

Jejak Penyadapan Listyo Sigit Cs, Ada Perintah Hapus File pada Oktober 2026

Jejak Penyadapan Listyo Sigit Cs, Ada Perintah Hapus File pada Oktober 2026

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:50 WIB

Yusril Jamin Transparansi Kasus Penyadapan Ilegal: Jangan Ragu Polri Sidik Polri

Yusril Jamin Transparansi Kasus Penyadapan Ilegal: Jangan Ragu Polri Sidik Polri

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:23 WIB

Suara.com hingga NU Online Sabet Penghargaan Bergengsi, Ini Daftar Juara AMSI Awards 2026

Suara.com hingga NU Online Sabet Penghargaan Bergengsi, Ini Daftar Juara AMSI Awards 2026

Jogja | Selasa, 03 November 2026 | 21:16 WIB

Prabowo dan Sejumlah Menteri Diduga Disadap, Bagaimana dengan Gibran?

Prabowo dan Sejumlah Menteri Diduga Disadap, Bagaimana dengan Gibran?

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:15 WIB

×