Menpar: Danau Toba Bisa Bersaing di Level Global

Madinah

Kamis, 18 Agustus 2016 | 16:03 WIB
Menpar: Danau Toba Bisa Bersaing di Level Global
Menpar Arief Yahya. [Dok. Kemenpar]

Suara.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyebut sekitar 60 persen wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia tertarik karena culture-nya serta merasakan atmosfer budaya lokal, 35 persen karena faktor alam, serta 5 persen lainnya karena man made, atau wisata yang diciptakan, seperti sport event, meeting, incentive, conference, exhibition (MICE), show music, dan lain-lain.

“Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba (KKPDT) 2016 adalah kombinasi yang sempurna, antara culture, nature, dan man made.Value-nya (nilai) akan berimbas pada destinasi Danau Toba,” ujar Arief di  Jakarta belum lama ini.  

“Semua orang mengakui, potensi alam Danau Toba dan destinasi di sekitarnya sudah berani bersaing di level global. Kita tinggal memoles, menata kembali, merevitalisasi, agar semua sektor menggunakan global standard. Proses ini nantinya akan diintegrasi dan dikoordinasi oleh Badan Otoritas Pariwisata (BOP) Danau Toba, yang Perpres (peraturan presiden)-nya sudah ditandatangani oleh Presiden,” lanjutnya.

Sepuluh hari sebelum even berlangsung, yaitu pada 20-21 Agustus 2016, Kementerian Pariwisata gencar mempromosikan kegiatan yang juga dijadikan sebagai even tahunan dalam rangkaian puncak peringatan HUT RI ke-71 ini ke berbagai media,  Nilai budaya atau cultural value dari #KKPDT2016 ini dinilai sangat kuat, karena tradisi Tapanuli sendiri sudah menjadi atraksi tersendiri. Kali ini, budaya lokal tersebut diangkat dalam karnaval yang akan dihadiri oleh Presiden RI, Joko Widodo dan Ibu Negara, Irianti Joko Widodo.

“Modal dasarnya sudah kuat, yakni budaya Batak yang punya akar sejarah yang panjang,” jelas Arief.

 Beri Dampak Ekonomis Bagi Masyarakat

Menpar menyatakan bahwa ia selalu melihat sebuah kegiatan dari dua sisi, yaitu cultural value (nilai budaya) dan commercial value (nilai komersial). Bahasa mudahnya, semua potensi, kegiatan, dan atraksi harus memberi dampak ekonomis yang konkret bagi masyarakat, terutama di sekitar Danau Toba sebagai tuan rumah KKPDT 2016.

“Untuk KKPDT 2016 ini, indirect impact atau manfaat tidak langsungnya pasti lebih besar dibandingkan dengan direct impact,” jelas mantan Dirut PT Telkom yang ahli korporasi itu.

Ada tiga kekuatan dalam KKPDT 2016. Pertama, konser musik dengan artis-artis nasional yang sudah punya reputasi baik pada 20 Agustus 2016, di Pantai Bebas, Parapat. Grup musik Slank, Edo Kondologit, Oppie Anderesta, Sammy Simorangkir, Judika, dan lainnya akan memeriahkan acara.

Mereka akan tampil di atas panggung apung, tepat di atas Danau Toba, yang mengapung dari jarak 10 meter (m) dari bibir daratan. Artis yang memeriahkan acara tersebut akan berlayar menuju ke panggung berukuran 12 x 24 m itu.

“Saya kira, itu sesuatu yang unik dan baru,” ungkap Menpar.

Helatan kedua adalah karnaval kemerdekaan yang penuh budaya ethnik, yang digelar pada 21 Agustus 2016 sore, di Balige. Wisatawan akan menikmati pawai dan arak-arakan budaya yang penuh filosofi.

Salah satu atraksi budaya yang ditampilkan adalah iring-iringan 700 perempuan berpakaian adat, yang menyunggi tandok (anyaman dari bambu khas Batak yang berisi beras). Tradisi ini mirip dengan para perempuan yang berbaris panjang membawa gebongan, sesajen khas Bali yang terdiri atas rangkaian buah dan berjalan di pematang sawah, di Ubud, Bali.

Tandok yang berisi beras tersebut menggambarkan sumbangan beras dari tetangga kiri-kanan kepada yang sedang punya hajat. Ini merupakan simbol budaya partisipasi masyarakat Batak, yang bisa dibaca sebagai komitmen mereka untuk mensukseskan pariwisata di Danau Toba.

“Perempuan yang membawa tandok berasal dari tujuh kabupaten di kawasan Toba, yang mana mereka sepakat untuk kompak membangun pariwisata Danau Toba bersama-sama,” jelas Menpar lagi.

“Tandok pun akan ada di meja Presiden Joko Widodo, sebagai simbol bahwa Pemda (pemerintah daerah) juga berkontribusi untuk mensukseskan program pemerintah pusat dalam pariwisata. Semua detail dipikirkan secara simbolik, sebagai bahasa budaya,” tambah koordinator karnaval, Jay Wijayanto.

Ia meyebut, masih banyak poin budaya lain yang unik khas Batak, yang menggambarkan suka cita bersama.

“Kekuatan dari karnaval ini sebagai tontonan ada tiga aspek, yaitu bunyi, warna, dan gerakan,” jelas Jay.

Ia juga menyebut, Batak memiliki tiga warna utama, yaitu merah, hitam, dan putih. Semua artefak peninggalan nenek moyang ratusan tahun silam milik masyarakat Batak selalu menggunakan tiga dominasi warna tersebut.

 

 

 

 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Presiden Akan Hadiri Pesona Danau Toba

Presiden Akan Hadiri Pesona Danau Toba

Lifestyle | Kamis, 18 Agustus 2016 | 08:07 WIB

Tujuh Dubes Hadiri Pesona Lembah Baliem

Tujuh Dubes Hadiri Pesona Lembah Baliem

Lifestyle | Kamis, 18 Agustus 2016 | 07:03 WIB

"Pesta Danau Kelimutu" Sukses Besar

"Pesta Danau Kelimutu" Sukses Besar

Lifestyle | Rabu, 17 Agustus 2016 | 20:39 WIB

Yuk, Cium Wangi Bunga di Festival Tomohon!

Yuk, Cium Wangi Bunga di Festival Tomohon!

Lifestyle | Rabu, 10 Agustus 2016 | 17:01 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×