Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Kemenpar Bidik Potensi Wisatawan Asing dari Taiwan

Adhitya Himawan | Suara.com

Senin, 06 Juni 2016 | 09:12 WIB
Kemenpar Bidik Potensi Wisatawan Asing dari Taiwan
Gedung Kementerian Pariwisata di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (12/3/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Berbagai upaya terus dilakukan Kementerian Pariwisata untuk menjaring wisatawan mancanegara agar mampu mencapai target 12 juta orang pada 2016.

Salah satu target wisatawan mancanegara (wisman) yang disasar adalah asal Taiwan yang diyakini juga bakal banyak berkunjung ke Indonesia.

Meskipun jumlah wisatawan Taiwan yang berkunjung belum terlalu banyak, tapi menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada 2015, wisatawan Taiwan mengunjungi Indonesia 211.528 orang naik 5,10 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sedangkan pada 2016 ditargetkan mencapai 275.000 orang.

Kementerian Pariwisata juga telah menargetkan turis dari daratan Cina, Hongkong, dan Taiwan selama 2016 mencapai dua juta orang.

Untuk mencapai target wisatawan Taiwan dan menjaring sebanyak mungkin, Indonesia mempromosikan potensi pariwisata di seluruh daerah melalui kegiatan "Junior Chamber International Asia Pacific Conference" pada Jumat-Minggu (3-5/6/2016) di Kaohsiung, Taiwan.

"Taiwan merupakan salah satu pasar utama untuk pariwisata Indonesia karena masuk dalam peringkat 10 besar," kata Penasihat Senior untuk Kementerian Pariwisata Harry Waluyo, di Kaohsiung.

Keikutsertaan Indonesia dalam kegiatan itu dinilai sangat penting, mengingat sejumlah faktor mendukung untuk bisa menarik wisatawan Taiwan, antara lain letak geografis yang tidak terlalu jauh dan ketertarikan wisatawan Taiwan terhadap daya tarik dan destinasi wisata yang dimiliki Indonesia.

Bersama Junior Chamber International (JCI) Indonesia, Kementerian Pariwisata pada kegiatan tersebut menampilkan "branding Wonderful Indonesia".

Promosi pada kegiatan itu diharapkan dapat meningkatkan citra pariwisata Indonesia di mata masyarakat Taiwan, sehingga dapat berkontribusi terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara asal Taiwan ke Indonesia.

Kementerian Pariwisata mencatat jumlah target 275.000 orang tersebut sangat realistis mengingat letak geografis keduanya tak terlalu jauh. Wisatawan asal Taiwan, tambahnya, kebanyakan datang ke Indonesia untuk urusan bisnis di Jakarta. Namun setelah melakukan bisnis mereka menginginkan santai dan sebagian besar masih tertuju ke Bali.

"Akan tetapi ada wisatawan Taiwan yang ternyata ingin ke Kepulauan Seribu. Tentu kita fasilitasi ke Kepulauan Seribu dan juga kita promosikan ke daerah menarik lainnya," katanya.

Taiwan saat ini sangat maju kawasannya dan wisatawannya banyak dari kalangan pebisnis yang sedang berkembang serta berusia muda.

"Mereka ini yang kita sasar untuk datang ke Indonesia," katanya.

Menurut dia, Indonesia memang mengharapkan kedatangan wisatawan sebanyak-banyaknya. Namun, supaya terlayani dengan baik, harus mempersiapkan destinasi sehingga bisa menjadi tuan rumah yang baik.

Seorang pengusaha, Anak Agung Gede Agung Wedhatama, mengatakan kehadiran dirinya ke Taiwan dalam upaya mempromosikan usahanya yang bergerak di bidang agro pertanian kepada wisatawan setempat.

"Selain Bali terkenal dengan pariwisata, kita juga ingin mempromosikan wisata agro kepada wisatawan Taiwan," katanya yang juga anggota JCI Indonesia.

Dia menilai peluang usaha itu sangat prospektif untuk dikembangkan dan bisa menjadi daya tarik wisatawan agar berkunjung ke Bali.

Untuk lebih memperkenalkan dan meyakinkan potensi keindahan Indonesia, Kementerian Pariwisata dan JCI Indonesia menampilkan tarian serta alat musik tradisional dan berhasil memukau dua ratusan warga lokal dan asing di Kaohsiung, Taiwan pada kegiatan yang dikemas dalam "Indonesia Night".

