Kisah Wisata dari Bukit Menoreh dan Borobudur

Esti Utami

Sabtu, 30 Juli 2016 | 11:57 WIB
Kisah Wisata dari Bukit Menoreh dan Borobudur
Keindahan matahari terbit di Punthuk Mongkrong, Giri Tengah, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. (Antara/Hendra Nurdiansyah)

Suara.com - Keindahan dan kemegahan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah sudah diakui dunia. Bahkan candi yang dibangun di era wangsa Syailendra ini sudah diakui menjadi 10 keajaiban dunia oleh Organisasi Kebudayaan PBB (UNESCO).

Namun, selama ini Borobodur belum dikelola secara optimal sehingga belum menggerakkan perekonomian warga di sekitarnya. Borobudur ibarat obat generik yang belum dikemas dengan baik", sehingga jumlah pengunjung belum memenuhi target dan belum mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat.

Kebijakan Pemerintahan Jokowi-JK menjadikan Candi Borobudur menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional menjadi angin segar bagi kabupaten di luar Magelang untuk menjadi daerah penyangga atau kawasan koordinatif.

Untuk itu, Pemkab Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta akan mengembangkan Kawasan Bukit Menoreh sebagai pariwisata baru sebagai penopang Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Borobudur di Kabupaten Magelang.

Hal ini setelah ditunjuknya kawasan otorita sudah disepakati, meliputi tiga kabupaten yakni Magelang di wilayah Kecamatan Salaman, Kulon Progo di Samigaluh, dan Purworejo di Bener.

Pemkab Kulon Progo sudah menyiapkan kawasan penyangga pengembangan pariwsata Borobudur di Bukit Menoreh yaitu seluas 253 hektare.

Potensi wisata yang sudah ada di Kulon Progo adalah wisata religi di Sendangsono yang dikunjungi oleh pemeluk Katolik lokal dan macanegara dan ada komunitas Budhis sebanyak 4.000 orang yang berada di Sentra Gua Kiskendo, Bukit Menoreh.

Pemkab bekerja sama dengan maestro tari, Didik Nini Thowok membangun Kampoeng Nusantara dan Taman Kerajaan-kerajaan Nusantara di Kecamatan Girimulyo. Tujuannya, menarik wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik yang berbasis budaya, keindahan alam dan religi.

Selain itu, Pemkab Kulon Progo bekerja sama dengan pelaku wisata di Kecamatan Samigaluh mengembangkan potensi wisata yakni Puncak Suroloyo, Kebun Teh Nglinggo-Tritis yang dapat menjadi lokasi tertinggi untuk melihat Borobudur dari ketinggian. Sehingga wisatawan sudah menikmati kemegahan dan keindahan Borobudur di kawasan Bukit Menoreh, Kulon Progo.

Saat ini, setidaknya ada 15 desa wisata baru yang dikembangkan masyarakat secara mandiri. Desa-desa ini tersebar di Kecamatan Samigaluh, Girimulyo dan Kalibawang dan sudah berkembang pesat dalam dua tahun terakhir, tinggal pengemasan dan promosi kepada masyarakat luas.

Desa wisata itu di antaranya Sungai Taman Tuk Mudal, kawasan hutan Gua Kikendo, Grojogkan Sewu, Bukit Isis, Kebun Teh Tritis dan Nglinggo, wisata pendidikan, wisata kuliner makanan kas lokal, Dolan Deso.

Desa wisata ini perlahan mulai menggerakan perekonomian masyarakat dan mengurangi penangguran. Namun, percepatan pertumbuhan tujuan wisata tersebut membutuhkan intervensi pemda setempat agar menjadi penopang Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur.

"Kami secara bertahap membangun dan memperlebar jalan menuju objek wisata di Kawasan Bukit Menoreh supaya destinasi wisata baru tersebut dapat berkembang cepat. Warga ada yang merelakan tanahnya untuk dibangun jalan, tanpa minta ganti rugi. Hal ini menjadi suntikan semangat bagi pemerintah membangun kawasan Bukit Menoreh," kata Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo.

Kelok sembilan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo juga telah menyiapkan konsep pembangunan kelok sembilan di kawasan Kebun Teh Nglinggo-Tritis- Suroloyo supaya dapat menikmati keindahan Borobudur dari kawasan Bukit Menoreh. Hal ini dilatarbelakangi, daerah ini berkelok-kelok, tapi lokasinya sangat strategis menjadi pusat pertumbuhan baru wisata pendukung.

