Berbagai upaya terus dilakukan Kementerian Pariwisata untuk menjaring wisatawan mancanegara agar mampu mencapai target 12 juta orang pada 2016.
Salah satu target wisatawan mancanegara (wisman) yang disasar adalah asal Taiwan yang diyakini juga bakal banyak berkunjung ke Indonesia.
Meskipun jumlah wisatawan Taiwan yang berkunjung belum terlalu banyak, tapi menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada 2015, wisatawan Taiwan mengunjungi Indonesia 211.528 orang naik 5,10 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sedangkan pada 2016 ditargetkan mencapai 275.000 orang.
Kementerian Pariwisata juga telah menargetkan turis dari daratan Cina, Hongkong, dan Taiwan selama 2016 mencapai dua juta orang.
Untuk mencapai target wisatawan Taiwan dan menjaring sebanyak mungkin, Indonesia mempromosikan potensi pariwisata di seluruh daerah melalui kegiatan "Junior Chamber International Asia Pacific Conference" pada Jumat-Minggu (3-5/6/2016) di Kaohsiung, Taiwan.
"Taiwan merupakan salah satu pasar utama untuk pariwisata Indonesia karena masuk dalam peringkat 10 besar," kata Penasihat Senior untuk Kementerian Pariwisata Harry Waluyo, di Kaohsiung.
Keikutsertaan Indonesia dalam kegiatan itu dinilai sangat penting, mengingat sejumlah faktor mendukung untuk bisa menarik wisatawan Taiwan, antara lain letak geografis yang tidak terlalu jauh dan ketertarikan wisatawan Taiwan terhadap daya tarik dan destinasi wisata yang dimiliki Indonesia.
Bersama Junior Chamber International (JCI) Indonesia, Kementerian Pariwisata pada kegiatan tersebut menampilkan "branding Wonderful Indonesia".
Promosi pada kegiatan itu diharapkan dapat meningkatkan citra pariwisata Indonesia di mata masyarakat Taiwan, sehingga dapat berkontribusi terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara asal Taiwan ke Indonesia.
Kementerian Pariwisata mencatat jumlah target 275.000 orang tersebut sangat realistis mengingat letak geografis keduanya tak terlalu jauh. Wisatawan asal Taiwan, tambahnya, kebanyakan datang ke Indonesia untuk urusan bisnis di Jakarta. Namun setelah melakukan bisnis mereka menginginkan santai dan sebagian besar masih tertuju ke Bali.
"Akan tetapi ada wisatawan Taiwan yang ternyata ingin ke Kepulauan Seribu. Tentu kita fasilitasi ke Kepulauan Seribu dan juga kita promosikan ke daerah menarik lainnya," katanya.
Taiwan saat ini sangat maju kawasannya dan wisatawannya banyak dari kalangan pebisnis yang sedang berkembang serta berusia muda.
"Mereka ini yang kita sasar untuk datang ke Indonesia," katanya.
Menurut dia, Indonesia memang mengharapkan kedatangan wisatawan sebanyak-banyaknya. Namun, supaya terlayani dengan baik, harus mempersiapkan destinasi sehingga bisa menjadi tuan rumah yang baik.
Seorang pengusaha, Anak Agung Gede Agung Wedhatama, mengatakan kehadiran dirinya ke Taiwan dalam upaya mempromosikan usahanya yang bergerak di bidang agro pertanian kepada wisatawan setempat.
"Selain Bali terkenal dengan pariwisata, kita juga ingin mempromosikan wisata agro kepada wisatawan Taiwan," katanya yang juga anggota JCI Indonesia.
Dia menilai peluang usaha itu sangat prospektif untuk dikembangkan dan bisa menjadi daya tarik wisatawan agar berkunjung ke Bali.
Untuk lebih memperkenalkan dan meyakinkan potensi keindahan Indonesia, Kementerian Pariwisata dan JCI Indonesia menampilkan tarian serta alat musik tradisional dan berhasil memukau dua ratusan warga lokal dan asing di Kaohsiung, Taiwan pada kegiatan yang dikemas dalam "Indonesia Night".
"Sambutan warga Taiwan dan asing ternyata sangat antusias dan mereka bahkan ikut menari dan memainkan angklung," kata Harry Waluyo.
Tarian yang ditampilkan adalah dari Bali, yaitu Cenderawasih, Condong, Oleg, Barong, Kecak, serta Rangda.
Selain itu, tari Kagandrung, tari di bawah Sinar Bulan, serta angklung dari Jawa Barat.
Dalam kesempatan itu juga diputar video potensi tujuan wisata di Bali dan Jawa Barat.
Indonesia dalam kegiatan itu juga membagikan cendera mata berupa udeng (ikat kepala Bali) yang banyak diminati pengunjung sehingga harus antre untuk mendapatkannya.
Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia April 2016 naik 12,37 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, yaitu dari 801,9 ribu kunjungan menjadi 901,1 ribu kunjungan. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Maret 2016, mengalami penurunan sebesar 1,52 persen.
Secara kumulatif, (Januari–April) 2016, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 3,52 juta kunjungan atau naik 7,51 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 3,27 juta kunjungan. (Antara)