"Sambutan warga Taiwan dan asing ternyata sangat antusias dan mereka bahkan ikut menari dan memainkan angklung," kata Harry Waluyo.

Tarian yang ditampilkan adalah dari Bali, yaitu Cenderawasih, Condong, Oleg, Barong, Kecak, serta Rangda.

Selain itu, tari Kagandrung, tari di bawah Sinar Bulan, serta angklung dari Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu juga diputar video potensi tujuan wisata di Bali dan Jawa Barat.

Indonesia dalam kegiatan itu juga membagikan cendera mata berupa udeng (ikat kepala Bali) yang banyak diminati pengunjung sehingga harus antre untuk mendapatkannya.

Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia April 2016 naik 12,37 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, yaitu dari 801,9 ribu kunjungan menjadi 901,1 ribu kunjungan. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Maret 2016, mengalami penurunan  sebesar 1,52 persen.

Secara kumulatif, (Januari–April) 2016, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 3,52 juta kunjungan atau naik 7,51 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 3,27 juta kunjungan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sinopsis Resurrection, Saat Mimpi Hancurkan Dunia

Sinopsis Resurrection, Saat Mimpi Hancurkan Dunia

Your Say | Senin, 30 Maret 2026 | 17:48 WIB

Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan

Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan

Health | Jum'at, 20 Februari 2026 | 14:05 WIB

Sinopsis 96 Minutes, Film Taiwan yang Jadi Trending di Netflix!

Sinopsis 96 Minutes, Film Taiwan yang Jadi Trending di Netflix!

Entertainment | Kamis, 05 Februari 2026 | 19:00 WIB

Jawab Kritik DPR, Menpar Widiyanti Jelaskan Soal Ratusan Penghargaan Pariwisata

Jawab Kritik DPR, Menpar Widiyanti Jelaskan Soal Ratusan Penghargaan Pariwisata

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 16:23 WIB

Sinopsis Mudborn, Kisah Pasutri Diserang Boneka Misterius

Sinopsis Mudborn, Kisah Pasutri Diserang Boneka Misterius

Your Say | Senin, 02 Februari 2026 | 14:04 WIB

Purbaya Respons Konflik China-Taiwan, Ini Efeknya ke Ekonomi RI

Purbaya Respons Konflik China-Taiwan, Ini Efeknya ke Ekonomi RI

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 12:18 WIB

Wisatawan Asing Wajib Asuransi? OJK Buka Suara dan Beri Sinyal Dukungan

Wisatawan Asing Wajib Asuransi? OJK Buka Suara dan Beri Sinyal Dukungan

Bisnis | Senin, 29 Desember 2025 | 08:36 WIB

Pabrik Chip Semikonduktor TSMC Ikut Terdampak Gempa Magnitudo 7 di Taiwan

Pabrik Chip Semikonduktor TSMC Ikut Terdampak Gempa Magnitudo 7 di Taiwan

Bisnis | Minggu, 28 Desember 2025 | 10:36 WIB

Perkuat Kualitas PMI, Perusahaan Asal Taiwan Teken MoU dengan Anak Perusahaan BPJS Ketenagakerjaan

Perkuat Kualitas PMI, Perusahaan Asal Taiwan Teken MoU dengan Anak Perusahaan BPJS Ketenagakerjaan

News | Senin, 22 Desember 2025 | 06:10 WIB

Kemenpar Klarifikasi Isu Larang Airbnb, Ini Fakta Terkait Penataan OTA di Bali

Kemenpar Klarifikasi Isu Larang Airbnb, Ini Fakta Terkait Penataan OTA di Bali

News | Rabu, 10 Desember 2025 | 11:14 WIB

Terkini

Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang

Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:22 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek

Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:18 WIB

Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas

Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:15 WIB

Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat

Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:06 WIB

Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah

Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:05 WIB

Hati-hati! Pinjol Ilegal Masih Marak, Incar Puluhan Ribu Korban

Hati-hati! Pinjol Ilegal Masih Marak, Incar Puluhan Ribu Korban

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:01 WIB

Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara

Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:52 WIB

Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah

Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:39 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:29 WIB

Purbaya Minta Investor Segera Serok Saham RI, Jamin Bakal Untung Banyak

Purbaya Minta Investor Segera Serok Saham RI, Jamin Bakal Untung Banyak

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:26 WIB