Rencana pembangunan kelok sembilan ini tinggal menunggu realiasi dari Tim Otorita Kawasan Strategis Borobudur membangun kawasan ini. Selain itu, membutuhkan komitmen bersama dalam mewujudkan percepatan pengembangan wisata di kawasan Bukit Menoreh.

Untuk itu, Pemkab Kulon Progo mengidentifikasi dan memetakan jalan-jalan dan titik-titik lokasi di Samigaluh yang dapat menjadi penopang KSPN Borobudur.

Bahkan, pemkab secara bertahap juga menyiapkan infrastruktur pendukung yakni air bersih. Untuk menunjang ketersediaan air bersih di wilayah utara termasuk Samigaluh, pemkab melalui PDAM sudah menaikkan air dengan kapasitas 50 liter per detik.

Air baku berasal dari Sungai Progo yang pengolahannya di Banjaroya Kalibawang dengan kapasitas 100 liter per detik. Upaya penyediaan kebutuhan air bersih tersebut sekaligus bisa menjadi pendukung pengembangan kawasan strategis Borobudur.

"Sekarang jaringannya sudah sampai wilayah Kota Kecamatan Samigaluh. Kami akan naikkan lagi ke Gunung Kucir yang merupakan lokasi tertinggi, sehingga akan bisa menjangkau seluruh wilayah," ujar Hasto.

Wisatawan naik Badan Otorita Pariwisata Borobudur akan melakukan pengembangan pariwisata Borobudur perlu diubah dari pendekatan "heritage tourism" menjadi "religious tourism", sehingga jumlah turis yang datang ke Borobudur dapat lebih banyak dan waktu berkunjung turis dapat lebih lama yaitu 3-5 hari.

Untuk mencapai tujuan dalam pengembangan pariwisata Borobodur perlu ada kepemilikanyang terpusat dan terintegrasi serta manajemen yang terpadu dengan melibatkan pemerintahdaerah, BUMN, rakyat, dan pihak swasta sehingga ada rasa memiliki.

Saat ini, jumlah wisatawan relatif kecil yakni 300 ribu orang per tahun dan waktu kunjungan wisatawan ke Borobudur kurang dari satu hari. Di Angkor Wat di Kamboja dapat menarik kunjungan wisatawan yang lebih besar yaitu 7,5 juta orang per tahun karena pendekatan "religious tourism".

Namun demikian, pengembangan pariwisata Borobudur dengan pendekatan tourism religious perlu mengubah tata ruang, suasana, dan atmosfer di kawasan Borobudur menjadi lebih sakral, sehingga ada waktu bagi para pengunjung Borobudur untuk melakukan ritual agama.

Kemudian, merealokasi dan memperbaharui penduduk ke Bukit Menoreh dengan memberikan tanah dua kali lebih luas dari tanah yang dimiliki oleh penduduk saat ini. Pemerintah telah menyiapkan lahan seluas 500 hektare di kaki Bukit Menoreh dalam rangka pengembangan pariwisata Borobudur. Kontur wilayah Bukit Menoreh yang berbukit dapat memperindah kawasan Borobudur. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pelajaran Memaafkan di Buku Panduan Jalan-Jalan Aman Bersama Mama Macan

Pelajaran Memaafkan di Buku Panduan Jalan-Jalan Aman Bersama Mama Macan

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 07:00 WIB

InJourney Semarakkan ASTINDO Travel Fair 2026 dengan Deretan Promo Eksklusif

InJourney Semarakkan ASTINDO Travel Fair 2026 dengan Deretan Promo Eksklusif

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:35 WIB

Rayakan 30 Tahun Romanza, Maestro Tenor Andrea Bocelli Siap Guncang Jakarta dan Borobudur

Rayakan 30 Tahun Romanza, Maestro Tenor Andrea Bocelli Siap Guncang Jakarta dan Borobudur

Entertainment | Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:07 WIB

Bukan Cuma Jalan-Jalan, Komunitas Ini Bikin 'Night Walk' Seru Bareng Anabul Demi Lepas Penat

Bukan Cuma Jalan-Jalan, Komunitas Ini Bikin 'Night Walk' Seru Bareng Anabul Demi Lepas Penat

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:57 WIB

Jauh dari Kampung, Warga Menteng Jaya Ragu Pindahkan Liga Aspal ke RPTRA Borobudur

Jauh dari Kampung, Warga Menteng Jaya Ragu Pindahkan Liga Aspal ke RPTRA Borobudur

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Hari Anak Nasional, InJourney Perkuat Komitmen Lestarikan Warisan Budaya melalui Generasi Muda

Hari Anak Nasional, InJourney Perkuat Komitmen Lestarikan Warisan Budaya melalui Generasi Muda

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 12:20 WIB

Dukung Liburan Sekolah Makin Seru, Gojek Hadirkan Kurasi Jalan Jajan di Aplikasi

Dukung Liburan Sekolah Makin Seru, Gojek Hadirkan Kurasi Jalan Jajan di Aplikasi

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:02 WIB

Libur Sekolah Tiba, Ini 3 Aktivitas Seru yang Bisa Dicoba Bersama Keluarga Tanpa Keluar Banyak Biaya

Libur Sekolah Tiba, Ini 3 Aktivitas Seru yang Bisa Dicoba Bersama Keluarga Tanpa Keluar Banyak Biaya

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB

Konservasi Candi Borobudur Memanfaatkan Teknologi Drone 360 Spasial

Konservasi Candi Borobudur Memanfaatkan Teknologi Drone 360 Spasial

Tekno | Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:28 WIB

Dihadiri Wamen Ekraf, Borobudur Peace & Prosperity Festival Gaungkan Persatuan Lintas Budaya

Dihadiri Wamen Ekraf, Borobudur Peace & Prosperity Festival Gaungkan Persatuan Lintas Budaya

News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:39 WIB

Terkini

7 Penyebab Cushion Menggumpal di Cuping Hidung dan Garis Senyum serta Solusinya

7 Penyebab Cushion Menggumpal di Cuping Hidung dan Garis Senyum serta Solusinya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 08:46 WIB

Banjir Bangkok Meluas, 50 Distrik Ditetapkan Sebagai Zona Bencana Nasional

Banjir Bangkok Meluas, 50 Distrik Ditetapkan Sebagai Zona Bencana Nasional

News | Senin, 28 September 2026 | 08:33 WIB

Harga Logam Mulia Diprediksi Fluktuatif, Simak Rentang Proyeksi Harga Emas

Harga Logam Mulia Diprediksi Fluktuatif, Simak Rentang Proyeksi Harga Emas

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 08:29 WIB

Belanda Tekuk Serbia 2-1, Xavi Soroti Brace Mexx Meerdink dan Umpan Akurat Veerman

Belanda Tekuk Serbia 2-1, Xavi Soroti Brace Mexx Meerdink dan Umpan Akurat Veerman

Bola | Senin, 28 September 2026 | 08:25 WIB

Kronologi Menteri PU Dody Hanggodo Marah ke Anak Buah saat Sidak Sawah Bekasi

Kronologi Menteri PU Dody Hanggodo Marah ke Anak Buah saat Sidak Sawah Bekasi

News | Senin, 28 September 2026 | 08:23 WIB

Kematian Vanreko Varkas Jadi Alarm: Koalisi Desak Usut Tuntas dan Hentikan Militerisasi!

Kematian Vanreko Varkas Jadi Alarm: Koalisi Desak Usut Tuntas dan Hentikan Militerisasi!

News | Senin, 28 September 2026 | 08:10 WIB

BIGBANG Tambah Jadwal Konser di Jakarta! Simak Trik Jitu Biar Nggak Gagal War Tiket Lagi

BIGBANG Tambah Jadwal Konser di Jakarta! Simak Trik Jitu Biar Nggak Gagal War Tiket Lagi

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 08:10 WIB

Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo

Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo

News | Senin, 28 September 2026 | 08:05 WIB

PB ORADO Pecahkan Rekor MURI, Piala Panglima TNI 2026 Diikuti 20.000 Peserta

PB ORADO Pecahkan Rekor MURI, Piala Panglima TNI 2026 Diikuti 20.000 Peserta

Sport | Senin, 28 September 2026 | 08:03 WIB

IHSG Bisa Anjlok Lagi, Dana Asing Kabur Rp3,5 Triliun: Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Bisa Anjlok Lagi, Dana Asing Kabur Rp3,5 Triliun: Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 08:00 WIB

×